
Setelah makan malam selesai, mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Bu, gimana kalau Adnan dan Ishi pindah... ?" Tanya Adnan pada Nita
"Memangnya kalian mau pindah kemana? Memang kalau tinggal disini kenapa..?" Tanya balik Nita.
"Ya biar kita mandiri Bu, katanya Ibu pengen cepet punya cucu,,? Kalau masalah rumah nanti Adnan sama Ishi mau nyari dulu rumah yang cocok buat kita" Jawab Adnan
"Terserah kalian aja mau gimana, kalau masalah rumah Ibu udah ada buat kamu sama Nata, biar kalau punya cucu Ibu nggak usah jauh-jauh nengoknya" Kata Nita.
"Ishi kan masih kerja, apa nanti nggak repot kalau kalian rumah sendiri" Tambah Hendro
"Kenapa Abang nggak ngomong kalau mau pindah rumah kan aku bingung jawab apa ini" Batin Ishi
"Ya nggak lah yah, nanti ada ART yang bantu beres-beres rumah" Jawab Adnan.
"Ya,,,aku ditinggal dirumah sendiri. Apa aku ikut Abang pindah ke rumah Abang aja ya Bu,,?" Rengek Nata.
"Ngapain kamu mau ikut Abang, ganggu orang aja!" Sanggah Adnan.
"Rumah Abang sama calon rumah kamu itu deketan, jadi kalau mau main jalan kaki aja nyampek, ngapain kamu ikut ngintilin Abang kamu, makanya cepet nikah biar nggak sendirian" Ejek Ibu.
"Kok ibu jadi kaya gitu sih" Kata Nata dengan nada yang agak tinggi.
"Sudah, kalian ini kayak masih bocah aja, ayo Bu kita ke kamar, pusing denger rengekan Nata, hahaha" Kata Hendro sambil berdiri dan disusul Nita yang mengikuti Hendro menuju kamar.
"Ayo yah, Ibu juga udah ngantuk"
"Abang jangan coba-coba ya ajak Ishi ke kamar juga" Kata Nata.
"Ya kenapa, Ishi kan istri Abang? Ayo Shi ke kamar" Kata Adnan sambil mengulurkan tangannya.
"Iya bang" Jawab Ishi menyambut tangan Adnan.
"Awas aja kalian" Kesuh Nata.
Sesampainya di kamar Ishi dan Adnan menunaikan sholat isya lalu merebahkan diri diranjang.
"Kok abang nggak ngomong kalau ada rencana pindah rumah?" Tanya Ishi
"Maaf ya, Abang nggak sempet tapi kamu mau kan tinggal berdua aja sama Abang?" Kata Adnan sambil memandang Ishi.
"Kalau Ishi terserah sama Abang, yang penting Ishi masih boleh kerja" Jawab Ishi.
"Iya, tapi nanti kalau kamu hamil Abang nggak kasih kamu buat kerja" Kata Adnan
"Hah,,,hamil,,?" Kata Ishi kaget mendengar kalimat Adnan.
"Iyalah, memang kamu nggak mau hamil anak Abang,,?" Tanya Adnan sedangkan Ishi masih diam
"Abang akan sabar nunggu kamu siap nyerahin semuanya ke Abang, tapi inget Abang juga nggak bisa nunggu lama-lama buat minta hak Abang" Jelas Adnan sambil tersenyum.
"Iya bang, maafin Ishi" Jawab Ishi sambil menundukan kepalanya.
"Nggak papa, ayo sama-sama belajar buat saling menerima, cepet tidur besok masuk pagikan, ?" Kata Adnan sambil mengusap puncak kepala Ishi lalu Adnan pun memejamkan matanya.
"Ya Allah, maafkan hamba-Mu ini yang belum menjadi istri yang berbakti kepada suaminya" Batin Ishi
Lalu Ishi pun ikut tertidur.
Setelah sarapan mereka sudah siap untuk memulai aktivitas.
"Shi, kamu bareng sama Nata ya, hari ini Abang buru-buru ada meeting" kata Adnan
"Iya bang" Jawab Ishi singkat.
"Yah, Bu Adnan pamit dulu" Pamit Adnan sambil mencium tangan kedua orang tuanya "Nat, titip bini Abang jagain jangan sampe lecet"
"Tenang bang," Kata Nata sambil mengacungkan jempolnya.
"Hati-hati di jalan" Kata Ibu Nita
"Semoga meetingnya sukses" Tambah Hendro
Sedangkan Ishi mengantar Adnan sampai kedepan pintu.
"Abang hati-hati" Kata Ishi sambil mencium tangan Adnan.
Ishi pun kaget dibuatnya.
"Morning kiss, kamu harus terbiasa " Jawab Adnan sambil tersenyum dan melangkah pergi meninggalkan Ishi
Setelah kepergian Adnan Ishi melanjutkan sarapan di meja makan.
"Nak, nanti pulang kerja ibu jemput. Ibu mau ajak kamu ke suatu tempat" Ajak Nita
"Iya bu" Jawab Ishi
"Ayo Shi berangkat, Yah Bu Nata berangkat dulu" Kata Nata sambil mencium tangan kedua orang tuanya diikuti Ishi.
Sesampainya Nata dan Ishi di parkiran Mall, semua mata yang ada disitu tertuju pada Ishi.
"Kak, besok-besok aku naik angkot aja, nggak enak nanti kalau sampai ada gosip tentang kita" Kata Ishi ketika turun dari mobil.
"Biarin aja, lagian Kakak juga cuma satu bulan disini nanti kalau mereka tahu kamu siapa juga mereka diem kok" Jawab Nata santai.
"Ya kakak enak, lah akunya gimana?" Dengus Ishi
"Santai aja, nikmati aja jadi selebnya Mall Brawijaya,, haha" Kata Nata.
Mereka memasuki area kerja masing-masing.
"Hei,,,bini bigboss" Sapa Indri
"Hussst,,kalian ini nanti ada yang denger" Jawab Ishi.
Lalu mereka melakukan aktivitas sebagaimana biasanya sampai tak terasa jam pulang pun tiba.
"Shi, aku pulang agak sorean, kamu dijemput Ibu kan,,?" Tanya Nata yang menghampiri Ishi.
"Iya kak, nanti aku dijemput Ibu" Jawab Ishi.
"Oke" Kata Nata sambil pergi meninggalkan Ishi.
"Cie, dijemput mertua" Goda Rika.
"Diem ah.." Elak Ishi.
Setelah sampai di area parkir Ishi yang berdiri di pinggir jalan didekati oleh Adi.
"Dek, kamu nunggu siapa" Tanya Adi
"Nunggu jemputan bang" Kata Ishi lalu datanglah mobil berwarna hitam menghampiri Ishi.
"Bang duluan ya" Pamit Ishi
"Oo iya" Jawab Adi heran
"Siapa yang jemput Ishi itu" Batin Adi.
"Bu, kita mau kemana?" Tanya Ishi di dalam mobil.
"Ke rumah mu dan Adnan" Jawab Nita
Tibalah mereka di rumah yang tidak terlalu besar namun mewah.
"Ayo nak turun" Ajak Nita sambil berjalan menuju rumah itu.
"Ini rumah yang Ibu persiapkan untuk istri Adnan, terserah kamu mau ditata seperti apa dan rumah ini sudah atas nama kamu" Jelas Nita sedangkan Ishi mengikutinya di belakang.
"Tapi bu, ini terlalu berlebihan, saya tidak mau kalau ada orang bilang saya menikah dengan Abang karena harta" Jawab Ishi.
"Ini hadiah dari Ibu nanti istri Nata pun mendapatkan rumah seperti kamu jadi ini tidak berlebihan dan Ibu jamin tidak ada yang akan membicarakan mu seperti itu, kalau pun ada nanti biar Ibu yang akan menjawab" Jelas Nita sambil mengusap kepala Ishi.
"Bu, terima kasih buat semuanya" Kata Ishi dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk Nita.
"Kamu itu sudah seperti anak Ibu sendiri, jadi jangan sungkan" Jawab Nita sambil memeluk Ishi.
#Maaf karena jarang Up, maklum mimin lagi sibuk didunia nyata.
Jangan lupa bagi like dan komentarnya.
terima kasih.