
"Shi, besok libur kan? Ikut Kakak yuk jalan - jalan?" Ajak Nata membuka pembicaraan.
"Mau kemana kak? Tapi aku nggak enak nanti ada Yang mikir kalau kita ada apa-apa lagi" Jawab Ishi.
"Cuma ada acara pernikahan temen kakak tapi kakak nggak ada pasangan. Kakak bingung mau ajak siapa. Tolong bantuin kakak kali ini aja. Kalau ada Yang ngomongin kita ya biarin aja" Jawab Nata.
"Ya udah, aku ikut. Acaranya jam berapa kak?" Tanya ishi sambil mengunyah makanannya.
"Jam 7 malam, besok kakak jemput. Oke" Kata Nata sambil mengacungkan jempolnya
"Oke" Jawab Ishi.
"Abisin gih makanannya, biar tambah gemuk" Kata Nata.
"Cewe itu ngga boleh terlalu gemuk kak, nanti nggak dapet pacar" Jawab Ishi
"Kata siapa? " Terlihat Nata berbicara sambil mengerutkan keningnya.
"Ya kata aku barusan" Jawab Ishi
"Banyak juga ya cowo yang suka cewe gemuk" Kata Nata
"Nggak banyak kak, cuma ada sebagian" Elak Ishi.
Begitulah mereka melalui makan siang, sampai jam makan siang habis.
Sesampainya di tempat kerja Gita sudah menunggu kedatangan Ishi, dengan langkah tegasnya ia menghampiri Ishi dan menarik tanggannya ke tempat yang lebih sepi.
"Aku kan sudah bilang jangan deketin kak Nata, kamu nggak punya telinga apa? " Tanya Gita dengan mata yang penuh amarah.
"Mba kan tadi lihat sendiri, saya tadi sudah menolak ajakan kak Nata, tapi dia yang menarik tangan saya" Bela Ishi
"Kali ini saya lepasin kamu, tapi jangan harap lain kali, abis kamu sama saya" Ancam Gita.
Ia lalu pergi meninggalkan Ishi.
Setelah gita pergi, Indri menghampiri Ishi
"Shi kamu nggak papa, emang kamu buat masalah apa sama si Nyonya Lampir? "
" Nggak papa kok In. Dia itu suka sama kak Nata, terus marah-marah sama aku gara gara aku deket ma kak Nata. " Jelas Ishi
"Nah, ngapa marahnya sama kamu. Udahlah shi nggak usah cari gara-gara sama Lampir" Nasehat Indri.
"Apa? Kamu mau jalan sama kak Nata shi?" Tanya Indri dengan ekspresi kaget.
"Iya, besok dia minta aku nemenin dia ke acara pernikahan temennya" Kata Ishi
"Sebenarnya kalian itu ada apa sih? " Selidik Indri.
"Nggak ada apa-apa in, kalau pun ada pasti aku cerita sama kalian. Udah jam pulang kerja nih. Aku pulang ya sayang." Jawab Ishi.
"Heeemmm, sendirian deh. Ya udah hati-hati di jalan" Jawab Indri
Sesampainya di kosan. Ishi langsung merebahkan badannya ia terlihat sangat lelah dengan urusan kerjaan dan Gita. Sebenarnya Ishi tidak mau ambil pusing masalah ancaman Gita tapi kalau lama-lama dibiarkan pasti akan berdampak buruk untuknya disisi lain Ishi tidak enak hati jika menolak tawaran Nata, karena ia sangat baik kepada Ishi.
Drrrt. Drrrttt
Getar ponsel membuyarkan lamunan Ishi. Ternyata itu telepon dari keluarganya di kampung.
"Assalammu'alaikum Bu, "
Jawab Ishi yang terlihat bahagia mendapat telepon dari keluarganya.
"Ea'alaikum salam nak, gimana kabar kamu disana" Yanya Ibu Ishi yang bernama Warni.
"Alhamdulillah baik,, kabar Bapak sama Deni gimana Bu? " Tanya Ishi.
Ishi adalah anak pertama dari pasangan Anto dan warni. Ia mempunyai adik laki-laki yang bernama Deni.
"Alhamdulillah baik juga, kamu kapan pulang nak, masak pulang aja nunggu setahun sekali " Protes Ibunya.
"Sabar bu, nanti kalo Ishi bisa cuti lama pasti Ishi pulang. Kan Ibu tahu di tempat kerja ishi mau cuti itu susah. Ibu besok Ishi transfer buat biaya Deni sekolah sama belanja Ibu ya " Terang Ishi.
Ishi adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya. Sebisa mungkin ia tetap mengirim uang untuk biaya adik dan orang tuanya di kampung.
"Jangan nak, kan Ibu udah bilang simpan uang mu buat masa depan nanti. Ibu merasa bersalah tidak dapat mengabulkan keinginan mu untuk kuliah, tapi kau malah bekerja, dan selalu mengirim uang untuk kami" Terang Ibunya.
"Ibu, aku ikhlas membantu Ibu, nanti kalau aku sudah punya suami belom tentu aku bisa bantu ibu" Terang Ishi.
"Ya udah, tapi dikit aja sisanya buat kamu makan di kota. Ingat jaga diri ya nak. Assalammu'alaikum" Pamit Ibu
"Wa'alaikum salam. Baik bu Ishi selalu jaga diri disini" Jawab Ishi.