My Love My SPG

My Love My SPG
Ternyata Dia Berbeda



"Aw, apa kau ingin menyakitiku..?" Teriak pelanggan itu. Mereka yang mendengar langsung mengalihkan pandangan mencari sumber suara tersebut.


"Maaf Kak, tapi saya tidak melakukan apa-apa. Saya hanya memakaikan sepatu di kaki Kakak." Bela Ishi


"Kok kayanya pelanggan itu sengaja ya ngerjain Ishi" Celetuk Rika


"Tapi buat apa coba, kenal sama Ishi juga nggak kan?"Jawab Indri


"Apa kau tidak bisa lihat aku kesakitan? Apa perlu saya cari atasan kamu untuk memecatmu " Teriak pelanggan itu


"Tapi saya tidak melakukan apa-apa Kak" Jawab Ishi


"Ada apa ini?" Suara tegas Adnan terdengar semakin mendekat sedangkan rombongan yang mengawal Adnan hanya melihat tanpa bersuara.


"Kau lihat Nan, pegawaimu ini sungguh tidak bertanggung jawab akan pekerjaannya. Melayani ku saja dia tidak becus" Oceh pelanggan itu yang ternyata adalah seseorang yang mengenal Adnan, lebih tepatnya menyukai Adnan. Ia bernama Vina.


"Apa yang kau lakukan? Kau tahu aku hanya memperkerjakan mereka yang punya rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya. " Kata Adnan dengan tegas yang berdiri diantara mereka.


"Maaf Pak saya yang salah, tapi saya mohon jangan pecat saya" Mohon Ishi karena ia tahu diri kalau yang berada di depannya itu adalah CEO di perusahaan tempatnya mencari nafkah, sedangkan pelanggannya itu adalah temannya, jadi Ishi lebih memilih cari aman karena dia sadar bahwa dia masih sangat butuh pekerjaan ini.


"Bukan kau Nona, tapi kau" Jawab Adnan sambil menatap Vina dengan tajam.


Semua yang ada disitu terlihat heran tak terkecuali Ishi, dia kira bahwa dirinyalah yang akan disalahkan. Adnan bukannlah orang yang memandang rendah seseorang hanya karena pekerjaannya. Apalagi sedari tadi ia menyaksikan bahwa pramuniaganya tidaklah bersalah.


"Kami sudah melayani anda dengan baik, tapi jika anda merasa tidak puas dengan pelayanan kami silahkan untuk meninggalkan Mall kami. Kami tidak pernah memperlakukan seseorang dengan buruk hanya karena profesinya. Saya tidak tahu maksut anda melakukan ini, jadi saya mohon jangan buat keributan di Mall kami. Jika anda merendahkan pramuniaga kami itu sama saja anda merendahkan kami." Ucap Adnan panjang lebar.


"Maaf Vin, saya sangat sibuk pintu keluarnya di sebelah sana " Kata Adnan sambil menunjuk pintu keluar "Dan kau Nona lanjutkanlah pekerjaanmu" Katanya lagi sambil pergi meninggalkan Ishi dan diikuti oleh Hanif dkk.


Ishi masih tak percaya dengan kejadian yang barusan terjadi. Bukan cuma Ishi tapi hampir semua pegawai Mall tahu tentang kejadian itu. Sedangkan Vina hanya bisa pergi sambil menahan amarah atas apa yang dilakukan Adnan.


"Awas kamu Nan. Aku pastiin kamu bakal jadi milik aku" Ucapnya dalam hati.


"Shi, kamu nggak papa, " Tanya Rika


"Iya nggak papa" Jawab Ishi


"Uluh-uluh Bigboss aku emang beda banget ya. Aku kira dia itu orangnya arogan, galak, dingin nggak taunya dia itu baik banget. " Oceh Indri.


"Yee, ini bukannya nanyain kabar temennya malah sibuk sama kagumnya. Kamu kira semua CEO itu kaya CEO-CEO yang kamu baca dinovel" Jawab Rika sewot


"Ih, apaan sih Mak. Jangan sering sering ngomel ntar cepet tua" Ejek Indri


"Udah-udah, malah ribut sendiri. Dasar emak-emak. Haha" Lerai Ishi sambil tertawa.


"Ternyata dia berbeda dengan yang seperti orang katakan. " Fikir Ishi.


Memang Adnan adalah orang yang terkenal dingin, tegas, dan kejam jika itu mengenai bisnis, tapi jika masalah keluaga pasti ia akan berubah 180 derajat.