My Love My SPG

My Love My SPG
Adri



"Bagaimana kau sudah dapat apa yang kuminta?" Tanya Adri pada asistennya.


"Tidak banyak yang saya dapatkan bos, hanya informasi dasar wanita selebihnya saya tidak menemukan apa-apa lagi" Jawab sang asisten sambil memberikan beberapa berkas pada Adri.


"Kau bodoh sekali, hanya mencari informasi seperti itu saja kau tidak pecus" Kata Adri sambil melempar laporan itu ke muka asistennya.


"Masalahnya ini menyangkut kluarga Brawijaya bos, rasanya akan sangat sulit mencari informasi tentang anggota keluarga tersebut" Alasan sang asisten.


Adri pun termenung sejenak. Ia masih mengingat kejadian semalam.


Flasback


Malam itu ketika Adri hendak menemui Ishi setelah Ishi pulang kerja, ia melihat Ishi yang dijemput oleh mobil pribadi. Adri pun membuntuti mobil tersebut karena penasaran siapa yang menjemput gadis pujaan hatinya.


Ketika mobil yang ditumpangi Ishi berhenti di pinggir jalan, ia pun ikut menepikan mobilnya di seberang jalan.


Ia terus memperhatikan sampai Ishi keluar dari mobil tersebut. Terkejutlah ia saat melihat sosok lelaki yang berada dalam satu mobil dengan Ishi.


"Adnan Brawijaya" Gumamnya.


Lalu ia pun mengambil benda pipih disaku celananya dan menghubungi seseorang.


"Kau selidiki tentang Adnan Brawijaya dan Ishika Maraya. Aku tunggu kabarnya besok" Kata Adri lalu ia mematikan sambungan telepon.


Flasback end


Mengingat kejadian tersebut Adri nampak mengangkat sebelah sudut bibirnya sedangkan sang asisten sibuk merapikan kertas yang dilemparkan Adri.


"Apa yang terjadi disini" Kata Ria sang kakak yang tiba-tiba masuk dan kaget melihat berkas yang berserakan. Ia pun mengambil salah satu kertas terdapat foto Ishi dan Adnan Brawijaya.


"Apa maksudnya ini? Kamu mau main-main sama keluarga Brawijaya?" Tanya sang Kakak dengan keras.


" Dan ini" Sambil memperlihatkan foto Ishi "Sudah Kakak bilang berhentilah bermain dengan wanita murahan. Kau bisa mendapatkan wanita yang sepadan dengan kita" Hardik Ria sang Kakak karena kesal dengan sikap Adri.


"Sudahlah kak, ini bukan urusanmu. Ini urusan lelaki" Kata Adri bangkit dari duduknya hendak keluar ruangan.


"Kalau sampai tingkah lakumu berimbas pada kerjasama kita dengan Brawijaya, kau tanggung akibatnya" Gertak Ria sambil menarik tangan Adri.


"Aku tahu kak, aku tidak akan membahayakan perusahaan. Ini hanya persaingan antara lelaki tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan dan harusnya kau juga tahu aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. " Jelas Adri lalu pergi meninggalkan ruangannya.


Sang Kakak hanya dapat membuang nafasnya kasar sambil memijat pelipisnya memikirkan tingkah adik semata wayangnya yang sering membuat onar.


* * * *


Drrrt... Drrrt


Ponsel Doni bergetar. Setelah memperhatikan nomor siapa yang menghubunginya ia buru-buru menggeser tombol hijau tersebut.


📞


Doni: "Iya bos, ada apa? Kenapa sampai jam segini kau belum datang?"


Adnan :"Mungkin aku tidak ke kantor. Kita bertemu saja langsung di tempat meeting. "


"Tumben sekali. Seorang Adnan Brawijaya tidak ke kantor. Apa kau kelelahan lembur di rumah bos?" Kata Doni dengan nada menggoda.


"Ampun bos, habis gaji adek kalau dipotong" Kata Doni dengan Nada yang dibuat-buat.


Adnan :"Jijik banget sih denger nada bicara kamu. Hahaha"


"Biasa aja kali bos. Bos buat pemindahan Nata ke kantor pusat gimana? Ini anaknya udah kesini ngerengek terus" Celoteh Doni.


Adnan :"Kamu urus aja, pindahin akhir bulan ini"


"Oke bos. Sampai bertemu di tempat meeting" Kata Doni mengakhiri panggilan.


"Enak banget sih jadi CEO datang dan pulang semaunya" Celoteh Nata yang berada di ruang kerja Doni.


"Makanya sana jadi CEO biar tahu rasanya" Jawab Doni.


"Nggaklah kak, jabatan itu buat Abang. Nggak kuat aku kalau harus bersaing dengan Abang. Hahaha" Jawab Nata.


"Kayanya Abang kamu bentar lagi kena masalah" Tebak Doni sambil menyandarkan badannya di kursi.


"Masalah apa Kak?" Tanya Nata serius.


"Kamu tahu Adri Wijaya, anak kedua dari pemilik PT. bina Citra?" Tanya Doni.


"Tentu saja, dia satu angkatan denganku sewaktu SMA. Memangnya kenapa?" Tanya Nata dengan penasaran.


"Dia sedang mengincar istri Abangmu" Kata Doni sambil memejamkan matanya.


"Apa.... !!!!" Teriak Nata dengan kaget.


"Biasa aja ekspresinya yang diincar itu bini abang kamu bukan bini kamu" Kata Doni sambil melempar bantal ke Nata.


"Aku tahu bagaimana sifat orang itu kak, makanya aku kaget"Jelas Nata.


"Yang penting kamu jagain aja bini Abang kamu itu kalau di tempat kerja" Perintah Doni.


"Tanpa diminta pun aku akan selalu menjaganya" Jawab Nata.


"Jangan baper loh" Ancam Doni.


"Nggak akan. Aku tahu kok mana punya Abang mana punya aku" Jawab Nata nyengir.


"Udahlah kakak mau siapin berkas buat pemindahan kamu ke kantor pusat" Kata Doni lalu beranjak dari duduknya.


"Semangat kak. Aku permisi dulu"Kata Nata lalu pergi meninggalkan ruangan Doni.


* * * *


Hai kesayangan mimin.


Mimin udah UP nih jangan lupa kasih like, vote yang banyak buat karya mimin.


Salam sayang dari mimin. 🙆