My Love My SPG

My Love My SPG
Urusan Wanita



"Habiskan susumu" Perintah Adnan saat berada di meja makan.


"Apa kau akan ke tempat kerja ?" Tanya Adnan pada Ishi.


"Iya, aku janji ini terakhir kalinya aku kesana sebagai karyawan. Bolehkan bang?" Pinta Ishi dengan mengedipkan matanya dan nada mengiba.


"Baiklah, tapi harus ditemani Nata" Ucap Adnan sambil memandang Nata.


"Siap bos" Ucap Nata tanpa melihat Adnan karena ia fokus pada makanannya.


"Nak, kamu yakin nggak mau ditemani Ibu aja?" Tanya Ibu Nita.


"Nggak usah bu, biar kak Nata aja" Tolak Ishi.


"Yang penting jaga diri baik-baik" Petuah Ayah Hendro.


"Iya yah, makasih" Jawab Ishi sambil tersenyum.


* * * *


Ketika Ishi keluar dari pintu mobil semua mata memandangnya dengan tatapan yang berbeda-beda.


Namun dari pandangan mereka banyak yanh menatapnya dengan tatapan tidak suka.


Banyak gosip yang mengatakan bahwa Ishi adalah wanita malam. Banyak dari mereka yang termakan gosip murahan itu, sedangkan Ishi tidak tahu menahu mengenai berita tersrbut karena memang dia jarang sekali memakai ponselnya.


"Tuh lihat kayaknya kemarin sama big bos kok sekarang sama kak Nata, dasar nggak punya malu?" Ucap salah seorang karyawan.


"Jangan-jangan anak yang dikandungnya pun dia tidak tahu siapa bapaknya" Tambah karyawan lain.


"Kalian nggak boleh kaya gitu, kan kalian jelas lihat kemarin itu Ishi keluar sama keluarga big bos, siapa tahu dia emang keluarganya" Bela karyawan lain.


"Bisa ajakan dia ngejebak big bos buat nikahin dia! Hati orang nggak ada yang tahu" Cibir karyawan lain.


Memang untuk pernikahan Adnan dan Ishi yang mengetahui hanyalah kalangan atasan Mall saja.


"Pagi Ishi?" Sapa seseorang.


"Pagi juga Mbak" Jawab Ishi malas.


sedangkan Nata nampak heran dengan kelakuan Gita yang menyapa Ishi di pagi hari.


"Ayo masuk bareng Kakak aja" Tawar Nata.


"Aku nunggu Rika sama Indri aja kak" Jawab Ishi.


...* * * *...


"Pengen makan somai" Rengek Ishi pada kedua sahabatnya ketika sudah di area kerja.


"Ishi ini lagi jam kerja nggak usah gila" Ucap Indri


"Lupa Ishi siapa? Mau dia pulang sekarang pun nggak akan ada yang berani marahin dia" Jawab Rika.


"Ou iya aku lupa" Ucap Indri sambil menepuk jidatnya.


"Mau dibeliin sekarang apa gimana shi?" Tanya Indri lagi.


"Aku nggak mau repotin kalian, biar aku cari bantuan. Kalian mau sekalian nggak?"


Ishi pun mengeluarkan benda pipih dalam sakunya dan menghubungi seseorang.


"Nggak ah shi, ilmu kita belum setinggi itu buat makan dijam kerja" Pangkas Rika.


"Wih, ngeri Kamu sekarang berani bawa ponsel keatas?" Tanya Indri.


"Nyonya mah bebas" Jawab Ishi sambil nyengir kuda


📩 Ishi :" Mau somai kak 😋"


📩 Nata :" Somai mana?"


📩 Ishi :" Terserah yang penting somai"


📩 Nata :" Baiklah nyonya muda, pelayanmu ini akan memberikannya "


"Bentar lagi pesanan dateng" Ucap Ishi girang. Sedangkan Rika dan Indri hanya geleng-geleng kepala melihat sifat sahabatnya itu yang banyak berubah menjadi manja semenjak kehamilannya itu.


...* * * *...


Nata yang sedang berada di ruang meeting pun menjadi pusat perhatian peserta meeting karena sibuk dengan ponselnya.


"Baiklah kalau meetingnya sudah selesai saya pamit dulu" Ucap Nata lalu pergi meninggalkan ruangan.


"Kak Nata mau kemana?" Tanya Gita yang menyusul Nata dari belakang.


"Nganterin pesanan majikan" Jawab Nata lalu pergi meninggalkan Gita.


gita yang mendengar itu pun mengerutkan keningnya.


"Majikan... ??" Gumamnya.


...* * * * *...


"Ini nyonya pesanannya." Kata Nata sambil memberikan bungkusan makanan pada Ishi.


"Makasih kak" Jawab Ishi sambil tersenyum.


"Iya om aku laper" Jawab Ishi sambil menirukan suara khas anak kecil.


"Oh, jadi ini majikannya kak Nata" Ucap Gita yang entah datang darimana.


"Majikan apa?" Tanya Ishi bingung.


"Bukan apa-apa" Jawab Nata


Drrttt... Drrrt


Suara ponsel Nata berdering.


📞 Nata :"Iya pak, ada apa?"


………


Nata :" Iya saya segera kesana"


"Kakak pergi bentar ya, mau ke ruangan Manager dulu" Pamit Nata setelah mengakhiri panggilan itu lalu pergi.


"Iya" Jawab Ishi.


"Shi, mau makan bareng sama mbak nggak?" Ajak Gita.


Ishi, Rika dan Indri yang berada tak jauh pun heran dengan tingkah Gita yang berubah drastis menjadi baik pada Ishi.


"Nggak usah, makasih" Jawab Ishi ketus.


"Aku ini udah baik-baik ngajak kamu tapi kamunya malah kaya gitu" Geram Gita.


"Mbak ini apaan sih, orang nggak mau kok dipaksa" Jawab Ishi dengan melirik Gita.


"Ya seenggaknya hargain dikit dong usaha aku buat lebih baik sama kamu" Ucap Gita dengan nada agak tinggi.


"Aku nggak butuh kebaikan Mbak. Kasih aja buat yang lain" Ucap Ishi sambil menikmati somai.


"Enak banget ya hidup kamu sekarang, mentang-mentang jadi nyonya muda keluarga Brawijaya jadi kamu fikir kamu bisa seenaknya" Kata Gita dengan nada mencibir.


"Jangan-jangan kamu bisa nikah sama pak Adnan karena kamu serahin diri kamu diatas ranjang sampai hamil makanya pak Adnan mau sama kamu"


"Bukannya itu yang Mbak harap sampai ngejar-ngejar kak Nata" Jawab Ishi dengan sok angkuh.


"Waw, imajinasi Mbak luar biasa. Apa Mbak mau pakai cara itu buat masuk keluarga Brawijaya? Jangan harap aku bakalan terima punya ipar kaya anda"


"Ih, mulut kamu ini semakin lama semakin pedas ya. Belajar dari mana sih! Jaga itu omongan!" Geram Gita.


"Aku belajar kaya gini dari Mbak kok, bukannya mulut Mbak juga pedas kalau ngomong nggak pernah difilter, Mbak baru dijawab kaya gini aja udah marah" Cibir Ishi.


"Hello,,,, apa kabar dengan kami yang selalu mendengar cibiran Mbak yang terasa panas ditelinga"


"Jadi kamu balas dendam" Ucap Gita dengan melotot.


"Nggak sih, cuma pengen aja sesekali kaya Mbak" Jawab Ishi dengan senyum mengejek.


"Kamu ini besar kepala ya sekarang" Kata Gita sambil mengangkat tangannya hendak menampar Ishi.


Plaaak,,,


Tangan kanan Ishi menampar Gita sedang tangan kirinya menahan tangan Gita yang hendak menamparnya.


"Kamu" Teriak Gita sambil memegang pipinya yang merah akibat ditampar Ishi.


"Kenapa? Sakit? Apa mbak kira aku nggak berani buat nampar mbak? Itu tamparan buat mewakili para SPG yang geram dengan sifat Mbak. Masih untung aku nggak kasih tahu sama Abang dengan apa yang Mbak lakuin ke aku" Kata Ishi dengan santainya.


"Jadi kamu dendam..."


Plaaak.


Ishi kembali menampar pipi kiri Gita sampai ia tidak dapat melanjutkan kalimatnya.


"Itu buat perlakuan Mbak ke aku" Jawab Ishi tegas.


Mereka pun menjadi tontonan karyawan yang ada disitu, karena ini madih pagi jadi belum ada customer yang datang. Banyak yang senang melihat Ishi menampar Gita.


"Biar tahu rasa Gita itu" Kata karyawan lain.


"Kok Ishi berani banget sih?" Komentar yang lain.


Gita pun pergi meninggalkan Ishi dengan perasaan campur aduk. Antara kesal, jengkel dan malu.


"Wih, temen aku hebat banget sih" Ucap Rika.


"Keren shi, kamu belajar dari mana?" Kagum Indri.


"Belajar dari dia" Kata Ishi dengan senyuman.


"Jadi ini alasan nggak mau ngasih tahu laki tentang si Gita?" Tanya Rika.


"Iya dong, kalau Abang yang turun tangan nanti paling-paling cuma dipecat kan kasian. Aku nggak mau masalah sepele tapi buat rezeki orang susah. Begini lebih baik inikan urusan wanita jadi wanita yang harus menyelesaikan" Ucap Ishi mantap.


...* * * * *...


Hai kesayangan Mimin. Jangan lupa kasih like, vote dan rate bintang 5 buat mimin.


Salam sayang mimin. 🙆