
Drrrt...
Notifikasi dari ponsel Adnan berbunyi.
Seketika Adnan mengangkat panggilan itu karena melihat siapa yang menelfonnya. Adnan pun terlihat tersenyum mendengar suara dari si penelfon.
Seketika ruang rapat menjadi ribut akibat kasak-kusuk dari peserta rapat.
"Siapa yang menelfon pak Adnan sampai membuat dia tersenyum seperti itu" Kata Karyawan A.
"Benar, tidak pernah pak Adnan mau mengangkat telfon ketika rapat" Kata karyawan B.
Adnan :" Apa sayang?" Jawabnya dengan tersenyum.
Sontak para peserta rapat heran dengan sikap Adnan pasalnya ia tak pernah sekali pun memperlihatkan sifat yang lembut jika sedang membahas pekerjaan.
"Apa?" Teriak Adnan dengan muka merah padam menahan emosi. Peserta rapat pun dibuat kaget dengan perubahan sikap Adnan yang mendadak.
"Rapat cukup sampai disini." Kata Adnan setelah menutup telfonnya dan langsung meninggalkan ruang rapat.
Para peserta rapat pun dibuat bingung padahal rapat baru berjalan setengahnya.
"Maaf, buat rapatnya ditunda dulu. Harap maklum dengan CEO mungkin beliau ada keperluan mendadak" Kata Doni mencoba memberi pengertian.
Adnan berjalan tergesa-gesa menuju ruangannya sambil mengingat pembicaraannya tadi ditelepon.
**Flasback
📞 Ishi** : "Abang, jangan marah ya. Tadi ada Adri dateng nyamperin aku. Dia ngajak aku makan bareng, aku udah nolak tapi dia maksa apalagi posisi aku lagi kerja. Dia nggak mau pergi sebelum aku jawab iya. Karena terus diperhatikan atasan jadi terpaksa aku jawab iya. Tapi aku nggak akan sendiri kok buat nemuin dia. Aku ajak Rika sama Indri".
Flasback end.
"Kamu kenapa bos, tiba-tiba kaya gini? Kamu sibuk cari apa sih bos" Tanya Doni yang menyusulnya.
"Berani banget si brengsek itu deketin bini aku. Cari kunci mobil, don" Kata Adnan dengan marah sambil sibuk membuka laci mejanya.
"Maksud bos siapa?" Tanya Doni.
"Adri. Klien kita kemarin itu. Semalam dia udah berani kirim pesan ke ponsel Ishi terus hari ini dia nyamperin Ishi di tempat kerja" Kata Adnan
"Bos, sebaiknya bos hati-hati. Dia itu orangnya ngeri bos" Jelas Doni.
* * * *
"Gimana shi? apa kata laki kamu?" Tanya Rika saat Ishi selesai menghubungi suamnya.
"Langsung dimatiin. Jadi harus gimana ini?" Tanya Ishi bingung.
"Samperin aja, kan udah izin juga ke suami. Lagian kamu ketemu juga ada kita berdua kok. Pasti suami kamu ngertilah" Jelas Indri.
"Tapi aku takut, nanti Abang marah. Aku nggak berani nemuin cowok lain tanpa izin Abang." Kata Ishi.
"Ada kita berdua. Takutnya kalau nggak kamu temuin nanti malah gangguin kamu terus di tempat kerja" Saran Rika.
"Iya, itukan tempat rame nggak mungkin kamu diapa-apain. Jelasin aja sama dia kalau kamu udah punya suami" Saran Indri.
"Iya juga ya. " Kata Ishi.
"Nanti kita duduk disebelah meja kamu deh kalau kamu masih takut. " Kara Indri.
"Nggak, kalian harus satu meja sama aku." Kata Ishi.
Akhirnya mereka bertiga menemui Adri di restoran yang sudah ditunjuk oleh Adri.
"Maaf udah lama ya nunggu" Sapa Ishi ketika berada di dekat kursi yang diduduku Adri.
"Aku sabar nunggu kamu kok" Jawab Adri dengan tersenyum namun senyum itu pudar ketika melihay Ishi yang tidak sendirian.
Sadar akan hal itu Ishi pun hanya bisa tersenyum mendengar jawaban Adri.
"Nggak papakan aku ajak temen aku?" Tanya Ishi yang terlihat ketidak sukaan Adri dengan kehadiran Rika dan Indri.
"Sebenarnya aku mau ngobrol berdua sama kamu, tapi kalau udah terlanjur ya nggak papa" Ucap Adri tanpa basa-basi.
* * * * * *
**Ayo dong like, commen and vote yang banyak buat karya mimin.
Salam sayang dari mimin. 🙆**