My Love My SPG

My Love My SPG
Nama



"Bang, tumben kerjanya nggak lembur, biasanya tiada hari tanpa lembur" Kata Nata memecah keheningan di dalam mobil.


"Capek kali lembur terus" Jawab Adnan.


"Hemmm, ngomong aja mau lemburin yang lain kan...?" Jawab Nata.


"Kalau udah tahu ngapain pake nanya. Besok-besok jangan nebeng mobil Abang, kan kamu punya mobil sendiri" Kata Adnan.


"Ih,, Abang ini pelit banget" Jawab Nata.


"Kamu itu ganggu Abang tahu.." Jawab Adnan tersenyum sedangkan Ishi hanya tersenyum mendengar obrolan mereka.


Sesampainya di rumah mereka turun dari mobil dan memasuki rumah.


"Tumben anak-anak ibu pulangnya bisa bareng" Kata Nita


"Iya bu, Abang sekarang nggak gila kerja, hahaha" Jawab Nata sambil tertawa dan mencium tangan Nita diikuti Adnan dan Ishi.


"Bu, Ishi permisi dulu ke kamar" Izin Ishi pada mertuanya.


"Iya nak, istirahat sana. Kamu pasti capek" Jawab Nita.


"Aku juga ke kamar ya bu" Kata Adnan lalu mengikuti Ishi ke kamar.


"Hem, mentang-mentang pengantin baru,semua maunya berduaan" Celoteh Nata.


"Makanya cepet nikah biar tahu rasanya" Jawab Nita sambil meninggalkan Nata.


"Kok Ibu jadi belain Abang sih" Kesuh Nata.


Sesampainya di kamar, Adnan duduk di sofa dan Ishi mempersiapkan pakaian ganti buat Adnan.


"Abang mau mandi dulu apa gimana?" Tanya Ishi


"Abang mau mandi aja, habis itu mau istirahat" Kata Adnan sambil bangkit dari sofa.


"Abang.." Teriak Ishi yang melihat Adnan keluar dari kamar mandi cuma menggunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya.


"Abang kalau keluar jangan cuma pake handuk, bikin aku kaget" Jawab Ishi sambil memalingkan wajahnya.


"Abang itu suami kamu, jadi wajar to kalau cuma pake handuk depan istri. Kamu kaget apa terpesona liat badan Abang" Goda Adnan sambil berjalan mendekati Ishi.


"Apaan sih Abang ini" Jawab Ishi sambil berlari menuju kamar mandi.


"Tahan Adnan, tunggu waktu yang tepat" Kata Adnan dalam hati.


Setelah mandi Adnan merebahkan tubuhnya di ranjang sambil mengotak-atik ponsel Ishi.


"Abang lagi ngapain...?" Tanya Ishi saat keluar dari kamar mandi.


"Kok nama Abang cuma kamu kasih nama Adnan" Protes Adnan sambil memperlihatkan layar ponsel ke arah Ishi.


"Emang mau diganti apa..? kan nggak penting juga yang penting disimpan" Jawab Ishi sambil tersenyum.


"Ya pentinglah, pokoknya ganti" Perintah Adnan.


"Kenapa sifat Abang jadi kaya anak kecil sih" Batin Ishi


"Mau diganti apa Bang? Ishi bingung, Abang ganti aja sendiri" Jawab Ishi sambil duduk di depan meja rias.


"Nomor kamu aja Abang ganti jadi my Ishi, masak punya abang cuma nama doang, pokoknya ganti" Protes Adnan.


"Iya,,,sini Ishi ganti" Kata Ishi sambil berjalan mengambil ponsel dan mengganti nama Adnan di ponselnya.


"Kok walpaper aku abang ganti juga" Protes Ishi wallpapernya diganti dengan foto Adnan.


"Ya nggak papa, biarin orang tahu kalau kamu udah ada yang punya." Jawab Adnan.


"Terserah Abang aja" Kata Ishi sambil merebahkan dirinya di ranjang dan Adnan pun ikut merebahkan diri juga.


"Kamu ganti apa nama abang di ponsel mu?" Tanya Adnan penasaran namun tak dijawab oleh Ishi karena ia sudah tertidur, akhirnya Adnan pun menelfon ponsel Ishi.


"Bawel...? Jadi itu yang dia ganti" Batin Adnan dan ia pun mengganti namanya di ponsel Ishi tanpa sepengetahuan Ishi.