My Love My SPG

My Love My SPG
Tembok pun Bisa Berbicara



Hai kesayangan Mimin, maaf ya beberapa hari ini Mimin UP nya sore kalau nggak malam, maklum tugas dunia nyata sedang menanti tapi Mimin usahakan bisa UP tiap hari.


🌺 🌺 🌺 🌺 🌺


"Abang belum siap-siap buat kerja?" Tanya Ishi ketika memasuki kamar karena setelah sholat subuh ia ke dapur untuk membuat sarapan sedangkan Adnan melanjutkan tidurnya.


"Heemmm, lima menit lagi" Jawab Adnan dengan suara khas orang bangun tidor.


"Ini udah siang, Abang nanti telat masuk kantornya" Namun Adnan masih enggan beranjak dari ranjang.


"CEO kok pemalas" Decak Ishi.


"Iya-iya, Abang bangun nih, kamu ini semenjak hamil makin bawel" Gerutu Adnan sambil berjalan ke kamar mandi.


"Abang ini semenjak aku hamil jadi pemalas" Balas Ishi.


Setelah mereka berdua selesai bersiap, mereka menuju meja makan untuk sarapan dan sudah ditunggu oleh anggota keluarga yang lain.


"Kenapa menunya nasi goreng?" Kata Adnan sambil duduk.


" Tiap hari juga ada nasi goreng. Emang kamu mau makan apa bang?" Tanya Nita heran dengan putranya itu.


"Aku mual makan nasi bu. Aku nggak usah sarapan aja, nanti sarapan di kantor" Jawab Adnan.


"Makan roti aja ya bang?" Tawar Ishi.


"Iya, aku mau yang rasa kacang selainya" Jawab Adnan.


"Perasaan yang hamil Ishi, kenapa jadi Abang yang rewel?" Sindir Nata sambil melirik Adnan.


"Tutup mulutmu, sebelum aku berubah fikiran tentang kepindahanmu" Ancam Adnan dengan mata tajamnya.


"Ayah, Abang ngancem aku itu, dikit-dikit yang dibawa masalah kepindahan" Adu Nata pada Hendro.


"Kalian ini kalau deket udah kaya Tom and Jerry. Lanjutkan sarapannya dan cepat berangkat kerja" Perintah Hendro.


Selesai sarapan mereka langsung pergi menuju tempat kerja masing-masing.


Adnan pergi menggunakan mobilnya, sedangkan Ishi dan Nata menggunakan mobil Nata.


"Kak, nanti bantuin stokan ya? Kan tugas aku terakhir kerja adalah stockan kalau stocknya udah selesai ya aku nggak kerja lagi" Pinta Ishi.


"Iya. Abang yang nyuruh?" Tanya Nata.


"Kalau Abang sama Ibu sih maunya aku langsung keluar aja tapikan aku punya tanggung jawab " Jawab Ishi sambil cemberut.


"Kan kamu lagi hamil wajar kalau Abang sama Orang tua kita berlebihan" Ucap Nata mencoba memberi pengertian.


Di Mall Brawijaya sudah banyak kasak-kusuk tentang kehamilan Ishi, tentang Ishi yang tidak masuk kerja, kesehatannya dengan Nata dan sering dijemput mobil-mobil mewah.


"Tahu nggak, Kabarnya Ishika anak bagian sepatu itu lagi hamil" Gosip dari karyawan A.


"Sumber dari mana?" Tanya karyawan B.


"Kemaren waktu Ishi pingsan yang anter pulangkan kak Nata, terus kak Nata bilang ke Rika kalau Ishi hamil" Jelas karyawan A.


"Berarti ini sumber dari Rika?" Tanya karyawan C.


"Bukan ini sumber dari yang dengerin obrolan kak Nata dan Rika" Jelas karyawan A.


"Kira-kira Ishi hamil sama siapa ya?" Tanya karyawan B.


"Sama kak Nata? Atau sama om-om?" Tebak karyawan C.


"Nggak mungkinlah kak Nata, mana mau kak Nata sama Ishi."Jelas karyawan A.


"Kan selama ini kak Nata sama Ishi deket, bahkan bikin si Nyonya sampai kebakaran jenggot gara-gara kedekatan mereka secara kak Natakan incaran Nyonya" Pendapat karyawan C.


"Nggak nyangka banget ya Ishi kaya gitu, padahal anaknya kelihatan polos" Kata karyawan B.


"Muka nggak jamin" Dengus Karyawan C.


Begitulah gosip yang beredar dua hari ini mengenai Ishi mereka mengira Ishi adalah wanita nakal. Namun Rika dan Indri tidak mendengar gosip itu karena mereka kemarin libur.


Nata memarkirkan mobilnya sesampainya di parkiran Mall.


"Kak, kan tadi aku udah bilang turunin depan aja" Gerutu Ishi.


"Nanti kalau ada apa-apa sama kamu bisa keok aku" Jawab Nata.


"Tapi mereka nanti ngegosipin ya nggak-nggak" Jawab Ishi sambil cemberut.


"Santai aja disini itu nggak ada yang bisa ditutupin tembok aja bisa bicara, inikan saat-saat terakhir kamu buat kerja, akuin aja kalau kamu ini nyonya muda Brawijaya" Saran Nata.


"Ya nggak papalah, yang mau nyembunyiin statuskan kamu jadi sekarang saatnya kamu kasih mereka yang udah ngeremehin kamu pelajaran" Saran Nata dengan senyum devilnya.


"Ide bagus juga kak" Jawab Ishi tersenyum.


"Oke, mari nyonya muda Brawijaya. Kita mulai permainan" Ajak Nata lalu mereka keluar dari mobil.


Saat mereka memasuki ruangan, semua mata tertuju pada mereka. Mereka melihat penampilan Ishi dari atas sampai bawah. Yang membuat mereka kaget adalah sepatu yang Ishi pakai. Flatshoes sepatu kerja yang dipakai khusus orang hamil saat bekerja.


"Kak, kok tatapan mereka nggak enak gitu" Bisik Ishi ke Nata.


"Biarin aja. Anggap aja kita ini seleb yang lagi diperhatiin haters" Jelas Nata.


"Kakak masuk dulu ya" Pamit Nata.


"Iya kak" Jawab Ishi.


"Ishi... !!!" Ishi pun mencari sumber suara dan pandangannya berhenti pada Indri, lalu mereka duduk dipojok ruangan khusus karyawan sambil menunggu jam kerja dimulai.


"Hai sayang aku" Peluk Indri lalu disusul Rika.


"Kalian ini kenapa?" Tanya Ishi heran.


"Maaf ya kemarin kita nggak sempet buat jenguk kamu" Kata Rika.


"Nggak papa" Jawab Ishi.


"Apa kabar ponakan kakak?" Tanya Indri sambil bisik-bisik.


"Kakak?" Kata Rika dan Ishi bersamaan


"Hehehe" Jawaban Indri.


"Shi kamu pake flatshoes? Nggak takut jadi gempar?" Tanya Rika saat melihat sepatu Ishi.


"Ini yang nyuruh Abang" Jawab Ishi malas.


Flashback


"Sayang kamu pakai sepatu itu?" Kata Adnan sambil memandang Ishi yang memakai sepatu high heelsnya.


"Iya kak, kan aku mau kerja" Jawab Ishi.


"Cepet ganti pakai flatshoes aja" Suruh Adnan.


"Tapikan aku mau kerja kak?" Sanggah Ishi.


"Sepatu kaya gitu nggak baik buat ibu hamil. Semalem Abang udah nanya sama mbah g**** tentang apa aja yang nggak baik buat Ibu hamil" Jawab Adnan.


"Terus nanti kalau mereka nanya ngapain aku pakai flatshoe gimana aku kasih jawaban?" Tanya Ishi.


"Bilang aja hamil. Abang lakuin ini karena Abang sayang sama kalian. Abang nggak mau ada apa-apa dengan kalian" Ucap Adnan sambil mengusap perur Ishi yang masih rata.


Flashback end.


"Mulai hari ini aku mau jujur kalau aku ini nyonya muda Brawijaya" Jawab Ishi mantap.


"Percaya yang jadi nyonya muda" Kara Rika lalu mereka tertawa bersama.


"Shi, kok kamu pakai flatshoes kaki kamu sakit?" Tanya karyawan A.


"Nggak kok, kan kalau orang hamil nggak boleh pakai high heels" Jawab Ishi lalu pergi meninggalkan karyawan A disusul Rika dan Indri.


"Hamil diluar nikah kok bangga. Dasar cewek nggak bener" Gumam karyawan A.


"Mbak Gita udah denger gosip belum?" Tanya karyawan A saat melihat Gita memasuki ruangan.


"Gosip apa?" Tanya Gita antusias.


Lalu karyawan A menceritakan gosip mengenai Ishi yang hamil dan diduga anak Nata ataupun lelaki lain.


"Ya nggak mungkinlah itu anak kak Nata" Geram Gita.


"Awas kamu Ishi, aku buat perhitungan kalau bener itu anak kak Nata" Batin Gita.


* * * * *


**Mimin gantung dulu ya ceritanya biar tambah greget buat nunggu bab selanjutnya. 😊😊


Terimak kasih Mimin ucapkan buat yang udah dukung karya Mimin.


Salam sayang dari Mimin. 🙆**