
Setelah selesai dengan rutinitas paginya, Ishi bergegas ke kamar untuk membangunkan suaminya.
"Abang, bangun udah siang. Kebiasaan habis sholat subuh pasti tidur lagi" Omel Ishi
"Iya sayang. Kamu hari ini masuk apa?" Tanya Adnan sambil mengucek kedua matanya.
"Aku masuk pagi bang. Abang nggak usah antar nanti aku bareng kak Nata aja" Kata Ishi sambil menyiapkan pakaian untuk Adnan
"Baju Abang aku taruh disini ya, cepet yang mandi terus gantian aku juga mau mandi"
"Mandi bareng aja biar mempersingkat waktu" Ide Adnan sambil menaikan alisnya.
"Itu bukannya mempersingkat tapi memperlambat " Sanggah Ishi
Setelah selesai sarapan mereka berangkat bersama karena Adnan bersikeras untuk Mengantar Ishi.
* * * *
"Aku berangkat dulu ya bang, Assalamualaikum " Kata Ishi sambil mencium tangan Adnan
"Wa'alaikum salam" Jawab Adnan
Ketika Ishi keluar dari mobil dan memasuki pintu karyawan banyak pasang mata yang memperhatikannya tapi Ishi tidak ambil pusing dengam omongan mereka.
"Shi, tadi katanya mau bareng berangkatnya ?" Tanya Nata menghampiri Ishi
"Abang nggak ngebolehin kak" Jawab Ishi
"Ya udah, nanti kalau mau bareng tinggal hubungin kakak aja" Kata Nata yang dijawab anggukan kepala oleh Ishi lalu mereka memasuki area kerja masing-masing.
Saat shift siang masuk, Hendri tiba-tiba menghampiri Ishi yang sedang berada di gudang bersama Rika.
"Ishika, nanti pulang kerja ada waktu sebentar? Ada yang mau saya bicarakan" Kata Hendri
"Tentang apa kak? Apa masalah pekerjaan ?" Tanya Ishi
"Bukan kok, ini masalah pribadi" Jawab Hendri
"Nggak bisa kak, Hari ini aku udah ada janji sama Rika dan Indri" Alasan Ishi karena ia tidak ingin suaminya salah paham jika ia pergi dengan lelaki lain
"Ngapa nggak langsung bicara sekarang kak?"
"Kalau masalahnya pribadi, aku keluar dulu ya shi" Pamit Rika yang berada agak jauh dari Ishi
"Jangan kerjaan kita juga belum kelar. Kamu udah mau kabur aja" Cegah Ishi
Tanpa fikir panjang Hendri lalu memegang tangan Ishi dengan kuat, sampai Ishi mau menarik tangannya pun tidak bisa. Rika hanya melihat mereka dengan tatapan heran.
"Ishika, mau nggak kamu jadi istri aku. Aku sudah lama menyukai kamu" Kata Hendri terus terang
Rika dan Ishi dibuat kaget mendengar pernyataan Hendri.
"Maaf kak, aku nggak bisa. Aku udah punya seseorang yang penting dalam hidupku" Tolak Ishi tanpa basa-basi.
"Maaf kak, tapi aku nggak bisa" Tolak Ishi lalu pergi meninggalkan Hendri
Melihat hal itu Rika pun buru-buru menyusul Ishi keluar gudang.
"Kenapa kamu kejam shi? Apapun yang terjadi aku akan berusaha buat dapetin kamu sebelum aku tahu ada janur kuning melengkung di depan rumah kamu" Batin Hendri.
* * * *
"Nggak kasian kamu shi sama kak Hendri?" Tanya Rika saat mereka makan bersama karena sudah memasuki waktu istirahat.
"Terus aku harus gimana? Kamu kan tahu aku punya suami. " Jelas Ishi
"Memang kak Hendri kenapa? Kok pakai dikasihani segala" Tanya Indri
"Tadi kak Hendri minta Ishi buat jadi istrinya" Jelas Rika
"Apa... !!!" Teriak Indri tidak percaya
"Biasa aja kale Ekspresinya " Kata Ishi
Rika lalu menceritakan drama di gudang antara Ishi dan Hendri.
"Gila kak Hendri, kalau tahu Ishi siapa pasti dia bakalan mikir seratus bahkan seribu kali buat ngelakuin hal itu." Kata Indri
"Terus kamu tolak shi?" Tanya Indri
"Ya iyalah. Udah punya laki nih. Lagian aku juga nggak ada perasaan buat dia, jadi aku tolak langsung aja" Jelas Ishi
"Sadis" Kata Indri
"Coba kamu tadi lihat ekspresinya kak Hendri, kasian. Haha" Kata Rika
"Sayang aku tadi nggak ikut lihat drama di gudang. Yang tahu siapa aja?" Tanya Indri
"Cuma kita bertiga. Udah nggak usah dibahas ntar kedengeran orang malah jadi gosip" Kata Ishi
"Iya mak, biasa aja kale nggak usah oake otot. Hahaha" Kata Indri
"Sensitif dia" Celetuk Rika
Akhirnya mereka pun melanjutkan makan dan bekerja kembali.
* * * * *
**Hai para reader, akhirnya bisa UP juga. Tolong dukung karya mimin dengan kasih like, vote ataupun komentar.
Buat yang udah membaca dan menjadikan karya mimin sebagai favorit, kasih like atau komentar mimin ucapkan terima kasih karena itu suatu bentuk dukungan buat mimin biar tambah semangat.
Terima kasih 🙆**.