
"Bos, hari ini kita meeting dengan PT. Bina Citra. Mereka meminta bertemu di restoran yang ada di Mall Brawijaya" Jelas Doni
"Kamu atur aja tempatnya" Jawab Adnan sambil membaca dokumen.
* * *
"Shi, makan di Mall aja ya. Jangan yang jauh-jauh lagi males keluar nih!" Kata Rika
"Iya, mau makan apa?" Tanya Ishi
"Sekali-kali traktir kita kale, kamu kan sekarang jadi nyonya bos" Rengek Indri
"Ok, apa sih yang nggak buat sayang-sayang aku" Jawab Ishi.
Lalu mereka pun berjalan menuju salah satu restoran yang ada di Mall tersebut.
* * * *
"Maaf membuat anda menunggu bu" Kata Adnan menjabat tangan Ria selaku wakil dari PT. Bina Cipta.
"Panggil Ria saja biar lebih akrab, kami juga baru sampai kok. Boleh saya panggil Adnan saja?" Tawarnya.
"Tidak masalah bu Ria, tapi karena ini masih menyangkut pekerjaan maka saya akan memanggil anda Ibu" Jawab Adnan tegas sedangkan Doni hanya tersenyum mendengar perkataan bosnya itu.
"Perkenalkan ini adik saya Adri. Dia juga yang akan bertanggung jawab dengan proyek kita" Jelas Ria
"Adri" Sambil mengulurkan tangannya
"Adnan" Sambil menjabat tangan Adri "Perkenalkan juga ini asisten saya Doni"
Lalu mereka membahas masalah kerjasama mereka. Setelah selesai mereka pun berbincang santai.
"Pak Adnan bukankah Mall ini termasuk aset Brawijaya?" Tanya Adri
"Iya. Memangnya ada apa?" Tanya Adnan
" Bukan apa-apa hanya saja mungkin aku sudah menyukai salah satu pegawai anda di Mall ini. Mungkin anda bisa membantu saya? " Jelas Adri jujur.
"Adri! Mana mungkin pak Adnan kenal dengan karyawan rendahan. Benarkan Pak Adnan? " Jawab Ria
"Tidak juga bu. Saya tidak pernah membedakan orang menurut pekerjaan. Bagi saya semua orang itu sama. " Jawab Adnan sambil tersenyum.
Ia sejak tadi merasa risih dengan Ria yang terus mencoba mendekatinya.
Ia pun berinisiatif menunjukan tanda yang ada di lehernya dengan sedikit melonggarkan dasinya.
Ria yang selalu memperhatikan Adnan pun tahu tanda itu.
"setahu ku Adnan belum menikah, tapi dilehernya itu jelas-jelas bekas c***ng tapi bukannya dia itu terkenal dengan sikap dinginnya kepada wanita" Batin Ria
"Kau harus lihat tanda ini, agar kau berfikir lagi untuk mendekati ku. Aku sudah ada yang punya" Batin Adnan
"Sudah" Jawab Adnan dengan bangga
"Benarkah? Kok tidak ada berita atau undangan?" Tanya Ria kaget
"Istriku tidak ingin identitasnya terungkap, katanya ia lebih suka menjadi orang biasa tanpa ada embel-embel nama Brawijaya" Jawab Adnan
"Pantas saja" Kata Adri sambil tersenyum
"Hahaha. Aku tahu yang kau maksud. Kata Istriku ini sebagai stempel kepemilikannya, biar nggak ada ulet bulu yang dekat-dekat denganku" Jelas Adnan
"Baru kali ini aku lihat bos terbuka dengan klien tentang masalah pribadi" Batin Doni
"Sepertinya anda sangat mencintai istri anda?" Tanya Adri
"Tentu saja, mendapatkannya adalah keberuntungan buat saya" Jelas Adnan
"Tampaknya bukan hanya anda yang beruntung. Saya permisi sebentar" Jawab Adri sambil tersenyum dan beranjak pergi.
Arah pandangan Adnan, Doni dan Ria pun mengikuti kemana Adri pergi dan betapa kagetnya Adnan saat tahu Adri menghampiri Ishi, Rika dan Indri.
Lalu Adri pun kembali duduk bersama Adnan.
"Apa yang anda lakukan barusan pak Adri" Tanya Adnan penasaran
"Aku tadi pagi bertemu dengan gadis itu, saat aku bertanya nomor ponselnya, dia menolak dengan alasan tidak membawa ponsel saat bekerja. Aku hanya memaksanya memberiku nomor ponsel saat kami bertemu kembali diluar jam kerjanya. Nampaknya keberuntungan sedang berpihak padaku" Jelas Adri
"Siapa gadis yang anda maksud?" Tanya Adnan
"Ishika! Bukankah namanya cantik, secantik orang dan sifatnya" Jelas Adri yang membuat Adnan seketika menahan amarahnya mendengar nama istrinya dipuji lelaki lain.
"Anda cari masalah pak Adri. Kau anggap ini keburuntungan tapi bagiku mungkin kemalangan buat anda. " Batin Doni
"Kenapa kau ini suka dengan orang yang tidak selevel dengan kita?" Oceh Ria
Mendengar Ria menghina Ishi seketika Adnan bertambah emosi.
"Bos, sabar. Kita butuh kerja sama ini" Bisik Doni
Adnan pun menarik nafas untuk meredakan emosinya.
"Kak, ini bukan urusanmu. Maaf pak Adnan anda harus mendengar ocehan dari kakakku. " Jelas Adri
"Tidak masalah" Jawab Adnan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Terima kasih buat para pembaca yang udah setia baca karya mimin. Jangan lupa kasih vote, like yang banyak buat dukung mimin biar jadi penyemangat bisa UP tiap hari.
Terima kadih. 🙆**