
Dalam perjalanan pulang mereka masih asyik membahas tentang Hendri.
Rika : "Shi, kayanya kak Hen suka deh ma kamu!!"
Ishi :" Apaan sih,,,ya nggak mungkinlah, ada-ada aja kamu ini ka"
Indri :"Perasaan siapa yang bisa nebak Ishi, kak Hendri loh kalau sama kamu kayaknya perhatian banget, nggak pernah marahin kamu, pokoknya beda banget kalau sama karyawan yang lain"
Rika :" Kalau memang dia suka ma kamu gimana shi?"
"Gimana apanya...??"Jawab Ishi bingung
Indri :" Ya diterima apa nggak gitu loh"
"Tau lah, bingung aku kalau kalian nanya kaya gitu.. Hahaha" Jawab Ishi sambil tertawa.
Tanpa terasa mereka sudah sampai di kosan.
Rika: "Sewa kos kita abis akhir minggu ini ya,,? Besok cari aja sih yang kontrakan aja kan kita bisa bertiga"
Indri :"Iya,,, biar gak takut kalau tidur sendirian"
Ishi :"Iya, besok kan aku libur, ntar coba deh aku keliling sekitaran tempat kerja kita cari ada yang kosong apa nggak"
Sesampainya Ishi di kamar dia langsung membersihkan diri tak lupa menunaikan kewajibannya yaitu Sholat Isya setelah itu merebahkan tubuhnya diatas kasur fikirannya menerawang jauh tentang perkataan para sahabatnya tentang Hendri.
"Bukannya aku nggak tau kak tentang perlakuan khusus mu kepada ku, tapi aku hanya masih belum memikirkan kearah yang serius" Batin Ishi dan akhirnya dia terlelap.
Berkumandangnya Adzan subuh menandakan waktu untuk Sholat. Ishi bangun melaksanakan kewajibannya, setelah itu dia memasak sarapan untuk mereka bertiga, walaupun mereka menyewa kamar yang berbeda tapi tetap disediakan dapur untuk memasak.
Sekitar jam 07.00 Ishi sudah siap akan pergi mencari kontrakan untuk mereke bertiga, begitu pun Indri yang sudah siap akan berangkat kerja.
Indri :"Rika masih tidur ya"
Ishi :" Kaya nggak tahu Rika aja kamu ini"
Indri:" Ayo sarapan terus berangkat bareng nyampek depan gang ya"
Ishi :"Oke.."
Setelah selesai sarapan ishi dan indri pergi memulai aktivitas mereka.
Ishi :" Udah ya,,,aku mau keliling cari kontrakan"
Indri : "Semangat ya cinta aku,,,inget cari yang murah... Oke!!! "
Ishi :"Iya sayang aku yang bawel"
Mereka pun berpisah. Sudah hampir 2 jam Ishi keliling tapi belum dapat kontrakan yang kosong. Akhirnya ia putuskan untuk berhenti sebentar di taman kota karena merasa lelah.
"Eh Ibu. Apa kabar,,? Jawab Ishi yang nampak kaget
"Baik nak. Kamu sendiri gimana,,,? Luka yang kemarin udah diobati..??" Tanya Nita nampak khawatir.
"Cuma lecet Bu, ini udah sembuh. Ibu dari mana kok ada di taman kota sendirian lagi" Tanya Ishi
Nita :"Alhamdulillah kalo udah sembuh. Ibu bosen di rumah sendirian, anak dan suami Ibu pada sibuk kerja jadi Ibu jalan jalan ke taman. Kamu sendiri ngapain disini kaya orang bingung.."
"Tadi sih niatnya mau cari kontrakan buat aku sama temen ku Bu tapi belom ketemu " Jawab Ishi
"Kamu ngontrak...?? Nggak tinggal sama orang tua..?" Tanya Nita penasaran.
Ishi:" Nggak Bu. Orang tua saya ada di kota B saya disini merantau dengan sahabat saya, maklumlah Bu dari kampung jadi buat ngebantu orang tua juga apalagi saya masih punya adik yang butuh biaya buat pendidikan. Saya nggak mau nanti adik saya nggak bisa kuliah seperti saya cuma gara-gara biaya." Tanpa terasa mata Ishi hampir meneteskan air mata.
"Maaf Bu, kok jadi saya yang curhat.. Haha!!" Tambah Ishi lagi
"Nggak papa. Kalau kamu butuh temen cerita Ibu siap kok dengerinnya, kalau masalah kontrakan mau nggak Ibu bantu teman Ibu ada yang punya kontrakan "Jawab Nita.
"Beneran Bu, makasih ya buk kalau Ibu mau bantu masalah cari kontrakan" Jawab Ishi terlihat bahagia
Mereka pergi menuju tempat yang ditunjukan oleh Ibu Nita menggunakan mobil.
"Kayanya ibu nita bukan orang sembarangan apa harusnya aku tolak aja bantuan dari Ibu Nita" Fikir Ishi dalam hati
"Kok kamu diem nak,, kamu mikirin apa? Ayo turun kita udah sampai"Ajak Ibu Nita membuyarkan lamunan Ishi
"Nggak kok Bu, saya nggak mikirin apa apa" Jawab Ishi
Setelah bertemu dengan pemilik kontrakan mereka sepakat untuk menyewa kontrakan di tempat tersebut.
Ishi :"Bu, makasih buat bantuannya. Kalau nggak ada Ibu nggak tau jadinya gimana"
Nita :"Udah nggak papa. Ini nggak ada apa-apanya kalo dibandingkan yang udah kamu lakuin buat Ibu. Ayo Ibu antar pulang sekalian"
"Nggak usah Bu makasih. Saya masih ada urusan lagi" Jawab Ishi sambil tersenyum.
"Lebih baik aku jangan terlalu bergantung kepada Ibu Nita, nanti dikira aku ini manfaatin beliau" Fikir Ishi dalam hati.
"Ya udah, Ibu duluan. Inget kalo ada apa-apa jangan sungkan hubungin Ibu. Ini nomor telepon Ibu" Kata Nita sambil memberikan kertas bertuliskan nomor teleponnya.
"Iya Bu. Sekali lagi makasih. Hati-hati di jalan ya Bu" Jawabnya sambil tersenyum.
"Kamu juga hati-hati ya Nak" Jawab Nita
mereka pun berpisah.