
Karena waktu menunjukan pukul 19.00 Nata berinisiatif untuk kembali ke Mall dulu sekedar mencari informasi tentang kejadian tadi.
"Sebaiknya aku cari kebenaran dari kejadian tadi. Bisa gawat kalau sampai Abang yang tahu duluan. Nanti pasti aku yang disalahkan karena tidak dapat menjaga Ishi" Gumam Nata.
"Rika, bisa kita bicara sebentar" Kata Nata setelah sampai di Mall dan menemui Rika.
"Iya kak, ada apa?" Tanya Rika kaget melihat kedatangan Nata.
"Bisa kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Ishi?" Tanya Nata.
"Kamu nggak usah takut, aku cuma mau tahu aja bisa gawat kalau Abang yang tahu duluan" Tambah Nata mencoba meyakinkan Rika karena terlihat Rika seperti tidak yakin untuk menceritakan kejadian tadi.
Akhirnya Rika menceritakan kejadian yang menimpa Ishi.
"Kalau Kakak mau bukti Kakak bisa lihat dari CCTV yang ada di ruangan kan" Tambah Rika.
"Kau benar juga" Kata Nata sambil mangut-mangut.
"Masalahnya kemungkinan Ishi sedang hamil bakalan runyam masalahnya kalau sampai kedengeran orang tua Kakak. Apalagi ini bawa-bawa nama Kakak"
"Apa kak, Ishi hamil?" Tanya Rika kaget.
"Kemungkinan besar. Kamu jangan ngomong sama siapa-siapa ya ini rahasia" Ucap Nata lalu pergi ke ruang SPV.
Namun saat mereka berbicara ada yang mencuri dengar pembicaraan Rika dan Nata walaupun tidak semua yang ia dengar.
"Tahu nggak, tadi aku denger Rika ngobrol sama kak Nata mereka bilang Ishi hamil" Kata Karyawan A.
"Masa sih, terus sama siapa kan dia belum nikah" Jawab Karyawan B.
Namun obrolan mereka terhenti saat Rika melintas depan mereka.
"Kalian ngobrolin apa sih, kok bisik-bisik" Tanya Rika.
"Bukan apa-apa kok Ka" Kata mereka lalu pergi membubarkan diri.
"Aneh" Gumam Rika.
* * * * *
Ketika Nata berada di ruangan SPV ia lalu mengecek CCTV dan langsung memanggil bagian teknisi untuk meminta rekaman yang terjadi di ruang SPV tadi .
"Kak Nata kok balik lagi?" Tanya Gita heran melihat Nata ada di ruangan karena hari ini dia libur.
"Kok pakai ada teknisi disini?"
"Apa urusannya sama kamu, terserah saya mau ada disini atau nggak. Mereka urusan saya bukan urusan kamu" Sanggah Nata.
"Kakak kok ketus banget sih sama aku, salah aku apa coba?" Kata Gita dengan suara memelas.
"Kamu nggak salah, cuma aku nggak suka aja sama kamu" Jawab Nata dengan senyum mengejek.
"Maaf pak ini rekamannya" Kata Teknisi memberikan ponsel Nata karena rekamannya sudah dikirim ke ponsel Nata.
"Oke makasih" Kata Nata lalu pergi meninggalkan ruangan.
"Tadi kak Nata minta apa pak?" Tanya Gita pada teknisi.
"Bukan apa-apa mbak" Jawab Teknisi itu karena ia sudah diberi tahu untuk tutup mulut masalah ini oleh Nata, ia pun lalu pergi meninggalkan Gita.
"Issshh" Decak Gita sambil membanting buku di meja.
"Kamu kenapa Gita?" Tanya Hendri yang baru masuk ke ruangan.
"Nggak tahu, Jangan ganggu aku" Bentak Gita.
"Gendeng" Gumam hendri lalu keluar lagi karena malas berada di satu ruangan dengan Gita jika Gita sedang emosi.
Setelah mendapatkan rekaman CCTV nata bergegas menuju warung lesehan pinggir jalan.
"Mang, ayamnya tiga porsi" Pesan Nata.
Pesanan sudah didapat ia pun segera menuju ke Rumah sakit.
"Lama banget beli ayamnya" Dengus Adnan ketika Nata datang.
"Ikhlas nggak nih kak?" Goda Ishi.
"Iklas dong kalau buat kamu" Jawab Nata sambil melirik Adnan.
"Adik durjana, inget itu kaka ipar" Jawab Adnan sambil melirik Ishi.
Sedangkan Ishi hanya tertawa melihat keakraban kaka beradik itu.
"Nih, aku pesen tiga porsi biar kebagian semua" Kata Nata sambil membuka bungkusan ayam.
Namun ketika Adnan mencium aroma nasi seketika ia merasa mual.
"Hoek" Adnan buru-buru menuju ke kamar mandi.
"Abang kenapa?" Tanya Nata sedangkan Ishi hanya menjawabnya dengan gerakan bahu.
"Udah Abang bilang kalau Abang nggak mau nasi" Gerutu Adnan ketika keluar dari kamar mandi.
"Ya Abang nggak bilang. Ya udah nih makan ayamnya aja" Kata Nata sambil memberikan bungkusan ayam. "untung ayam sama nasinya terpisah" Jelas Nata.
"Udahlah Abang nggak mau. Kalian aja yang makan" Ucap Adnan lalu duduk agak jauh dari mereka.
Sedangkan Ishi nampak lahap menyantap makanannya.
"Lahap banget sih makannya. Mau lagi nggak? Punya Abang masih Ada" Kata Adnan sambil mendekati Ishi.
"Terus Abang makan apa? " Tanya Ishi.
"Abang tadi udah makan, sekarang itu yang penting kamu" Kata Adnan sambil memberikan bungkusan ayam.
"Makasih" Jawab Ishi sambil tersenyum.
"Sama-sama sayang" Jawab Adnan.
" Ck, udah kaya dunia milik berdua yang lain ngontrak. Inget disini ada jomblo" Dengus Nata.
"Carilah pacar agar kalau gitu, mudahkan" Jawab Adnan singkat, sedangkan Nata hanya mendengus.
Setelah mereka selesai makan, Ishi pun tertidur sedangkan Adnan duduk memperhatikan Ishi dan Nata sibuk dengan ponselnya.
"Kenapa kau tidak pulang? Apa kau akan ikut menginap disini?" Tanya Adnan.
"Biarin sih bang, sesekali ikut kalian tidur di satu ruangan" Jawab Nata sambil memainkan ponselnya.
"Ganggu" Dengus Adnan.
"Kamu sibuk lihat apa sih?" Tanya Adnan lalu tiba-tiba merebut ponsel Nata.
"Ini..." Komentar Adnan saat melihat ponsel Nata.
"Iya itu rekaman CCTV ruang SPV kejadian waktu Ishi ditampar" Aku Nata karena Nata sedang melihat rekaman CCTV di ponselnya.
"Mereka harus diberi pelajaran" Geram Adnan.
"Bang, masalah ini biar aku yang urus. Kan Abang CEO masa ngurusin masalah kecil kaya gini?" Saran Nata.
"Tapi Abang nggak bisa diem aja karena ini menyangkut Ishi istri Abang" Kata Adnan.
"Iya tahu, tapi nggak enak kalau sampai ketahuan media cuma masalah sepele CEO Brawijaya sampai turun tangan. Biarin aku aja yang nyelesein"Kata Nata.
"Terserah kamu aja, yang penting nggak akan ada kejadian kaya gini lagi" Kata Adnan pasrah dengan pendapat Nata.
"Abang juga udah ngomong sama Ishi buat publikasiin hubungn kita" Katanya lagi sambil menyandarkan badannya di sofa dan memandang langit-langit kamar.
"Bagus dong, biar nggak ada yang gangguin Ishi" Jawab Nata.
* * * * *
**Hai kesayangan Mimin, buat yang baca jangan lupa kasih like, vote dan komen.
Salam sayang dari Mimin. 🙆**