
Setelah bingung akan membawa kemana gadis yang bersamanya. Akhirnya Adnan membawa Ishi ke kamar hotel yang biasa ia dan keluarganya pakai.
di dalam kamar hotel, Ishi sudah tidak dapat lagi menahan rasa panas didalam tubuhnya.
"Pak tolong saya. Saya tidak mau hal buruk terjadi dengan saya" Pinta Ishi sambil menangis mengumpulkan sisa kesadaran dirinya yang sudah mulai hilang ditelan nafsu yang membara.
"Kamu percaya sama saya. Saya tidak akan membiarkan hal buruk terjadi dengan kamu" Jawab Adnan.
Lalu Adnan membawa Ishi kedalam kamar mandi dan mengguyur badan ishi dengan air.
Setelah beberapa saat Ishi sudah mulai sadar
"Pak terima kasih sudah membantu saya" Kata Ishi dengan suara lemah saat ia keluar dari kamar mandi.
"Kamu sudah sadar? Apa yang kamu rasakan? " Tanya Adnan.
Namun belum sampai Ishi menjawab ia pingsan dan hampir jatuh ketika ia akan keluar dari kamar mandi untung saat itu Adnan sigap menangkap tubuh Ishi.
"Cantik" Gumam Adnan
"Apa yang kau fikirkan Adnan, kau ini diberi amanah untuk menjaga gadis ini" Gerutunya.
Lalu Adnan membawa tubuh Ishi dan meletakkannya diatas ranjang. Setelah Adnan selesai mandi ia tidur di sofa di dalam kamar itu.
Tapi saat tengah malam, dengan setengah sadar Adnan pindah ke ranjang karena ia merasa tidak nyaman tidur diatas sofa.
pagi itu, di depan kamar hotel yang Adnan tempati.
"Cepat buka pintunya" Perintah wanita paruh baya di depan pintu kamar hotel yang ditinggali Adnan.
"Maaf Nyonya saya tidak berani" Jawab Doni
"Tenang dulu Bu, jangan buru-buru" Kata Hendro yang tak lain adalah Ayah Adnan.
"Sini biar saya sendiri yang buka. Kamu tunggu disini aja Don" Kata Nita yang tak lain Ibu dari Adnan.
Ketika pintu dibuka alangkah terkejutnya Nita dan Hendro saat melihat anak sulungnya berada diatas ranjang dan dibawah selimut yang sama dengan seorang wanita.
"Adnan! Apa yang kamu lakukan..!! " Kata Nita dengan suara tinggi
Adnan yang mendengar suara ibunya lalu membuka matanya.
"Ibu Ayah! Ngapain kesini? " Tanya Adnan tanpa merasa berdosa.
Plaak (Suara tamparan)
"Adnan Ibu tidak menyangka kamu sebejat ini nak"
"Sudah Bu, jangan emosi dulu. Adnan juga sudah dewasa biarkan dia menjelaskan apa yang terjadi" Kata Hendro mencoba menenangkan istrinya yang sedang emosi.
Ishi yang mendengar suara berisik itu pin terbangun, pelan pelan ia mengerjapkan matanya.
Ketika matanya melihat sekeliling kamar itu pandangannya bertemu dengan pandangan Nita.
"Tante" "Ishi" Kata mereka secara bersamaan.
"Bapak kenapa bisa tidur di ranjang?" Tanya Ishi.
Karena sadar akan keadaannya yang berada dalam satu kamar hotel dengam seorang lelaki Ishi sudah bisa menebak kalau tante Nita salah sangka.
"Sayang katakan apakah anak kurang ajar ini yang sudah memaksamu untuk tidur dengannya? " Tanya Nita
"Tante, ini tidak seperti yang tante fikirkan. Ini cuma sebuah kesalah pahaman tante" Kata Ishi mencoba menjelaskan.
"Iya bu, ini cuma salah paham" Bela Adnan.
"Diam kamu, ibu kecewa sama kamu. Kamu tahu Ishi adalah orang yang menyelamatkan Ibu, jadi Ibu tidak akan rela kalau ada yang menyakitinya walaupun itu anak Ibu" Jawab Nita
"Bu, tenang. Adnan cepat jelaskan apa yang terjadi" Tanya Hendro.
"Sudah, Ibu sudah tidak mau mendengar alasan kalian. Ibu mau kamu Adnan menikahi Ishi" Ucap Nita
Bagaikan petir disiang bolong ketika Ishi mendengar kata kata Nita. Ia terlihat masih sangat syok dengan kata kata Nita.
"bu, kami tidak melakukan apapun. Semalam ada yang mau menjebak Adnan tapi " Elak Adnan tapi belum sampai ia menyelesaikan kalimatnya sudah dipotong oleh Nita.
"Ibu tidak mau dengar, yang Ibu mau kamu menikahi Ishi. Apa kata orang kalau tahu putra pertama keluarga Brawijaya tidur di hotel dengan seorang wanita" Oceh Nita
"Tapi Bu," Rengek Adnan
"Kata-kata Ibu tidak bisa dibantah. Cepat ganti baju mu dan pergi ke kantor Doni sudah menunggu di luar. " Jawab Nita
"Sudahlah Nan, turuti saja keinginan Ibu mu, dan cepat siap siap, hari ini kita ada meeting penting" Kata Hendro.
Setelah kepergian Hendro dan Adnan, Ishi mencoba berbicara dengan Nita tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Tante ini tidak seperti yang tante bayangkan. Pak Adnan yang menolong saya"
"Sudahlah Nak, kalaupun terjadi sesuatu juga tidak apa-apa, yang penting itu kamu bukan gadis sembarangan yang tante tidak kenal" Kata Nita
"Maksud tante " Tanya Ishi heran
"Mulai hari ini panggil tante Ibu, karena kamu akan jadi menantu Ibu" Jawab Nita dengan muka bahagia.
Ishi :" Tapi tante, ini tidak "
Nita; "Sudahlah ayo siap-siap nanti tante antar kamu pulang. "