My Love My SPG

My Love My SPG
Maaf



"Kalian kemana aja jam segini baru pulang?" Tanya Ibu Nita ketika Nata dan Ishi memasuki pintu rumah.


"Dari keliling Bu, anterin bumil satu ini wisata kuliner" Jawab Nata sambil mencium tangan Ibunya diikuti Ishi.


"Maaf ya Bu, aku tadi nggak izin sama Ibu" Ucap Ishi.


"Nggak papa, yang penting kamu baik-baik aja. Ya udah sana istirahat di kamar. " Perintah Ibu Nita.


"Ayah kemana Bu?" Tanya Nata.


"Ada tuh, di ruang kerja. Kenapa? Kangen?" Canda Ibu Nita.


"Cuma nanya aja, biasanya Ibu itu satu paket sama ayah. Dimana ada Ibu disitu pasti ada Ayah" Jawab Nata sambil melangkah pergi meninggalkan Ibu Nita.


"Dasar. Orang kok sukanya gangguin Ibunya" Dengus Ibu Nita


Sesampainya di kamar, Ishi pun merebahkan dirinya di ranjang.


"Gerah banget sih! Mandi seger kali ya!!" Gumam Ishi lalu ia pun mandi.


"Abang kok belum pulang ya?" Gumam Ishi ketika keluar dari kamar mandi.


Karena rasa kantuk dan lelah yang tak tertahankan Ishi pun tertidur.


Adnan yang merasa bingung harus mencari Ishi kemana pun menepikan mobilnya di pinggir jalan. Ia pun berinisiatif untuk menelpon orang rumah menanyakan keberadaan Ishi.


📞


Adnan : "Halo Bu, Ishi udah pulang belum?"


Ibu Nita : "Udah, kamu lagi dimana Nak.. "


Adnan pun memutuskan sambungan telepon secara sepihak setelah mendengar jawaban dari Ibunya.


"Dasar punya anak dua tapi semua nggak ada akhlak" Gerutu Ibu Nita.


"Kenapa sih Bu? Kok cemberut terus" Tanya Hendro.


"Ini nih yah, anak kamu! Main matiin telepon setelah dapet jawaban" Jelas Nita.


"Udah, biarin aja mereka! Kita ini udah tua udah bukan saatnya ngurusin urusan anak-anak" Ucap Hendro.


Adnan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena ingin segera menemui istrinya. Sesampainya ia di halaman rumah, Adnan pun memarkirkan mobilnya sembarangan. Ia bergegas menuju kamarnya di lantai dua.


Adnan pun langsung memeluk istrinya.


Merasa tidurnya terusik, Ishi pun membuka matanya.


"Abang... !"


"Maafin Abang ya, nggak seharusnya Abang bentak kamu kaya tadi. Abang benar-benar nyesel. Kamu jangan lakuin hal kaya gini lagi, Abang bingung kalau kamu sampai petgi ninggalin Abang" Ucap Adnan sambil memeluk Ishi.


"Abang lepas, sesak tahu. Aku nggak bisa nafas" Ucap Ishi sambil meronta-ronta.


"Janji dulu ke Abang, kalau kamu nggak akan ngelakuin hal bodoh kaya tadi" Jawab Adnan.


"Iya, aku janji" Ucap Ishi.


Setelah mendengar jawaban Ishi, barulah Adnan melepaskan pelukannya.


"Kamu maukan maafin Abang?"


"Iya, tapi jangan pernah marah apalagi bentak aku lagi" Ucap Ishi.


"Iya, Abang janji. Makasih ya sayang" Ucap Adnan sambil memeluk Ishi dan mencium pucuk kepala Ishi.


"Kamu seharian ini kemana? Sama siapa? Ngapain aja? Kenapa Abang hubungin nggak bisa?" Interogasi Adnan.


"Satu-satu nannyanya" Dengus Ishi.


"Aku keliling wisata kuliner, sama kak Nata, males mau angkat telpon Abang"


"Nata... ?! Bener-bener anak itu" Geram Adnan.


"Jangan marah sama kak Nata, dia nggak salah. Aku yang ngajakin dia buat jalan. Kalau sampai Abang marah sama dia lihat aja nanti" Ancam Ishi.


"Tapi kenapa Nata juga nggak bisa Abang hubungi, ?" Tanya Adnan.


"Ponsel kak Nata mati Abang" Jawab Ishi.


"Udah sana, Abang mandi. Abang itu bau tau" Ucap Ishi sambil menutup hidungnya.


"Iya, bawel" Jawab Adnan sambil mencubit hidung Ishi gemas lalu menuju kamar mandi.