
Pagi hari setelah Ishi dan Adnan selesai sarapan, mereka lalu berangkat bekerja.
Sesampainya di parkiran Mall.
" Berangkat dulu ya bang" Pamit Ishi sambil mencium punggung tangan Adnan.
"Iya, hati-hati kalau kerja. Jangan nakal" Kata Adnan sambil mencium pucuk kepala Ishi.
" Assalamualaikum " Kata Ishi
"Wa'alaikum salam" Jawab Adnan
Setelah Ishi menuju pintu masuk barulah mobil Adnan pergi meninggalkan area parkir.
"Shi, kamu itu sebenarnya diantar siapa? Kok bawanya mobil bagus?" Tanya bang Adi
"Kepo.... !" Jawab Ishi lalu pergi meninggalkan bang Adi
* * *
Di kantor Brawijaya
"Doni, kamu kenapa senyum-senyum nggak jelas ada yang lucu?" Tegur Adnan ketika melihat Doni senyum-senyum melihatnya.
"Bos, bini kamu ganas juga ya?" Ledek Doni ketika melihat leher Adnan yang merah akibat ulah Ishi.
Sadar akan kemana arah pembicaraan Doni, Adnan pun menjawabnya dengan tawa yang cukup keras " Hahaha, jadi kamu dari tadi memperhatikan ini?" Kata Adnan sambil menunjuk tanda merah itu dan dijawab anggukan kepala oleh Doni.
"Makanya cepatlah menikah, kau akan tahu jika istrimu sedang cemburu dia akan melakukan hal yang tidak pernah kita duga" Jawab Adnan
"Bos, tapi kan kita hari ini ada meeting dengan PT. Bina Cipta yang diwakili oleh Ibu Ria selaku anak dari yang punya perusahaan" Kata Doni
"Heem, kau tahu kenapa Ishi sampai membuat tanda seperti ini? Karena dia cemburu melihat aku kemarin makan siang dengan Susan. Dia mengira hanya aku dan susan berdua, susah payah aku menjelaskan dan akhirnya dia luluh juga, kata Ishi ini stempel kepemilikan biar nggak ada debu-debu jalanan yang nempel katanya" Jelas Adnan panjang lebar.
"Wah debu-debu jalanan? Hahahaha! Gokil bini mu bos" Jawab Doni sambil tertawa.
* * * *
Siang itu di tempat kerja Ishi yang ramai, nampak seorang lelaki sedang memperhatikan Ishi yang sedang melayani customer. Ia pun mendekati Ishi setelah melihat Ishi sudah selesai melayani customer.
" Maaf mbak, bisa pilihkan sepatu yang cocok buat saya?" Tanya si lelaki itu.
"Cari yang model gimana kak? Ukuran berapa?" Tanya Ishi
"Sepatu formal aja, mau saya langsung pakai. Ukuran 41" Kata lelaki itu.
" Gimana kalau yang ini kak?" Tanya Ishi sambil menunjukkan model sepatu.
"Boleh, sini biar saya coba" Ishi pun memberikan sepatu itu kepada lelaki itu.
" Perkenalkan nama saya Adri, kalau boleh tahu siapa nama mbak?" Tanya Adri sambil mengulurkan tangannya.
"Ishika" Jawab Ishi "Kalau sudah pas mau saya bikinkan nota kak?" Tanya Ishi tanpa basa-basi.
"Baiklah, bolehkah saya minta nomor ponsel mbak?" Tanya Adri lagi
"Maaf kak, disini kami tidak boleh memegang ponsel saat bekerja dan saya juga tidak hafal dengan nomor saya" Tolak Ishi secara sopan.
"Baiklah, tapi nanti saat kita bertemu saat kamu tidak sedang bekerja aku harap kau tidak punya alasan untuk menolak permintaanku" Jawab Adri dengan tersenyum.
Ishi pun hanya menjawab dengan senyuman " Ini notanya kak. Bayarnya di kasir sebelah sana ya kak" Kata Ishi sambil memberikan nota dan menunjukkan arak kasir yang dimaksud " Terima kasih" Ucapnya lagi.
" Sama-sama, semoga kita bisa bertemu lagi" Jawab Adri tersenyum lalu meninggalkan Ishi.
"Wih, agaknya cowok tadi suka geh shi ma kamu?" Kata Rika yang sedari tadi memperhatikan Ishi.
"Ngarang, udah punya laki ini" Jawab Ishi
"Ya itu kamu, kalau cowok itu mana tahu kalau kamu udah punya laki" Jawab Rika
"Udah nggak usah dibahas" Dengus Ishi.
"Cie Ishi yang banyak penggemar" Ledek Rika
"Penggemar? Siapa?" Tanya Ishi sambil menaikan alisnya.
"Kak Hendri, Pak Adnan terus cowo tadi satu lagi sama mbak Gita" Jawab Rika nyeplos
"Mbak Gita?" Tanya Ishi Heran
"Iya mbak Gita, penggemar kamu. Gemar pingin nabok. Hahahaha" Jawab Rika tertawa.
"Husst, ntar kedengeran orangnya baru tahu rasa" Jawab Ishi
* * *
Maaf ya buat pembaca, jarang UP. makanya kasih like yang banyak dong buat karya mimin. Nanti kalau likenya banyak mimin usahain biar UP tiap hari.
Terima kasih 🙆