
"Kita makan tempat mang Habib yuk Bang" Ajak Ishi
"Tapi dibungkus aja ya sayang, Abang masih ada kerjaan" Jawab Adnan
"Iya" Jawab Ishi singkat.
Lalu mereka memesan ayam geprek dua bungkus, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan.
Sesampainya di rumah, setelah selesai menyantap makanan itu, Ishi lalu tidur sedangkan Adnan terus disibukan dengan laptopnya.
"Abang nggak tidur?" Tanya Ishi
"Bentar lagi Abang selesai. Kamu tidur duluan aja" Perintah Adnan
Ishi pun tidur duluan karena ia sudah tidak dapat menahan kantuk. Namun tengah malam ia terbangun karena merasa ada yang meraba-raba tubuhnya.
"Aban!" Teriaknya kaget melihat Adnan sudah berada diatas tubuhnya.
"Lagi pengen" Rengek Adnan
"Abang nggak capek" Tanya Ishi
"Justru ini buat penghilang rasa capek" Kata Adnan
Mereka pun memulai olahraga tengah malamnya.
Karena merasa kecapean Ishi pun bangun kesiangan. Jam sudah menunjukan pukul 06.30
Ishi langsung bergegas bangun, ia mencari pakaiannya yang sudah berserakan dimana-mana.
"Abang bangun, ini udah siang. Abang nggak kerja" Kata Ishi sambil menggoyang-goyangkan lengan suaminya.
"Lima menit lagi" Jawab Adnan
"Ini udah setengah tujuh bang, cepetan bangun" Perintah Ishi
Adnan pun bangun dari tidurnya menuju kamar mandi, sedangkan Ishi sibuk merapihkan kamar menyiapkan pakaian dan sarapan untuk suaminya.
"Kamu kerja apa sayang?" Tanya Adnan ketika sampai di meja makan.
"Siang bang" Jawab Ishi sambil mengambilkan sarapan untuk Adnan
"Ya udah nanti abang antar" Jawab Adnan lalu mereka sarapan bersama-sama
Setelah selesai mengerjakan tugas rumah Ishi istirahat sambil menunggu waktu untuk berangkat kerja.
📩 Adnan : "Sayang, Abang ada rapat mendadak. Kamu berangkat sama Nata ya. Abang udah hubungin Nata. Maaf
📩 Ishi :" Iya bang, nggak papa"
* * *
Setelah siap untuk berangkat kerja, Nata menjemput Ishi di rumah. Sesampainya mereka di tempat kerja semua mata tertuju pada Ishi karena heran Ishi berangkat kerja dengan Nata.
* * *
Di kantor Brawijaya
"Don, harus ya aku ikut meeting?" Tanya Adnan sambil membaca dokumen di tangannya
"Nggak bisa bos, PT.MAJU LANCAR kan partner kita buat proyek hotel kita yang baru" Kata Doni
"Sebenarnya aku cuma malas ketemu Susan" Jawab Adnan malas
"Sialan" Kata Adnan sambil melempar pulpen di tangannya " Nggak mungkinlah aku tergoda, dari segi manapun Ishi lebih unggul"
"Wah, kayaknya bentar lagi aku punya ponakan ini. Gimana bos rasanya nikah?" Tanya Doni sambil menaikan alisnya.
"Nikah sana, biar tahu rasanya, hahahaha!" Jawab Adnan
"Sialan" Dengus Doni
"Kita meeting dimana Don?" Tanya Adnan.
"Di restoran X bos. Jam 15.00" Jawab Doni lengkap.
Di tempat kerja Ishi.
"Shi, makan bareng yuk?" Ajak Nata
"Kalau cuma berdua nggak enak Kak, ntar pada mikir yang aneh-aneh" Jawab Ishi.
"Ya udah ajak Rika sama Indri, Kakak yang traktir . Kakak tunggu di parkiran ya" Jawab Nata lalu pergi meninggalkan Ishi.
Setelah jam istirahat tiba Ishi mengajak Rika dan Indri makan bersama.
"Ayo, kak Nata udah nunggu di parkiran" Ajak Ishi
"Loh, sama kak Nata juga to?" Tanya Rika
"Iya, Kak Nata mau traktir kita" Jawab Ishi
"Yey, makan gratis" Ucap Indri
Mereka pun mendatangi Nata yang sudah menunggu di parkiran.
"Kenapa kalian lama sekali, jamuran yang nunggu" Oceh Nata.
"Maafin ya kak" Kata Ishi sambil nyengir.
Mereka pun berangkat menuju restoran yang dituju.
"Kak, kok makan disini?" Tanya Rika
"Aku lagi pengen makan disini" Jawab Nata
Mereka memesan makanan lalu melanjutkan dengan mengobrol. Selesai makan mereka bersiap-siap untuk keluar namun pandangan Ishi melihat orang yang begitu ia kenal.
"Shi, ayo pulang. Kamu liat apa sih?" Tanya Rika sambil menengok apa yang Ishi lihat. Nata dan Indri pun melihat ke arah yang sama.
Di meja yang di lihat Ishi, nampak Adnan sedang makan berdua dengan seorang wanita. Mereka terlihat mesra karena sang wanita sedang menyentuh bibir Adnan.
Muka Ishi sudah terlihat merah menahan emosinya. Sedangkan mereka berusaha untuk menenangkan.
"Shi ayo pulang, nanti aja kamu tanya di rumah aja. Nggak enak dilihat banyak orang nanti" Ajak Rika
"Mungkin itu rekan bisnis Abang. Nanti coba aku tanya sama Abang" Kata Nata
"Udahlah Kak, biarin aja. Mungkin Abang lebih bahagia sama wanita lain" Jawab Ishi dengan mata berkaca-kaca lalu ia menuju mobil Nata
"mampus lo Bang, bini loe udah mulai tumbuh tanduknya" Batin Nata
Sedangkan Rika dan Indri hanya mengikuti Ishi dari belakang.