My Love My SPG

My Love My SPG
New



Sesampainya di bandara, Adnan dan Ishi sudah dijemput supir keluarga Brawijaya.


"Bang, kita mampir ke kontrakan aku dulu, aku mau ambil baju disana.. " Kata Ishi


"Semua keperluan mu mungkin sudah disiapkan Ibu, kau tidak perlu khawatir" Kata Adnan


"Tapikan baju kerja aku disana, perlengkapan pribadi masih disana" Sanggah Ishi lagi.


"Nanti aja ambilnya, waktu kita pindah rumah" Kata Adnan


"Loh,,, memang kita mau pindah rumah kemana bang..?? " Tanya Ishi penasaran


"Ya ke rumah kita sendiri bukan rumah Ayah sama Ibu'' jawab Adnan


"Emang Ibu ngebolehin...??? " Tanya Ishi


"Ya coba nanti kita jelasin sama Ibu, rumahnya juga gk jauh sama komplek" Kata Adnan


"Kalau masalah seragam kayanya sama Ibu udah disiapain, yang paling heboh buat sambut kamu itu Ibu" Kata Adnan sambil tersenyum.


* * *


Akhirnya mobil mereka sampai di rumah Brawijaya. Mobil memasuki gerbang yang sangat tinngi halaman yang luas namun tertata dengan rapi dan rumah mewah bernuansa putih.


Ishi yang melihat kemewahan rumah itu berdecak kagum dibuatnya.


"Ini rumah Abang...?? " Tanya Ishi heran


"Bukan, ini rumah Ayah sama Ibu" Jawab Adnan tersenyum "Ayo turun, udah ditunggu Ibu" Adnan pun turun dari mobil.


"Gila,,, ini mah istana bukan rumah. Memang sekaya apa sih lelaki yang aku nikahi ini" Batin Ishi.


"Kenapa bengong, ayo turun" Kata Adnan


"Akhirnya menantu Ibu datang" Sambut Nita menghampiri mereka yang keluar dari mobil.


Adnan dan Ishi lalu mencium tangan orang tuanya.


"Kenapa Ibu menunggu kami diluar dimana Ayah dan Nata" Kata Adnan pada Ibunya.


"Ayah mu ke kantor, Nata kerja kan kamu sendiri yang bilang tidak usah ada resepsi, jadi mereka langsung kerja" Jawab Ibunya


"Ayo nak masuk, kalian pasti lelah. Ibu udah masak yang enak-enak buat nyambut mantu Ibu" Ajak Nita pada Ishi.


"Jadi cuma Ishi yang ditunggu, Adnan nggak" Rajuk Adnan


"Bosen Ibu nyambut kamu. Kamu nggak bisa diajak main, kalau Ishi pasti mau, ya kan nak...?? " Kata Nita.


Adnan yang mendengar itu hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


Setelah mereka masuk kedalam rumah, Nita mulai memperkenalkan ART yang ada di rumah mereka dan mengajak Ishi untuk berkeliling.


"Bik, ini Ishi istri Adnan" Kata Nita memperkenalkan Ishi ke ARTnya


" Ini bik An sama bik Mur, yang ini pak Mun sopir kita, yang ini yang ngurus kebun pak Jo"


Sedangkan Ishi hanya mengangguk dan tersenyum kearah para ART di rumah itu.


"Bu, biarin Ishi istirahat dulu, besok dia udah mulai kerja" Kata Adnan sambil menuruni tangga.


"Kamu ini ganggu aja biarkan dulu Ibu mu ini bersama menantu Ibu yang cantik ini" Kata Nita


"Ishi juga butuh istirahat Bu" Kata Adnan


"Kau lihat nak, belum apa-apa suami mu ini sudah sangat posesif, istirahatlah di kamar Adnan, biar dia yang mengantarkan" Kata Nita


Ishi hanya tersenyum melihat perdebatan antara Ibu dan anak.


"Ayo, kamar ku ada di lantai dua" Ajak Adnan.


Ishi hanya mengangguk mengikuti Adnan dari belakang.


"Masuklah, ini adalah kamar ku" Kata Adnan sambil membuka pintu" Perlengkapan mu ada di sebelah sana," Tunjuk Adnan kearah ruangan perlengkapan mereka berdua"


"Apa ini semua buat aku Bang" Tanya Ishi heran karena semua sudah tersusun dengan rapi mulai dari pakaian tas sepatu semua sudah siap.


"Benarkan apa kataku semua perlengkapan mu sudah disiapkan Ibu" Kata Adnan sambil tersenyum.


"Iya Bang" Kata Ishi.


"Kalau kamu mau mandi, aku bisa keluar dulu istirahatlah" Kata Adnan yang tidak ingin membuat Ishi canggung.


"Nggak usah keluar Bang, kalau Abang mau istirahat juga nggak papa, Abang juga pasti capek " Jawab Ishi


Ishi lalu membersihkan diri sedangkan Adnan membaringkan dirinya diatas ranjang. Setelah selesai membersihkan diri ia menyusul Adnan tidur.


"Bu, Bang Adnan belum dateng apa? " Tanya Nata


"Udah, tapi mereka belum turun mungkin kecapean" Kata Nita


"Ya maklum Abang kamu kan pengantin baru" Sahut Hendro


"Makanya kamu cepetan nyusul Abang, biar Ibu punya temen di rumah" Tambah Nita


"Kemarin Ibu nyuruh jangan buru-buru" Jawab Nata


"Kan kemarin Abang kamu belum nikah, kalau sekarang kamu mau nikah ya nggak papa, iya kan Yah" Jelas Nita


"Ribut apaan sih" Suara Adnan terdengar dari tangga menuju ruang keluarga.


"Heeemmm,,, mentang-mentang ada yang baru laju keluar kamarnya sore-sore" Ledek Nata


"Kenapa.. Iri...??" Makanya cepet nikah" Jawab Adnan


"Udahlah kalian ini kaya anak kecil" Lerai Nita


" Ke dapur kayanya" Jawab Adnan


" Ngapain menantu Ibu kesana, kan udah ada yang masak" Kata Nita


"Ibu mau kemana...? " Tanya Hendro ketika melihat istrinya beranjak dari kursi.


"Mau liat menantu Ibu ngapain di dapur" Jawab Nita meninggalkan ruang keluarga.


Di dapur Ishi dan bik An sedang sibuk mempersiapkan makan malam sampai tidak tau kalau Ibu mertuanya menghampiri.


"Nak, kamu masak apa? " Tanya Nita


"Buat makan malam Bu, bosen nggak ada yang dikerjain" Jawab Ishi


"Maaf Bu, saya tadi sudah melarang non Ishi buat masak, tapi non Ishi tidak mau" Jawab bik An


"Nggak papa kok bi" Jawab Nita tersenyum


"Sini Ibu bantuin juga" Tawar Nita


Mereka bertiga memasak bersama diselingi canda tawa sedangkan Adnan yang melihat keakraban antara istri dan Ibunya hanya tersenyum dan kembali melanjutkan tujuannya ke kamar.


"Udah selesai, biar bik An sama bik Mur yang siapin. Kamu mandi aja gih" Suruh Nita


"Iya Bu, Ishi keatas dulu" Jawab Ishi langsung pergi menuju kamarnya.


Ketika Ushi memasuki kamar, terdengar gemericik air dari kamar mandi.


"Ternyata Abang sedang mandi, kalau begitu aku siapin dulu pakaiannya" Gumam Ishi


Setelah selesai memilihkan pakaian untuk Adnan Ishi meletakannya diatas ranjang dan saat yang bersamaan Adnan keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk diatas lutut.


Ishi yang melihat itu ia langsung memalingkan pandangannya karena merasa malu.


"Ini baju ganti buat Abang aku taruh disini" Kata Ishi sambil berjalan menuju kamar mandi.


" Kalau nyiapin jangan setengah setengah, masak ****** ******** nggak ada" Protes Adnan


"Kan Abang bisa pilih sendiri, aku malu mau pilihin buat Abang" Jawab Ishi sambil menunduk.


"Lain kali harus kamu siapin sekalian, kan kamu istri Abang, jadi harus terbiasa dengan hal kaya gini" Kata Adnan sambil mengusap kepala Ishi dan berjalan ke arah ruang ganti.


Mendapat perlakuan seperti itu membuat jantung Ishi berdeguk kencang tak karuan.


"Hei,, kenapa aku jadi deg-degan kaya gini" Gumam Ishi lalu ia melanjutkan niatnya untuk mandi.


Ketika Ishi keluar dari kamar mandi ia sudah berpakaian lengkap, ia sempat kaget melihat Adnan masih ada dikamar.


"Abang masih disini? " Tanya Ishi


"Iya, kamu ganti di kamar mandi...? " Tanya Adnan melihat Ishi.


"Iya Bang" Jawab Ishi sambil menunduk.


"Ya udah, yang penting kamu merasa nyaman" Kata Adnan


"Ayo, kita sholat magrib berjamaah di bawah"


''Iya bang" Kata Ishi mengikuti suaminya .


Mereka keluarga Brawijaya dan semua ART akhirnya sholat magrib berjamaah karena memang sudah kebiasaan untuk melakukan sholat jamaah di keluarga itu tanpa pilih-pilih status.


Setelah itu mereka melanjutkannya dengan makan malam.


"Shi besok kamu sudah mulai kerja? Kamu berangkat sama Nata aja kalau kalian sama shift" Kata Nita


"Nggak usah Bu, nanti saya berangkat sendiri aja" Jawab Ishi


"Nak, ini buat kebaikanmu. Kami tidak ingin kamu kesusahan karena jarak sini ke Nall lumayan" Tambah Hendro


"Udah ikutin apa kata Ayah sama Ibu, " Kata Adnan


"Nanti ngerepotin" Sanggah Ishi.


"Kaya sama siapa aja, besok berangkat bareng,, oke... " Kata Nata


Begitulah pembicaraan mereka dimeja makan. setelah selesai makan mereka Hendro, Adnan dan Nata ke ruang kerja untuk membahas masalah kantor sedangkan Ishi dan Nita mengobrol di ruang keluarga.


" Gini yang buat Ibu kesepian mereka sibuk dengan kerjaan" Curhat Nita mendengar itu Ishi hanya tersenyum.


"Bagaimana, apa Ibu bentar lagi bisa punya cucu, kan kalo ada cucu biar ibu nggak kesepian" Kata Nita sambil melihat Ishi


Ishi terlihat canggung dengan perkataan mertuanya itu.


"Ibu tahu kalau kamu menikah sama Adnan karena desakan Ibu, tapi Ibu harap kamu menjalaninya dengan kesungguhan. " Kata Nita sambil menggenggam tangan Ishi


"Pelan-pelan aja, anggep aja ini hidup kamu yang baru, kalian harus saling belajar buat menerima satu sama lain. " Tambahnya lagi.


Setelah ngobrol panjang kali lebar dengan mertuanya, Ishi kembali ke kamar.


Setelah selesai sholat isya, ia menyiapkan baju tidur untuk suaminya dan langsung tidur.


Ketika Adnan memasuki kamar, ia melihat istrinya sudah tertidur lelap, ia langsung menunaikan sholat isya dan berganti pakaian, lalu menyusul istrinya tidur.


"Cup"


Adnan mencium kening istrinya.


"Selamat tidur istriku" Gumamnya.


Mereka pun tidur dengan posisi adnan memeluk ishi.


#bersambung....