My Love My SPG

My Love My SPG
PD Tingkat Dewa



Sesampainya Ishi di rumah, ia langsung menyiapkan makan malam sambil menunggu Adnan pulang. Setelah dirasa semuanya beres barulah ia siap-siap untuk mandi dan menunggu Adnan.


Tin... Tin (suara klakson mobil)


Setelah mendengar suara klakson mobil yang diyakini mobil Adnan buru-buru Ishi menyambutnya di depan Rumah.


"Assalamualaikum" Kata Adnan


"Wa'alaikum salam. Kok baru pulang bang?" Tanya Ishi sambil mencium tangan Adnan dan membawakan tas kerja Adnan.


"Tadi meeting sampai sore. Tumben Abang pulang kamu udah dandan cantik" Puji Adnan karena memang kalau di rumah Ishi sangat jarang memakai make up.


"Lagi pengen bang" Jawab Ishi asal sambil berjalan mengikuti suaminya.


"Mandi dulu bang, habis itu kita makan"


"Iya sayang" Jawab Adnan


"Baju gantinya aku taruh diatas ranjang, jangan lupa sholat ntar keburu magribnya habis" Oceh Ishi dari ruang makan.


"Iya sayang" Teriak Adnan dari tangga menuju kamarnya.


"Kenapa dia sekarang bawel, dulu perasaan dia itu nggak secerewet ini" Gerutu Adnan


* * * *


Ting.


Suara menandakan sebuah pesan WhasApp masuk di ponsel. Adnan pun melihat ponsel siapa yang berbunyi dan ternyata itu adalah ponsel Ishi. Seketika ia membuka pesan dari siapa yang malam-malam mengirimi pesan kepada istrinya.


+62....


📩 Hai, apa yang sedang kau lakukan? Apakah aku mengganggumu?


Adnan yang membaca pesan itu pun mengerutkan dahinya.


"Nomor siapa ini? " Gerutu Adnan dan ia pun melihat foto siapa yang ada di nomor itu dan betapa terkejutnya Adnan saat melihat bahwa itu foto Adri rekan bisnisnya. Ia pun tidak berniat untuk membalas pesan tersebut walaupun dalam dadanya terasa sesak melihat lelaku lain mengirim pesan untuk istrinya.


"Abang udah siap belum, ayo makan" Ajak Ishi karena lama menunggu Adnan di ruang makan.


"Kok belum ganti baju, dari tadi ngapain aja?" Tanya Ishi yang melihat Adnan cuma memakai handuk.


"Nih, ada pesan masuk dari penggemar kamu!" Kata Adnan sinis.


"Maksudnya?" Tanya Ishi yang masih belum mengerti


"Kamu lihat sendiri" Kata Adnan sambil memberikan ponselnya dan ia pun langsung ganti baju dan melaksanakan sholat.


Ishi yang melihat siapa pengirim pesan tersebut pun bingung bagaimana menjelaskan pada Adnan. Setelah Adnan selesai sholat Ishi mencoba menjelaskannya.


"Bang, aku"


"Nanti aja, Abang laper selesai makan baru kamu jelaskan" Potong Nata dengan ekspresi datarnya.


Setelah selesai makan, mereka berdua menuju ruang TV, Ishi pun mencoba membuka pembicaraan.


" Abang aja yang bales pesan itu"


" Udahlah biarin aja, Abang percaya kok sama kamu. Mana mungkin kamu mau berpaling dari Abang. Abang kan yang terbaik buat kamu" Jawab Adnan dengan percaya diri sambil mengacak-acak rambut Ishi


"Ih,PD betul Abang ini" Cibir Ishi


"Terus nanti aku kasih alasan apa buat nolak dia bang kalau dia nyamperin aku di tempat kerja. Susah kalau banyak yang naksir" Kata Ishi


" PD banget sih kamu ini, mana mungkin dia nyamperin kamu ke tempat kerja. PD tingkat dewa, hahaha. Memang berapa orang yang suka sama kamu itu?" Goda Adnan


"Abang nggak tahu aja, tadi siang itu ada yang minta aku buat jadi Istrinya" Jelas Ishi dengan bangga


" Siapa?" Tanya Adnan dengan nada agak tinggi


"Berani banget dia nyatain cinta ke Nyonya Adnan"


"Hendri SPV Mall Abang" Kata Ishi dan menceritakan apa yang terjadi tadi siang


"Mau di mutasi ke daerah terpencil rupanya dia" Oceh Adnan


"Makanya kamu bilang aja kalau kamu udah nikah sama Abang"


"Iya juga tapi apa nggak papa buat Abang?" Tanya Ishi ragu


"Abang malah bahagia kalau kamu mau ngakuin Abang sebagai suami kamu" Kata Adnan


"Selama ini aku udah ngakuin kok cuma belom mempublikasikan aja" Alasan Ishi


"Alasan aja" Jawab Adnan


"Kamat yuk," Ajak Adnan


"Masih sore bang, aku belum ngantuk" Tolak Ishi


"Kalau gitu kita lakuin disini aja, kalau kamu nggak mau ke kamar" Kata Adnan dengan senyum devilnya.


"Maksud Abang?" Tanya Ishi masih belum paham


Lalu Adnan membuka kacing baju Ishi


"Abang, ini masih sore" Kata Ishi mulai mengerti akan ajakan Adnan


"Cuma kita berdua di rumah, jadi nggak masalah" Sanggah Adnan.


Ishi pun tidak dapat menolak ajakan Adnan sampai tengah malam akhirnya mereka melakukan kegiatan olahraga.


akhirnya mimin bisa UP juga.


**Terima kasih buat para reader yang udah kasih vote, like and comment buat karya mimin.


Salam sayang dari mimin 🙆**.