
Pagi itu Nita dibuat kesal oleh kelakuan putra-putranya Adnan, Doni dan Nata yang belum juga bangun padahal hari ini adalah hari pernikahan Adnan.
"Hei, anak-anak nakal apa yang kalian lakukan semalam,,? Kenapa kalian bisa jam segini belum bangun" Teriak Nita di depan kamar hotel ketiga pemuda itu.
Setelah mendengar teriakan Ibunya, Adnan bergegas membuka pintu kanarnya.
"Bu, jangan teriak teriak, Adnan sudah bangun kok" Jawab Adnan dengan suara khas orang bangun tidur.
"Hari ini kamu mau nikah apa nggak, kenapa belum siap-siap" Ucap Nita
"Ini gara-gara Nata, ia tidak membiarkan aku istirahat Bu, iya ini aku mau siap-siap dulu" Jawab Adnan.
"Sudahlah, Ibu tunggu kalian di loby'' Kata Nita
Setelah kepergian Nita Adnan membangunkan Doni dan Nata,
"Kalian mau bangun sendiri atau aku bantu dengan siraman air" Mendengar suara Adnan seketika Nata dan Doni terbangun.
"Ini gara-gara Nata yang semalaman tidak membiarkan kita tidur dengan permainan kartunya" Kata Doni
"Ya anggap aja, pesta bujang. Hahaha" Jawab Nata
Setelah mereka bersiap siap, mereka menuju loby hotel untuk bertemu dengan Nita dan Hendro.
"Gantengnya calon pengantin" Goda Nita
"Ya, gantenglah anaknya siapa dulu" Jawab Hendro.
"Malah pada ngegombal, udah ayo cepetan berangkat" Ajak Adnan.
"Cie yang udah nggak sabar " Goda Nata
"Memang udah hafal kalimat ijab qobulnya bos" Goda Doni lagi
"Sudah dong,
saya terima nikah dan kawinnya Ishika Maraya binti Anto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" Ucap Adnan dengan mantap.
"Wih... Udah siap agaknya" Tambah Nata.
Setelah itu mereka bersama-sama menuju ke rumah Ishi tempat akan diadakan acara ijab qobul.
Ishi yang sedari tadi pagi sudah dimake up oleh MUA, terlihat sangat cantik dengan make up natural dipadu dengan kebaya berwarna putih tulang.
"Ya ampun shi kamu cantik banget" Kata Indri sambil takjub melihat Ishi.
"Cie yang bentar lagi sah, cantik banget sih" Puji Rika
"Makasih, aku gugup nih" Kata Ishi
"Tenang pengantin prianya belum datang kok jadi jangan terlalu gugup" Kata Rika
"Nanti kalian temenin aku kan" Kata Ishi
"Iya, nanti kita temenin kamu kalau perlu kita temenin nyampek dikamar nanti malem. Haha... " Ledek Indri
"Nak, cepet keluar calon suami kamu udah dateng bentar lagi acara di mulai" Kata Warni di depan pintu kamar Ishi.
"Iya bu, bentar lagi ntar kita anter Ishi ke depan" Jawab Indri
Setelah beberapa saat, akhirnya Ishi keluar menuju ruang untuk acara ijab didampingi Rika dan Indri.
Semua mata tertuju pada Ishi tak terkecuali Adnan dan Nata.
"Cantik, semoga cantiknya wajahmu secantik hatimu'' batin Adnan.
"Seharusnya sekarang akulah yang menjadi pengantin pria mu, andai saja aku mengatakan perasaan ku kepada mu lebih awal pasti tidak akan seperti ini cerita kita, tapi aku bahagia karena yang akhirnya mendapatkan mu adalah orang yang sangat aku sayangi, orang yang sangat aku kenal, aku yakin dia adalah orang yang terbaik untukmu yang akan selalu membahagiakanmu" Batin Nata dengan tatapan nanar.
"Bagaimana acaranya bisa dimulai" Tanya Pak penghulu.
"Bisa Pak" Jawab Anto
"Kalau begitu Bapak silahkan jabat tangan mempelai pria!" Ucap Pak penghulu kepada Anto. karena Anto lah yang akan menikahkan Ishi secara langsung.
Lalu Anto dan Adnan saling berjabat tangan dan mengucap ijab qobul.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ishika Maraya binti Anto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" Ucap Adnan dengan lantang dan satu tarikan nafas.
"Bagaimana Saksi?" Tanya Pak penghulu
"SAH.... " Jawab mereka yang berada di ruangan itu
Mendengar kata itu seketika air mata Ishi jatuh, iya marasa terharu dengan yang terjadi.
Lalu Adnan memakaikan cincin ketangan Ishi dan Ishi pun melakukan hal yang sama untuk Adnan.
Lalu Ishi mencium tangan Adnan dilanjutkan Adnan yang mencium kening Ishi.
"Yang perempuan cantik yang laki laki ganteng, pasangan yang cocok" Kata tetangga Ishi yang ikut menghadiri acara pernikahan Ishi.
"Nak, selamat untuk pernikahanmu, akhirnya usai sudah tanggung jawab Bapak, sekarang kau menjadi tanggung jawab suami mu, ingat ikuti semua perintah suamimu jangan membantahnya, Bapak doa kan semoga rumah tangga kalian selalu dilindungi Allah" Kata Anto dengan mata berkaca-kaca.
"Pak, Ishi akan selalu mengingat perkataan Bapak" Ucap Ishi yang tak mampu menahan air matanya sambil memeluk Anto.
"Ini acara bahagia kenapa harus ada air mata" Kata Warni sambil ikut berpelukan dengan Anto dan Ishi.
Melihat hal itu keluarga Adnan merasa terharu. Setelah itu Ishi mendatangi kedua mertuanya.
"Selamat datang dikeluarga kami Ishi sayang" Kata Hendro sambil memeluk Ishi.
Mendengar ucapan Hendro Ishi tersenyum dan membalas pelukan Hendro.
"Akhirnya kamu jadi menantu Ibu nak" Kata Nita sambil memeluk Ishi.
"Terima kasih tante sudah mau menerima Ishi" Jawab Ishi
"Kok tante, panggil Ibu sama seperti panggilan Adnan " Kata Nita memeluk Ishi.
"Nak Adnan, Bapak titip Ishi tolong jaga dia, kalau dia bersalah jangan pernah menegurnya dengan kekerasan cukup kamu tegur dia dengan perkataan, mungkin Ishi bukan orang yang sempurna di mata mu, tapi bagi Bapak dia adalah harta keluarga kami yang sangat beharga, Bapak percayakan harta Bapak kepada mu, jika suatu saat kau sudah tidak menginginkannya lagi, jangan kau sakiti dia cukup kau kembalikan dia pada Bapak" Jelas Anto sambil memeluk Adnan.
"Akan saya ingat pesan dari Bapak, saya akan selalu berusaha untuk membahagiakan anak bapak" Jawab Adnan dengan tegas.
Warni mencoba menahan air matanya mendengar kata-kata Anto,
"Nak Ibu nitip Ishi" Pesan Warni.
"Iya Bu, saya akan berusaha membahagiakan Ishi " Jawab Adnan
"Anak Ayah akhirnya nikah, ingat jaga istrimu dia sekarang tanggung jawab mu" Kata Hendro memeluk Adnan.
"Pasti yah" Jawab Adnan
"Kasih Ibu cucu yang banyak ya nak" Kata Nita sambil tersenyum.
"Semau Ibu aja deh mau cucu berapa..!! " Jawab Adnan.
"Akhirnya diantara kita ada yang soldout juga, semoga selalu bahagia, doain kita moga cepet nyusul ya Shi..!" Kat Rika memeluk Ishi
''Makasih, iya... Semoga kalian cepet nyusul" Kata Ishi.
"Nanti jangan lupa, buka kado dari kita ya, cepetan kasih kita keponakan, tapi jangan lupain kita mentang-mentang kamu jadi istri bos ntar kamu lupa sama kita" Jelas Indri
"Ya nggak mungkin aku lupa sama kalian. Kalian ini udah kaya saudara aku sendiri, walaupun aku udah nikah tetep nggak ada yang beda buat kita" Jelas Ishi memeluk Indri.
"Adalah yang beda, kan kamu sekarang tidurnya nggak sama kita" Oceh Indri
"Oo iya lupa... Hahaha" Jawab Ishi
mereka bertiga berpelukan.
"Bang, selamat ya. Akhirnya aku nggak jadi bujang lapuk, inget jagain itu anak orang jangan buat dia sedih" Kata Nata
"Siaaaap... " Jawab Adnan dan mereka pun berpelukan.
"Bos,,, inget nanti malem langsung tancap gas, biar bisabkasih saya ponakan" Kata Doni.
"Tancap gas, sangka kamu mau balapan" Sahut Adnan.
"Kak, nitip kak Ishi ya jangan pernah bikin dia sedih, kalau nyampek kakak buat kak Ishi sedih kakak berurusan sama aku" Ancam Deni
"Siap bos, kakak pasti jaga Kakak kamu" Jawab Adnan tersenyum.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan berfoto mulai dari keluarga besar dan para sahabat Ishi.
Acara berlangsung sampai sore.
akhirnya para tamu pamit termasuk keluarga Adnan.
"Bang, kamu pulang besok aja bareng sama Ishi" Kata Nita
"Nak Ibu nitip Adnan ya" Sambil memeluk Ishi
"Iya buk'' Jawab Ishi
"Kita pamit, sampai ketemu lusa" Kata Rika dan Indri
"Bang, nanti ceritain gimana malem pertamanya" Bisik Nata
"Iya bos, kan kita juga penasaran" Tambah Doni
"Aialan, nikah makanya biar tahu rasanya gimana" Jawab Adnan.
Mereka pun tertawa bersama sama.