My Love My SPG

My Love My SPG
Resign Pembawa Petaka



Siang itu, Ishi, Rika dan Indri disibukan dengan kegiatan menyusun tumpukan kotak sepatu di gudang.


"Menurut kalian kalau aku resign gimana?" Tanya Ishi pada kedua sahabatnya.


Mereka berdua langsung menengok ke sumber suara karena kaget dengan ucapan Ishi.


"Kamu beneran mau resign shi?" Tanya Rika.


"Apa kamu bunting makanya mau resign? Atau gara-gara pernyataan cinta dari kak Hendri?" Tanya Indri.


"Iya aku mau resign, nggak mungkinkan aku selalu ninggalin Abang saat shift malem kasian dia di rumah sendirian." Jelas Ishi.


"Aku belum hamil kok ndri. Ini nggak ada hubungannya dengan pernyataan cintanya kak Hendri ya!" Katanya sambil memandang Indri.


"Apa laki kamu yang nyuruh buat resign?" Selidik Rika.


"Kalau Abang sih terserah sama aku, tapikan aku ngerasa bersalah kalau nggak ada yang ngurusin dia kalau aku kerja. Apalagi saat dia sakit kaya gini" Jelas Ishi dengan muka lesu.


"Emang laki kamu sakit apa?" Tanya Indri.


"Katanya kepalanya pusing, makan nasi mual terus pingin makan bubur ayam. Aneh Abang tu, kata dia sih asam lambung" Kata Ishi sambil mendudukkan pantatnya karena capek berdiri.


"Ngidam kali" Celetuk Rika.


"Hah...!!" Ekspresi muka Ishi kaget.


"Kan aku belum hamil, jugaan kalau aku hamil masa iya Abang yang ngidam" Katanya sambil senyum.


"Bisa juga kali shi, istri yang hamil laki yang ngidam. Buktinya ada kok" Jelas Indri


"Kamu ini jomblo tapi pengetahuannya luas banget kalau masalah begituan" Cibir Rika.


"Ck, kalian ini dibilangin nggak percaya. Kalau masalah ilmu jangan bawa status jomblo dong" Decak Indri.


"Tu kan, malah debat" Kata Ishi.


"Bukan debat, hanya mengemukakan pendapat" Jelas Indri.


"Jadi kapan mau bilang ke SPV?" Tanya Rika.


"Kayanya habis istirahat deh" Jelas Ishi.


* * * *


Setelah istirahat sesuai perkataan Ishi kepada kedua sahabatnya, ia pun pergi menuju ruang SPV.


"Permisi kak" Kata Ishi sambil membuka pintu.


"Ada apa ?" Tanya Gita ketus.


"Kak hendrinya ada Mbak?" Tanya Ishi.


"Lagi keluar. Ada perlu apa ngomong aja sama saya" Jawab Gita tanpa melihat Ishi karena sibuk dengan komputer.


"Maaf Mbak, saya kesini mau mengajukan surat resign. " Kata Ishi sambil memberikan amplop berisi surat resignnya.


"Kamu mau resign shi?" Tanya Hendri yang tiba-tiba masuk ke ruangan.


"Iya kak" Jawab Ishi.


"Kenapa? Apa gara-gara Kakak?" Tanya Hendri sambil duduk di kursinya.


"Bukan kok kak, saya cuma capek aja. Saya mau istirahat" Jelas Ishi.


"Kalau capek kan bisa ambil cuti buat istirahat" Jelas Hendri.


"Kak Hendri ini gimana, orang mau resign kok malah ditahan. Biarin aja kenapa?" Dengus Gita.


"Ya kan selama kerja Ishi ini anak rajin dan nggak pernah ada masalah" Kilah Hendri.


"Dasar, tukang cari perhatian " Gumam Gita sambil melirik Ishi.


"Jadi gimana kak, bisa apa nggak?" Tanya Ishi.


"Kamu yakin? Kan kamu bisa ambil cuti" Tanya hendri mencoba meyakinkan.


"Yakin kak" Jawab Ishi mantap.


"Iya tahu kok kak. Memang saya mengajukan buat akhir bulan ini" Jawab Ishi dengan senyuman.


Deg..


Jantung Hendri berdetak cepat ketika melihat senyuman Ishi.


"Aku harus mendapatkanmu entah dengan cara apapun sebelum kamu benar-benar keluar dari sini ." Batin Hendri.


"Tapi kok kamu keluarnya barengan sama kak Nata sih? Ada hubungan apa kalian berdua?" Selidik Hendri karena merasa cemburu dengan kedekatan Ishi dan Nata. Apalagi ditambah waktu mereka yang bersamaan ketika akan keluar dari tempat kerja.


Ishi pun mengerutkan keningnya ketika disangkut pautkan dengan Nata.


"Memang kak Nata mau resign juga" Tanya Ishi.


Sedangkan Gita langsung mengalihkan pandangannya setelah mendengar nama Nata disebut.


"Memang kak Nata mau resign kak?" Tanya Gita merasa penasaran.


"Bukan, cuma Nata pindah tugas ke kantor pusat. Secara diakan anak yang punya Mall" Jelas Hendri.


"Ada hubungan apa sebenarnya kamu sama kak Nata?" Tanya Gita dengan muka menahan amarah.


"Saya nggak ada hubungan apa-apa Mbak" Jelas Ishi.


"Kamu tahukan kalau kak Nata anak yang punya Brawijaya Group. Makanya kamu deketin dia? Dasar penggoda" Cibir Gita.


"Mbak jangan asal bicara ya. Saya nggak ada apa-apa sama kak Nata" Kata Ishi dengan geram.


"Gita, jangan kaya gitu" Lerai hendri.


"Kakak nggak usah percaya dengan muka polosnya itu. Dia ini sering goda kak Nata. Kakak aja yang nggak tahu" Kata Gita pada Hendri.


Hendri pun berfikir sejenak. Ia masih ingat dengan kejadian kemarin saat Ishi menalaknya dan pergi dengan menggandeng tangan Nata.


"Udahlah shi, kamu terima aja cinta Kakak. Kakak tahu kalau Kakak tidak sekaya Nata tapi kalau perasaan jelas Kakak lebih unggul. Apa kamu mendekati Nata karena harta?" Tanya Hendri yang mulai termakan kata-kata Gita.


"Kalian ini apa-apaan. Aku kesini buat ngurus masalah resign bukan memperdebatkan masalah pribadi" Jelas Ishi dengan geram.


Plak.


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Ishi. Tamparan dari Gita sedangkan Hendri hanya melihat saja.


"Ngomong yang sopan. Kita ini atasan kamu" Kata Gita dengan kesal.


Sedangkan Ishi hanya memegang pipi merahnya akibat tamparan Gita.


"Kalau kalian bahas masalah pekerjaan oke kalian atasan saya, tapi kaliankan membahas masalah pribadi. Apa ada atasan yang membahas masalah pribadi dengan bawahannya?" Kata Ishi dengan menekankan pada kata masalah pribadi.


"Tapi ini masih di area kerja berarti masih ada hubungannya dengan pekerjaan" Kilah Gita.


"Terserah kalian. Aku akan keluar dari tempat kerja ini sebelum akhir bulan ini setelah aku menyelesaikan masalah stokan" Kata Ishi dengan geram lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


( Memang kalau mau resign harus mengurus masalah stok barang di area yang kita jaga, makanya nggak bisa asal keluar)


"Kau kira siapa kau, bisa keluar dari tempat kerja ini tanpa izin dari kami?" Ejek Gita.


Lalu Ishi membalikkan badannya.


"Kalian akan menyesal setelah tahu siapa aku. Ingat kata-kataku" Kata Ishi dengan mata berkaca-kaca lalu pergi menutup keras pintu ruangan SPV.


"Sombong sekali dia. Dia fikir dia itu bos apa" Dengus Gita.


"Kamu seharusnya nggak main tangan Gita. " Kata Hendri.


"Salah sendiri Kakak nggak hentiin aku" Jawab Gita dengan enteng lalu duduk kembali di depan komputer.


"Sial banget sih, niatnya mau resign malah dapet hadiah kaya gini. Ini resign pembawa petaka" Gumam Ishi.


* * * * *


**Hai kesayangan mimin, maaf ya mimin UP agak lama soalnya sibuk didunia nyata. Buat yang udah baca karya mimin jangan lupa kasih like dan vote ya. Buat yang udah kasih like dan vote mimin ucapkan terima kasih.


Salam sayang dari mimin. 🙆**