
Sesampainya di kosan Ishi menceritakan tentang bagaimana ia bertemu dengan Ibu Nita dan cara menemukan kontrakan yang akan mereka tempati kepada Rika sedangkan Rika manggut manggut mendengarkan cerita Ishi.
"Udah siang Shi. Aku berangkat dulu" Kata Rika sambil berlalu meninggalkan Ishi
"Hati-hati ya. Salam ntar kalo ada cowo ganteng di toko... Haha" Jawab Ishi.
Di kantor PT.BRAWIJAYA
Dua orang lelaki terlihat memasuki salah satu lift khusus untuk CEO. Ia terlihat sangat tampan dengan stelan jas warna hitam senada dengan celana dipadu kemeja berwarna putih.
Ia adalah Adnan Brawijaya. Sedangkan yang satunya juga tidak kalah tampan dengan Adnan adalah Doni sang asisten.
Adnan:" Apa jadwal kita setelah ini Don."
"Setelah jam istirahat Bapak ada pertemuan dengan PT.Maju Lanjar di restoran XX" Jawab Doni.
Mereka memasuki ruangan CEO.
"Kenapa harus dengan PT.Maju lanjar sih. Malas kalau harus berurusan dengan Susan" Kata Adnan sambil memicat pelipisnya.
Susan adalah salah satu anak rekan bisnis Adnan, dan Susan sangat menyukai Adnan itu sebabnya ia terus berusaha mendekati Adnan.
"Mau saya jawab sebagai teman atau sekretaris Pak" Jawab Doni .
Doni adalah teman SMA Adnan jadi sudah bukan rahasia jika Adnan dan Doni akrab.
"Terserah kamu ajalah Don." Jawab Adnan
"Ya mau tidak mau ini buat perusahaan kita Pak. Supaya proyek yang selama ini kita incar jadi milik kita tapi kalau sebagai sahabat aku sih cuma kasih saran ngapa nggak kamu terima aja si Susan. Udah cantik pintar, kurang apa coba... Haha" Jawab Doni sambil tertawa.
"Sialan. Kamu aja sana sama Susan. Aku risih sama, ah udahlah malas aku bahas ini" Ucap Adnan
Tiba-tiba pintu ruangan di buka datanglah Nita Ibu dari Adnan.
"Wa'alaikum salam" Jawab Adnan dan Doni bersamaan.
"Ada apa Ibu kesini? Bukannya Ayah hari ini pulang dari negara X" Kata Adnan heran melihat Ibunya datang dan mencium punggung tangan Ibunya begitu pun Doni yang ikut mencium tangan Ibu boss nya itu.
Walaupun Adnan terkenal dengan sikap dingin tegas dalam urusan pekerjaan namun jika itu tentang keluarga sikapnya akan sangat lembut, karena dia tipe orang yang menyayangi keluarga.
"Memang Ibu kalau datang ke kantor kamu butuh alasan, Ayah kan pulangnya nanti sore" Jawab Ibu Nita
"Gimana kamu mau punya istri kalo kamu perginya sama Doni terus Bang. Apa jangan-jangan kamu sama Doni?" Nita
Belum sempat Ibu Nita melanjutkan kalimatnya terdengar suara Adnan sedikit meninggi.
"Ibu kira anak ibu ini bengkok? Ya nggak mungkinlah Bu, Adna ini masih waras Bu"
"Iya Ibu ini. Saya juga masih waras mana mungkin saya mau sama Adnan,, yang ada pedang sama pedang" Imbuh Doni
"Ya makanya biar nggak disangka pedang main pedang cepetan kasih Ibu anak mantu. Apa mau Ibu kenalin sama anak yang waktu itu bantuin Ibu. Anaknya cantik baik lagi Bang" Kata Ibu Nita
"Nanti Bu,, Kalau Adnan udah ketemu cewe yang pas buat dijadiin istri pasti Adnan kasih tau ke Ibu" Kata Adnan
"Kapan Bang? Ibu ini udah pengen nimang cucu. kalau kamu perginya sama Doni terus kapan Ibu punya cucu. Memang pedang ama pedang bisa hasilin anak? Kan nggak" Oceh Ibu Nita.
Doni yang melihat perdebatan antara Ibu dan anak itu hanya bisa senyum sambil menggelengkan kepala.
"Pokoknya sebelum Ibu sama Ayah ke negara X kamu udah harus nikah Bang. Kalau nggak jangan harap kamu bisa jadi CEO lagi" Ancam Ibu Nita sambil meninggalkan ruangan anaknya.
Adnan semakin pusing dengan tingkah Ibunya. Dia hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar.
"Yang sabar Bos. Jodoh pasti bertemu" Kata Doni sambil tersenyum
"Sialan" Jawab Adnan sambil melempar pena ke arah Doni.