
Tidak terasa besok adalah hari pernikahan Adnan dan Ishi. Semua keluarga sudah sibuk mempersiapkan acara yang akan diadakan di rumah kedua orang tua Ishi.
"Ini nikahnya tinggal besok tapi kok pengantinnya belum datang" Kata bu Ira tetangga di rumah Ishi.
"Cutinya baru besok, nanti sore baru datang" Bela bu Rus yang juga tetangga di rumah Ishi.
"Yoalah, wong arek rabi kok yo ora etok cuti suwi ki piye" Kata bu Ira.
(Ya ampun, orang mau nikah kok ya nggak boleh cuti lama ni gimana) Kira kira artinya seperti itu ☺.
"Jaman saiki seng penting pengantine wes siap, urusan seng lain yo wong tuo leng ngurus" Tambah bu Ros
(Jaman sekarang yang penting pengantinnya sudah siap, urusan yang lain ya orang tua yang urus)
* * *
Di kontrakan.
"Cie, yang besok nikah" Goda Rika
"Nanti kalo udah malem pertama cerita ya" Tambah Indri sambil cengengesan.
"Kalian ini apaan, kepo beneer" Jawab Ishi dengan muka merah.
"Ayo berangkat kerja, ntar kesiangan" Ajak Ishi mengalihkan pembicaraan.
"Iya, tau calon pengantin yang udah nggak sabar buat nunggu besok" Kata Rika.
"Shi, nanti kamu pulang sama siapa" Tanya Indri saat mereka berjalan menuju tempat kerja.
"Bareng sama keluarga pak Adnan" Jawab Ishi.
"Tapi kamu nggak boleh ketemu sama calon pengantin laki-laki loh, pamali" Imbuh Indri
"Kata siapa in, jangan percaya tahayul" Tambah Rika
"Tahayul atau bukan apa salahnya kalau kita mengikuti" Kata Indri
"Iya iya mak, nggak usah bawel ntar cepet tua loh aku ini nggak pernah ketemu sama calon misua, terakhir itu udah beberapa hari yang lalu" Kata Ishi.
"Cie, kangen nih" Goda Indri
Drrrt... Drrrrt
Suara ponsel Ishi membuat mereka diam.
"Dari siapa?" Tanya Indri
"Tante Nita" Jawab Ishi lalu mengangkat telepon dari Nita
📞 Ishi : "Assalamualaikum tante, "
📞 Nita :" Wa'alaikum salam nak, nanti kamu pulang jam berapa, nanti biar kamu dan adnan berangkat berdua ke sana."
📞 Ishi : "Jam 15.00 tante, bisa nggak Ishi pulang sendiri aja, kalau sama pak Adnan rasanya tidak enak"
📞 Nita :" Jangan dong sayang, nanti biar kamu dijemput sopir sendiri kalau begitu, semangat kerjanya sayang sampai jumpa besok"
📞 Ishi :" Iya tante terima kasih. "
"Senengnya punya mertua yang sayang sama menantu. Semoga kita semua mendapat mertua yang sayang sama kita" Kata Indri
"Aamiin" Jawab Rika dan Ishi bersamaan
Di kediaman keluarga Brawijaya
"Ayah, Ibu! Kenapa rumah ini sangat sepi" Oceh Nata
"Inget rumah juga kamu, dasar anak nakal" Jawab Nita sambil menuruni tangga
"Bu, Nata buru-buru pulang setelah mendengar kabar kalau Abang mau nikah, kapan Abang nikahnya bu? " Kata Nata
"Besok, hari ini kita mau berangkat menuju kota B" Kata Nita sambil memeluk Nata
"Kamu ini selalu kaya orang gila kalau udah denger kabar tentang Andin. Sampai kapan kamu mau kaya gini terus nak?"
" Kok Ibu nggak ngabarin Nata? Apa Nata udah nggak dianggap anak lagi" Rajuk Nata
" Bukannya gitu, Ibu malas kalau menghubungi kamu tapi kamu sibuk sama urusan Andin" Jawab Nita
"Nata kasian bu sama Andin, dia kan udah nggak punya saudara kemarin itu dia tiba-tiba masuk rumah sakit" Kata Nata dengan nada rendah sambil merebahkan tubuhnya diatas sofa.
" Bu, Andin hamil tapi itu bukan anak Nata"
" Kamu yakin itu bukan anak kamu? " Tanya Nita penuh selidik
"Aku ini masih takut pada Allah bu, nggak mungkin aku ngelakuin kaya gitu sebelum nikah" Jawab Nata sambil menatap Ibunya.
"Kalau kau yakin itu bukan anak mu, kenapa kemarin kamu masih bela-belain ngurus dia? Nak bukannya Ibu tidak suka dengan Andin tapi kalau sudah seperti ini lebih baik kamu lupakan dia, mulai dengan hidup yang baru" Nasehat Nita
Terdengar langkah kaki dari atas tangga saat Nita dan Nata sedang membicarakan hal penting,
" Kau pulang juga, udah selesai ngurusin pacar kamu itu'' Kata Adnan berjalan mendekati Ibu dan adiknya yang duduk di sofa.
"Udah, nggak usah bahas itu lagi. Kamu udah siapin barang yang mau kamu bawa bang" Tanya Nita pada Adnan.
"Udah kok bu, nanti aku berangkat sama Ishi aja" Kata Adnan
"Nggak usah, biar Ishi pergi diantar Nata, kalian calon pengantin pamali ketemu sebelum acara pernikahan" Kata Nita
"Kok nyebut nama Ishi, apa hubungannya sama Ishi bang? " Tanya Nata
"ya Ishi kan calon istri Abang mu? " Kata Nita
"Apa??? " Teriak Nata tidak percaya
"Bagaimana Ishi bisa menjadi calon kakak ipar ku, apa yang sebenarnya terjadi, aku hanya pergi beberapa hari tapi sudah banyak kejadian yang aku tidak tahu"
"Nggak usah teriak teriak, semuanya secara tidak langsung gara-gara kamu yang pergi mendadak di acara pesta pernikahan itu" Jelas Adnan
"Iya, dan akhirnya Abang kamu sama Ishi berakhir di kamar hotel" Tambah Nita
"Bu, kami tidak melakukan apa-apa" Bela Adnan.
"Bang apa yang sebenarnya terjadi" Tanya Nata
Akhirnya Adnan menceritakan kejadian itu pada Nata. Nata yang mendengar penjelasan Adnan hanya bisa duduk lemas tak berdaya.
"Aku kira kau akan jadi miliku, aku pergi untuk mengakhiri hubungan ku dengan Andin dan memulai hubungan dengan mu, namun apa yang ku dapat sebuah kenyataan bahwa kau akan menikah dengan kakak kandung ku " Batin Nata
"Ibu mau menghampiri Ayah mu dulu, nanti kita berangkat bareng ke hotel" Kata Nita sambil meninggalkan kedua anaknya itu
"Nata, nanti kamu jemput Ishi terus antar dia ke rumah orang tuanya" Perintah Nita.
"Kenapa kita nggak naik pesawat aja, kan lebih cepat" Ide Nata.
"Iya juga ya, kenapa Ibu nggak kepikiran, ya udah kita berangkat bareng semua yang penting kamu jemput Ishi, biarin Abang kamu berangkat sekarang aja" Kata Nita lagi.
"Iya bu, aku juga udah mau berangkat ini, tinggal nunggu Doni" Kata Adnan.
Waktu sudah menunjukan pukul 16.00. Ishi, Rika dan Indri akhirnya sampai di kontrakan mereka.
"Udah disiapin barang-barang yang mau di bawa pulang" Kata Rika
"Udah, kan aku nggak perlu bawa barang banyak" Kata Ishi
"Pengen ikut, pengen liat kamu nikah" Rengek Indri
"Terus kerjanya gimana, kalau cuma satu hari nggak cukup waktunya buat kalian bolak balik ke sini" Kata Ishi
"Ya udah ikut aja, nanti masalah izin kalian aku yang tanggung jawab" Kata Nata yang tiba-tiba berada di depan pintu kontrakan mereka.
"Besok kita itu juga libur, tapi kalau cuma 1 hari waktunya nggak cukup buat perjalanan" Kata Rika
" Berangkat bareng kita aja, keluarga aku pake pesawat pribadi jadi malemnya setelah selesai acara juga udah bisa balik" Kata Nata memberikan solusi.
"Beneran kak" Jawab Rika dan Indri kegirangan.
"Iya, udah sana cepetan siap-siap" Ajak Nata
Indri dan Rika pun berhamburan menuju kamar mereka menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa.
"Apa kau bahagia? " Tanya Nata
"Ntahlah kak, aku juga masih bingung dengan perasaan ku" Jawab Ishi sambil tersenyum.
"Abang ku orang yang baik, walaupun dia terlihat dingin dan kaku diluar tapi dia orang yang penyayang, kau tidak akan menyesal menikah dengannya dan aku beri satu rahasia, Abangku tidak pernah pacaran anggap itu sebagai kado pernikahan dari ku" Kata Nata sambil tersenyum.
"Ayo kak!" Ajak Indri dan Rika
Mereka menuju bandara dan di sana sudah menunggu Nita dan Hendro, sedangkan Adnan sudah berangkat duluan karena urusan bisnis .
#bersambung