
"Abang besok nggak libur ya..?" Tanya Ishi sambil merebahkan dirinya di ranjang.
"Nggak bisa sayang, kan Abang ada meeting besok tapi Abang usahain buat pulang cepet. Kamu nggak papakan pindah ditemenin Ibu...?" Tanya Adnan sambil membelai kepala Ishi.
"Iya, besok juga ada Rika sama Indri kok, tapi inget pulangnya nggak boleh lebih dari jam 5" Ultimatum Ishi
"Iya, Abang usahain. Ayo tidur Abang udah ngantuk" Kata Adnan sambil memeluk Ishi.
"Kapan kamu mau kasih hak Abang sebangai suami...?" Tanya Adnan.
"Nanti bang, kalau kita udah selesai pindah rumah dan aku yakin sama perasaan Abang. Hahaha" Jawab Ishi sambil tertawa.
"Alamat buka puasanya lama ini! Kamu kurang yakin sama perasaan Abang..? Abang perlu buktiin yang gimana lagi...? Kita udah nikah hampir satu bulan loh!" Protes Adnan.
"Ya udah, nanti kalau kita udah pindah rumah" Kata Ishi
"Berarti besok dong,,yes...!!" Semangat Adnan.
Hubungan mereka memang semakin dekat, namun Ishi masih belum yakin akan perasaannya.
Pagi hari setelah semua persiapan Ishi pindah rumah dibantu mertuanya, Rika, Indri dan Nata.
Mereka sibuk menata perabotan untuk mengisi rumah tersebut. Tanpa terasa sudah sore saat pekerjaan mereka selesai.
"Akhirnya selesai juga" Kata Indri lalu mendudukan dirinya di sofa.
"Makasih ya kalau nggak ada kalian pasti ini belum selesai" Kata Ishi sambil membawa minuman untuk mereka.
"Iya sama-sama sayangku" Jawab Rika sambil memeluk Ishi.
"Gimana kalau habis ini kita buat acara makan-makan" Ide Nata
"Ya udah biar Ibu sama Ayah nyiapin yang mau dimasak" Kata Nita
"Biar Ishi aja bu yang belanja," Tawar Ishi.
"Udah nggak papa, sekalian Ayah sama Ibu mau pergi bentar, kalian beresin yang belum kelar sama siapin semua peralatan " Jawab Hendro.
Setelah semua persiapan selesai mereka memulai acara makan-makan dengan hidangan seafood bakar, ayam.
📞 "Abang belum pulang, ini udah sore kan janjinya nggak lebih dari jam 5" Omel Ishi saat menelfon Adnan.
Mereka yang mendengar itu hanya tersenyum.
"Gila, Ishi berani ngomel kaya gitu sama bigboss" Kata Indri ke Rika
"Ya kali Ishikan bininya," Jawab Rika
"Udah biasa denger kaya gitu " Tambah Nata
"Apa sih sayang kok marah-marah Abang udah nyampek" Suara Adnan yang sudah memasuki halaman belakang.
"Kok nggak kedengeran suara mobil" Jawab Ishi menghampiri Adnan dan mencium tangannya.
"Ya kamu ngomel-ngomel terus jadi nggak kedengeranlah" Goda Adnan
"Udah,,kalian ini berantem terus" Lerai Ibu.
Lalu Adnan ikut bergabung dengan mereka.
Setelah acara makan-makan selesai, mereka mulai pamit.
"Ibu sama Ayah pulang ya nak, sering-sering main ke rumah ya " Pesan Nita
"Nan, jaga Ishi cepetan kasih Ayah cucu" Kata Hendro sambil tersenyum.
"Sabar yah, abis ini gas pol" Jawab Adnan lalu mereka tertawa.
"Inget kak, besok Ishi masih harus kerja kasian nanti" Bela Nata.
"Omongan apaan sih" Sela Ishi.
"Wah, hati-hati Shi" Goda Rika
"Kalian ini ngomongin apa sih" Tanya Indri yang nggak nyambung dengan obrolan mereka.
"Nggak papa, ayo pulang" Ajak Rika.
"Kita pamit dulu ya sayang" Kata Nita
"Iya bu, makasih buat semuanya" Jawab Ishi.
Setelah semua pulang tinggallah Ishi dan Adnan.
"abang mau mandi...?" Tawar Ishi.
"Mandi bareng boleh?"Tanya Adnan sambil tersenyum.
"Nggak boleh" Jawab Ishi tegas.
"Katanya kamu mau kasih hak Abang " Rengek Adnan.
"Puasa dulu sampai aku selesai dateng bulan ya bang" Kata Ishi lalu pergi meninggalkan Adnan.
"Berapa lama.. ?" Tanya Adnan yang mengejar Ishi ke kamar mandi.
"Satu minggu biasanya" Jawab Ishi
"Bakalan lama ini buka puasanya" Kata Adnan dengan nada lesu
"Udah cepetan mandi, ini udah siap airnya" Kata Ishi lalu keluar dari kamar mandi.
**jangan lupa like, like, like.
Terus kasih dukungan buat mimin.
Terima kasih 🙆**