
Pagi itu Ishi diperiksa oleh dokter mengenai keadaannya.
"Abang, sebenarnya aku sakit apa? Kok pake cek darah segala. Aku juga masih kuat jalan kenapa harus pakai kursi roda?" Tanya Ishi bingung.
"Buat mastiin aja kalau istri Abang ini sehat. Abang ingin manjain kamu aja, jarang-jarangkan Abang nemenin kamu 24 jam" Kata Adnan sambil mendorong kursi roda Ishi.
"Iya tahu dunia memang milik kalian yang lain ngontrak" Seru Nata yang masih mengikuti mereka.
"Kak Nata nggak pulang? Ngapain masih disini?" Tanya Ishi sambil melirik Nata.
"Nanti Kakak pulang kalau udah ada kepastian" Ucapnya singkat.
"Kepastian apa?" Tanya Ishi tak mengerti.
"Kok ke dokter kandungan juga sih bang?"
"Udah ikutin Abang aja" Jelas Adnan.
Ishi pun diperiksa oleh dokter lalu Ishi menjalani USG.
"Selamat ya pak, istri anda hamil" Kata sang dokter sambil menggerakkan alat USG diperut Ishi.
"Yes" Kata Adnan.
"Akhirnya pusaka Abang mengeluarkan kesaktiannya" Celetuk Nata.
"Hamil dok? Tapi saya nggak ada tanda-tanda orang hamil" Tanya Ishi belum yakin kalau dirinya hamil.
"Tidak semua wanita hamil mengalami gejala mual-mual bu, ada juga suami yang mengalami itu" Jelas sang Dokter.
"Jadi sudah sebesar apa dok anak saya?" Tanya Adnan.
"Baru sebesar ini pak" Kata dokter memperlihatkan ukuran janin yang masih kecil.
"Kecil ya" Celetuk Adnan.
"Itu anak manusia bang bukan anak jin yang tiba-tiba langsung gede" Kata Nata sambil mengejek.
"Jadi kamu samain anak Abang sama anak jin?" Geram Adnan.
"Becanda Bang!" Jawab Nata nyengir sambil tangannya membentuk huruf v.
"Namanya juga masih hamil muda pak" Jawab Dokter sedangkan Ishi hanya tersenyum.
Setelah Ishi selesai diperiksa dokter pun melanjutkan pembicaraannya di meja kerjanya bersama Adnan sedangkan Nata keluar untuk memberi kabar ke orang tuanya.
"Jadi gimana keadaan kandungan istri saya dok?" Tanya Adnan lagi.
"Sejauh ini sehat pak, tapi jangan biarkan istri Bapak kecapean atau banyak fikiran. Emosi Ibunya sangat berpengaruh buat kondisi janin" Jelas sang Dokter.
"Heeem, dok apa saya masih bisa melakukan hubungan suami istri?" Tanya Adnan ragu.
"Abang kok nanya kaya gitu sih!" Dengus Ishi yang baru keluar dari balik tirai setelah membersihkan sisa gel USG tadi.
"Ya daripada Abang nggak yakin lebih baik tanya" Jelas Adnan.
"Boleh pak asal kondisi kandungannya sehat dan tidak boleh terlalu sering" Jawab Dokter sambil tersenyum.
"Jadi kapan saya bisa keluar dari sini dok?" Tanya Ishi.
"Nanti siangjuga bisa bu. Sekalian tunggu hasil tes kesehatan Ibu" Jawab dokter.
"Ini resep vitamin buat istri anda, silahkan tebus diapotik"
"Terima kasih dok" Ucap Adnan lalu meninggalkan ruangan bersama Ishi.
Sesampainya di ruang rawat, Adnan lalu membaringkan Ishi.
"Abang, pulang yuk. Aku nggak mau lama-lama disini" Pinta Ishi.
"Sabar, setelah tes kesehatannya keluar kita pulang" Jawab Adnan.
"Assalamualaikum " Sapa Ibu Nita saat membuka pintu.
"Wa'alaikum salam" Jawab Adnan dan Ishi bersamaan.
"Ibu dateng kesini, padahal Ishi itu nggak sakit apa-apa bu. Ini aja mau pulang" Jelas Ishi.
"Ibu mau denger kabar bahagia dari anak perempuan Ibu" Kata Ibu Nita sambil memeluk Ishi.
"Selamat ya sayang. Makasih udah kasih Ibu cucu. Jagain cucu Ibu ya, inget kamu jangan capek-capek "
"Ibu kesini sama siapa?" Tanya Adnan.
"Sama Ayah, begitu Ibu dapat kabar dari Nata kalau Ishi masuk rumah sakit Ibu panik mau kesini malem-malem, tapi Nata langsung menceritakan tentang kemungkinan kamu hamil dan nyuruh Ibu kesini kalau udah ada kepastian" Cerita Ibu Nita.
"Selamat ya buat anak ayah yang sebentar lagi jadi orang tua" Ucap Ayah Hendro sambil memeluk Adnan dan mengusap pucuk kepala Ishi.
"Makasih ya yah" Jawab Adnan dan Ishi.
"Nak mulai besok kamu nggak usah kerja lagi, Ayah khawatir dengan kondisi kamu" Ucap Ayah Hendro.
"Iya benar itu kata Ayah kamu" Timpal Ibu Nita.
"Ishi memang udah ajuin surat resign kok yah, tapi terakhir Ishi kerja akhir bulan ini" Jawab Ishi.
"Hei, kamu itu Istri CEO mau keluar tanpa izin pun nggak akan ada yang protes" Jelas Adnan.
"Nggak bisa gitu bang, kan aku masuk kerja secara baik-baik, keluar juga harus secara baik-baik. Apa kata mereka kalau tahu istri CEO tidak taat peraturan. Harusnya istri CEO bisa jadi contoh buat karyawan lain. Apapun status kita harus tanggung jawab dengan pekerjaannya. Paling nggak biarin aku selesaikan tugas terakhir yaitu stock barang, kasian nanti yang gantiin aku kalau barangnya berantakan" Jelas Ishi sambil tersenyum.
"Tapi kami khawatir nak dengan keadaan kamu" Jawab Ibu Nita.
"Kan ada kak Nata yang Jagain aku" Kata Ishi sambil memandang Nata yang baru masuk ruangan.
Mereka semua pun ikut mengikuti arah pandangan Ishi.
"Kenapa? Kok pada liatin aku semua? Pasti ada yang nggak beres. Auto perasaan jadi nggak enak ini" Tebak Nata.
"Mulai besok kamu kerja jagain Ishi bantuin apa aja kerjaan dia. Jangan pernah tinggalin dia sendiri" Perintah Ibu Nita.
"Tapikan aku juga punya kerjaan bu, kalau harus ngikutin Ishi kemana-mana nanti malah jadi gosip" Sanggah Nata.
"Ibu nggak mau tahu, jangan sampai ada apa-apa sama anak perempuan dan cucu Ibu. Kamu yang tanggung kalau terjadi sesuatu dengan mereka" Perintah Ibu Nita.
"Baik Ibu ratu" Ledek Nata.
"Gini amat ya nasib jadi anak bontot"
"Jadi nggak ikhlas?" Tanya Hendro.
"Ikhlas kok yah" Jawab Nata cengengesan karena jika Ayahnya sudah memberi perintah maka tidak ada yang berani membantah.
"Adik pengertian, jangan sampai kejadian kemarin keulang lagi ya" Ucap Adnan.
"Kejadian apa?" Tanya Hendro.
"Bukan apa-apa yah" Jawab Nata.
"Bisa gawat kalau ayah sama Ibu tahu kalau Ishi kemarin kena tampar orang" Batin Nata.
"Ayah, Ibu aku pulang dulu. Mau berangkat kerja" Pamit Nata.
"Hati-hati nak" Jawab Ibu Nita sedangkan Hendro hanya menganggukkan kepala.
"Inget bang, jagain ponakan aku" Kata Nata sambil senyum.
"Iya bawel, udah sana pergi" Usir Adnan.
"Pamit ya shi" Kata Nata lalu pergi.
"Nak, kalian tinggal di rumah Ayah aja semasa hamil. Kasian nanti putri ayah sendirian sering ditinggal kamu kerja" Ide Hendro.
"Tapi kita baru pindah yah, masa mau balik lagi" Sanggah Adnan.
"Ini biar Ishi ada temennya" Tambah Ibu.
"Gimana menurut kamu nak?"
"Aku terserah Abang aja bu" Jawab Ishi.
"Oke, sudah diputuskan kalau kamu pulang le rumah kami" Kata Ibu Nita tanpa minta persetujuan Adnan.
* * * * * *
Hai kesayangan Mimin, maafkan Mimin yang telat UP. Mimin harus bagi waktu antara dunia nyata dan dunia halu 😅😂 jadi harap maklum.
Terima kasih yang udah dukung karya mimin dengan kasih like, vote dan komen. Buat yang suka karya Mimin jangan lupa tekan tombol favorit.
Salam sayang dari Mimin. 🙆