
"Abang nggak kerja?" Tanya Ishi pada suaminya.
"Mungkin Agak siangan. Kepala Abang agak pusing " Jawab Adnan.
"Abang sakit?" Tanya Ishi sambil menempelkan tangannya dikening Adnan.
"Tapi nggak panas tuh! Ya udah nggak usah kerja. Nanti aku juga nggak usah masuk kerja biar ada yang jagain Abang"
"Abang nanti siang ada meeting jadi harus ke kantor. Kalau kamu mau kerja nggak papa nanti kalau kebanyakan izin kapan kamu mau ajuin resign. Hari ini Abang mau kamu ajuin resign. " Kata Adnan.
"Ya udah aku berangkat kerja kalau gitu tapi Abang beneran nggak papa?" Tanya Ishi sambil mengusap pipi Adnan.
"Iya nggak papa kok" Jawab Adnan.
"Aku buatin sarapan dulu buat Abang" Kata Ishi lalu pergi meninggalkan kamar.
Lalu adnan pun mengambil ponselnya yang berada diatas nakas dan menghubungi seseorang.
📞
"Kamu urus aja, pindahin akhir bulan ini" Kata Adnan lalu memutuskan sambungan telepon ketika pintu di buka.
Ceklek
Pintu dibuka. Ishi nampak membawa sepiring nasi dan segelas air untuk Adnan.
"Abang nelpon siapa?" Selidik Ishi.
"Nelfon Doni sayang. Kamu kok curigaan banget sih, nggak percaya sama Abang kalau cuma kamu dihati Abang" Kata Adnan sambil mencubit hidung Ishi dengan gemas.
"Gombal. Percaya sama Abang itu musrik namanya" Dengus Ishi sambil memberikan piring berisi nasi.
"Hoeek"
"Abang kenapa?" Tanya Ishi panik melihat Adnan mau muntah.
"Singkirin nasi itu. Abang mual" Kata Adnan sambil menutup hidungnya. Ishi pun hanya memandangnya heran.
"Apa asam lambung Abang kambuh ya?" Tebak Adnan karena memang Adnan punya riwayat sakit lambung.
"Emang asam lambung bisa kaya gitu bang, mual kalau liat nasi?" Tanya Ishi heran.
"Biasanya kalau asam lambung Abang kambuh, Abang nggak suka makan nasi" Ishi pun hanya menganggukkan kepala mendengar jawaban Adnan.
"Kita kedokter aja ya? Daripada nanti ada apa-apa" Kata Ishi dengan cemas.
"Nggak usah minum obat juga langsung sembuh. Ambilin obat Abang di laci" Pinta Adnan.
"Tapi makan dulu ya. Seenggaknya makan roti baru minum obat" Pinta Ishi yang dijawab Anggukan oleh Adnan.
"Tapi Abang pengen bubur ayam" Celoteh Adnan.
"Iya ya, aku cariin ke depan siapa tahu ada tukang bubur lewat depan rumah" Jawab Ishi lalu pergi meninggalkan Adnan.
Setelah mendapatkan pesanan Adnan, Ishi buru-buru membawanya ke kamar.
"Ini enak" Komentar Adnan ketika memakan bubur ayam.
"Bukannya bubur ayam itu dari dibuat dari beras ya bang? Terus Abang bisa makan bubur tapi nggak bisa makan nasi? Aneh" Gumam Ishi.
"Kamu nih kenapa sih sayang, Abang cuma pengen makan bubur ayam nggak tahu kenapa kalau liat nasi ngeri aja" Jelas Adnan.
"Ya udahlah, aku mau siap-siap buat kerja" Pamit Ishi lalu pergi ke kamar mandi.
"Berangkat bareng Abang aja ya. Abang juga mau ke tempat meeting" Kata Adnan dengan suara agak keras karena Ishi sudah berada di dalam kamar mandi.
"Iya, tapi Abang pakai supir aja. Abang kan masih pusing" Jawab Ishi dari dalam kamar mandi.
"Udah nggak kok. Tiba-tiba udah nggak pusing setelah makan bubur ayam" Kata Adnan.
"Aneh" Gumam Ishi yang mendengar penjelasan Adnan. Setelah itu tidak ada sahutan Ishi yang terdengar hanya suara gemericik air.
Setelah selesai mempersiapkan diri Adnan terlebih dahulu mengantarkan Ishi ke tempat kerja baru setelah itu ia pergi ke tempat meeting.
"Aku berangkat bang. Assalamualaikum " Pamit Ishi lalu mencium punggung tangan Adnan.
"Hati-hati kerjanya. Wa'alaikum salam" Jawab Adnan.
* * * *
"Maaf saya sedikit telat" Ucap Adnan sambil menjabat tangan para kliennya.
"Tidak apa-apa pak, kami juga baru sampai" Kata Pak Joni selaku rekan bisnis Adnan.
Setelah selesai membahas pekerjaan Pak Joni dan sang asistennya pamit karena ada masalah mendadak.
"Maaf pak Adnan, saya tidak dapat menemani anda makan siang, Istri saya akan melahirkan makanya saya harus buru-buru pulang" Kata Pak Joni.
"Tidak papa Pak, keluarga adalah nomor satu jadi saya memakluminya" Kata Adnan lalu mereka berjabat tangan.
"Bos, kita makan disini aja ya, aku sudah laper" Cicit Doni.
"Iya, " Jawab Adnan singkat.
"Wih, ketemu Abang disini" Kata Nata yang ntah datang dari mana.
"Kamu dari mana? Tiba-tiba nongol disini?" Tanya Doni yang heran dengan kedatangan Nata.
"Kamu bau banget sih nat. Agak jauhan dari aku" Kata Adnan sambil menutup hidung.
"Nggak bau kok, wangi malaham" Jawab Nata sambil mengendus-endus pakaiannya.
"Udah malah pada ribut. Mau makan nggak nih?" Lerai Doni.
Mereka pun akhirnya memesan makanan.
"Mbak saya mau pesan daging rica-rica, gulai sapi, ayam bakar, sama oseng kangkung tanpa nasi ya mbak kalau bisa diganti pakai lontong nasinya" Kata Adnan mendahului.
Pelayan pun nampak bingung dengan pesanan Adnan karena menu makanan yang diminta Adnan tidak ada didaftar menu.
"Abang disini itu nggak ada makanan yang Abang minta. Abang juga aneh minta kok lontong, sangka Abang ini warung pinggir jalan" Dengus Nata.
"Udah mbak, kami pesan menu andalan di restoran ini aja. tiga porsi ya mbak, minumnya jeruk aja" Akhirnya Doni yang memutuskan pesanan mereka.
"Jangan menu yang ada nasinya ya mbak" Oceh Nata.
Pelayan itu pun hanya tersenyum melihat tingkah ketiga lelaki itu.
"Abang ini kenapa sih, tumben pilih-pilih makanan. Apa lagi diet?" Selidik Nata.
"Apa bos masih kurang puas dengan bentuk badan sampai mau diet nggak makan nasi?" Tambah Doni.
"Badan Abang itu udah bangus, ngapain pakai diet segala. Cuma dari tadi pagi kepala Abang pusing begitu nyium bau nasi mau muntah" Jelas Adnan.
Sedangkan Nata dan Doni mendengarkan ocehan Adnan dengan ekspresi heran.
"Abang ngidam kali" Celetuk Nata.
"Ya kali Ishi yang hamil Abang yang ngidam. Nggak mungkinlah" Sanggah Adnan.
"Emang Ishi hamil bos" Tanya Doni kaget.
"Kayanya belum ada tanda-tanda tuh" Jawab Adnan dengan lesu.
"Sabar, berarti benda pusaka Abang belum mengeluarkan kesaktiannya" Celetuk Nata.
"Reseh ni anak" Kata Adnan sambil menendang kaki Nata yang berada di bawah meja.
"Aww. Abang sadis betul" Kata Nata.
"Mau makan apa mau berantem pesenannya udah dateng nih" Jelas Doni.
Akhirnya mereka makan diiringi candaan khas mereka bertiga. Mungkin kalau ada yang melihat kedekatan mereka tidak akan ada yang menyangka bahwa mereka adalah CEO, asisten dan adik CEO.
* * * * * *
**Akhirnya selesai satu bab.
Terima kasih mimin ucapkan buat para pembaca setia karya mimin.
Jangan lupa kasih like, vote yang banyak biar mimin tambah semangat.
Salam sayang dari mimin. 🙆**