
"Don, kamu udah siapin berkas buat Nata?" Suara Adnan yang terdengar tegas dan maskulin memecah keheningan.
Doni :" Udah beres Bos. Saya sudah siapkan semuanya, tidak ada yang tau siapa Nata kecuali personalia dan manager disana"
"Bagus kalo gitu" Jawab Adnan sambil tersenyum.
Mall Brawijaya.
Semua karyawan dihebohkan dengan kedatangan seorang SPV baru yang menggantikan mba Dian karena dia cuti melahirkan.
Karyawan A :"Tau nggak? Katanya ntar ada SPV baru, Ganteng masih single lagi"
Karyawan B:" Iya yang aku denger dia tampannya kaya oppa oppa Korea"
Itulah yang didengar Ishi selama akan memasuki tempatnya bekerja.
Ishi :" Pada ngeributin apa sih,,?"
Karyawan B :" Ada SPV baru yang gantiin mba Dian Kamu sih kmaren libur jadi ketinggalan info."
Tiba-tiba datanglah dua orang laki-laki yang pertama kak Hendri tentu mereka sudah mengenal sosok kak Hendri tapi yang menjadi pertanyaan adalah seorang yang disebelahnya. Lelaki itu tampak tampan dengan kemeja warna merah dipadu celana hitam dan dasi yang senada.
"Mohon tenang, disini saya akan memperkenalkan seseorang. Beliau akan bergabung dengan kita menggantikan mba Dian yang cuti melahirkan. Silahkan Pak..!" Ucap Hendri sambil mempersilahkan Nata memperkenlkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Nata. Saya mohon kerja samanya selagi saya bekerja disini." Ucap Nata
"Masih single apa udah nikah Kak...?" Celetuk karyawan A
"Alhamdulillah saya masih single belom doble" Jawab Nata yang membuat suasana tawa di ruangan itu.
"Wiiih! Boleng dong daftar Kak" Celetuk karyawan B
"Tenang-tenang. Nanti kalau mau daftar, saya siapkan formulirnya," Nata menjawab dengan senyum "Saya tidak mempermasalahkan tentang keakraban antara saya dengan kalian tapi saya tidak akan pandang bulu jika itu mengenai pekerjaan."
Seketika ruangan itu menjadi sunyi.
Setelah acara perkenalan singkat tersebut mereka melakukan aktivitas sebagai mana biasanya.
Banyak kasak-kusuk yang terdengar setelah acara perkenalan tadi.
Indri :" Udah liat SPV baru belum, ganteng loh "
Karyawan A :" Ganteng sih, tapi kayanya galak kaya nyonya Lampir"
Ishi :"Ya bagus dong. Bisa buat kalian semangat kerja"
Datanglah seorang pelanggan yang segera dilayani oleh Ishi, dengan telaten dia menjawab dan memenuhi keinginan pelanggan tersebut yang banyak mau.
Ada sepasang mata yang memperhatikan tingkah laku ishi dan pelanggan itu. Setelah kepergian pelanggan itu Nata pun menghampiri Ishi.
"Kau cukup telaten menghadapi pelanggan yang rewel rupanya" Kata Nata
"Ha!!" Nampak Ishi Kaget mendengar suara serak Nata "Itu sudah tugas saya Kak. Namanya juga SPG" Jawab Ishi yang masih mampak terkejut.
"Sudah berapa lama kamu kerja disini?"selidik Nata
Ishi:" Hampir 3 tahun Kak"
Nata :"Siapa nama mu..?"
"Nama saya Ishi" Jawabnya sambil tersenyum.
Saat mereka mengobrol tanpa disadari ada dua pasang mata yang memperhatikan tingkah mereka dengan tatapan tidak suka. Mereka adalah Hendri dan Gita. Tapi Hendri hanya diam dan berlalu meninggalkan tempat itu berbeda dengan Gita yang langsung menghampiri mereka.
"Kak, ngapain disini..??" Tanya Gita dengan senyum palsunya.
"Memang saya nggak boleh apa ngobrol dengan karyawan di sini..?"Jawab Nata dengan mata jengah yang malas menanggapi pertanyaan Gita. Karena Nata sudah bisa melihat sifat gita yang terlihat sebenarnya judes dan cerewet.
"Ya bukannya gitu Kak, kalau Kakak mau nanya tentang kondisi toko Kakak kan bisa nanya aku, nggak usah nanya mereka" jawab Gita
Ishi yang ada diantara mereka merasa tidak enak dan memilih pergi.
Ishi :"Maaf Mba, Kak saya permisi dulu masih ada kerjaan"
Ishi lalu beranjak pergi.
Nata:" Iya silahkan" Memberi izin ke Ishi untuk pergi. "Iya saya tau, tapi saya cuma mau lebih dekat dengan karyawan disini. Untuk itu saya tidak perlu bertanya pada Mba Gita kan. Saya permisi dulu" Kata Nata langsung meninggalkan Gita.
Gita yang terlihat kesal langsung meninggalkan tempat itu. Sedangkan mereka yang melihat kejadian itu hanya bisa menahan tawa Mau ketawa juga takut dosa.