
Dimohon bijak dalam membaca, ada adegan 18+ di dalamnya tidak dianjurkan untuk anak di bawah umur 😉
Semakin Ishi mencoba untuk melepaskan diri semakin Adnan memeluknya erat.
"Abang, lepasin" Pinta Ishi
" Abang nggak akan lepasin kamu. Kamu harus bayar hutang ke Abang" Kata Adnan sambil tersenyum.
Tanpa menunggu jawaban Ishi, Adnan mulai mencium bagian leher Ishi lalu menuju bibir ranumnya. Melihat tidak ada penolakan dari Ishi membuat Adnan semakin leluasa melanjutkan kegiatannya.
Ishi hanya dapat memejamkan mata sambil menutup mulutnya menikmati setiap sentuhan yang Adnan berikan.
"Jangan ditahan sayang, Abang ingin dengar suara desahan kamu" Kata Adnan dengan suara parau sambil memegang tangan Ishi lalu melanjutkan kegiatannya.
Ciuman Adnan semakin lama semakin ke bawah. Ia pun banyak meninggalkan jejak kepemilikannya di tubuh Ishi.
"Aaahh....." Suara laknat itu akhirnya lolos dari mulut Ishi.
Dan malam panjang pun segera di mulai...
" Terima kasih sayang sudah memberikan hal yang paling berharga bagimu buat Abang" Kata Adnan sambil mencium kening Ishi setelah pergulatan panas mereka.
Sudah tak terhitung berapa ronde yang mereka lakukan, sampai mereka tertidur dibawah selimut yang sama.
* * *
Suara kicau burung dan sinar matahari yang masuk melalui celah diballik gorden membuat Adnan membuka matanya. Ketika ia membuaka mata, ia memandang wajah teduh Ishi yang masih tertidur dengan muka lelahnya.
Adnan mencium kening Ishi lalu Ishi membuka matanya ketika Adnan membelai wajahnya.
"Selamat pagi sayang" Sapa Adnan lalu mengecup singkat bibir Ishi "Yang ini morning kiss" Tambah Adnan sambil tersenyum.
"Pagi Abang" Sapa balik Ishi sambil tersenyum namun ekspresi itu berubah panik ketika ia melihat sinar mentari yang sudah cerah
" Gawat, aku kesiangan. Abang buru mandi gih, aku siapin sarapan" Kata Ishi sambil beranjak dari ranjang.
"Aww,," Rintih Ishi ketika hendak melangkah. Ia merasakan nyeri dipangkal pahanya.
"Buat hari ini Abang yang akan melayani kamu, jadi kamu nyantai aja, biar Abang yang melakukan semuanya" Kata Adnan sambil mengangkat tubuh Ishi dan membawanya ke kamar mandi.
"Abang!" Protes Ishi yang melihat tubuhnya dan tubuh Adnan tanpa benang sehelai pun.
"Apa kau masih malu? Abang udah lihat semuanya bahkan sudah menikmatinya,jadi buat apa malu lagi" Mendengar jawaban Adnan membuat muka Ishi memerah malu.
"Abang mau ngapain?" Tanya Ishi ketika melihat Adnan ke arah kompor.
"Mau buat sarapan sayang, emang kamu nggak lapar?" Tanya Adnan
"Abang bisa masak?" Tanya balik Ishi
"Bisa dong, apa sih yang Abang nggak bisa kalau buat istri tercinta Abang?" Bangga Adnan
Adnan pun mulai meracik bumbu dan bahan makanan yang akan ia masak, sedangkan Ishi hanya memandangnya dengan senyuaman.
"Betapa beruntungnya aku punya suami seperti dia. Terima kasih Ya Allah" Batin Ishi
"Abang tahu kalau Abang ini sexy kalau lagi masak, jadi kamu nggak usah liatin abang sampai air liurnya netes" Goda Adnan
"Ih Abang percaya diri betul" Jawab singkat Ishi.
"Kamu tahu nggak yang, kamu itu cewek pertama yang Abang masakin loh" Kata Adnan
"Iya tah? masa sih?" Selidik Ishi
"Tu kan nggak percaya, semua yang Abang lakuin hari ini nggak pernah Abang lakuin ke cewek mana pun, termasuk yang semalam" Goda Adnan
"kalau aku yang pertama maka jadikan aku yang terakhir juga ya?" Pinta Ishi
"Tentu, kan sayang Abang cuma buat kamu" Kata Adnan denga mantap lalu menyajikan nasi goreng buatannya untuk mereka sarapan.
"Wah, ini enak bang" Kata Ishi ketika mencicipi masakan Adnan
"Terima kasih tuan putri, kalau kamu suka Abang bisa buatin kamu setiap hari" Kata Adnan sambil mengusap pucuk kepala Ishi
"Jangan, terus gunanya aku apa? Masa iya suami yang melayani istri" Jawab Ishi
Mereka pun melanjutkan makan. Hari itu benar-benar mereka gunakan untuk bersantai di rumah.
Akhirnya up juga.
Maaf buat para pembaca mimin up nya lama soalnya dunia nyata sedang bergejolak jadi nggak bisa tiap hari up.
Jangan lupa dukung karya mimin denga like dan vote biar mimin bisa up tiap hari.
Terima kasih. 🙆