My Love My SPG

My Love My SPG
Mulai Berfikir



Sudah empat hari Adnan pergi dinas dan selama itu pula teman-teman Ishi selalu menemaninya. Mereka bertiga menghabiskan waktu malam untuk mengobrol di ruang keluarga.


"Shi, suami kamu kok belum pulang? Padahal besok kita udah nggak bisa nemenin kamu, kan kita beda shift." Kata Indri.


"Kata abang, dia paling cepet pulang lima hari paling lama satu minggu. Aku berani kok di rumah sendiri jadi kalian nggak usah khawatir." Jawab Ishi.


"Kamu nggak kangen tah Shi?" Tanya Rika penasaran.


"Hemmm, gimana ya aku juga masih bingung dengan perasaanku" Jawab Ishi.


"Kok gitu, jangan-jangan kalian belum...?" Tebak Rika.


"Memang belum" Jawab Ishi santai.


"Kalian ini ngomongin apa sih?" Tanya Indri.


"Anak kecil mah mana ngerti" Kata Rika sambil menyentil kening Indri.


"Auu, sakit tahu!" Jerit Indri.


"Shi, kamu nggak takut apa kalau kamu nggak ngasih hak dia sebagai suami terus dia nyari dari wanita lain?" Tanya Rika.


"Astaga, amit-amit jangan sampai Ka!" Jawab Ishi.


"Ya makanya itu, jangan pelit sama suami" Nasehat Rika.


"Ih, kalian ini aku dicuekin" Rengek Indri.


"Indri sayang, udah kamu makan aja nih" Tawar Rika sambil memberi cemilan.


"Tapi aku masih belum yakin Ka" Jelas Ishi.


"Mau sampai kapan? Sampai laki kamu punya wanita idaman lain?" Geram Rika "Shi, kalian itu sudah menikah satu bulan lebih. Kasian laki kamu kalau kelamaan nunggu"


"Iya, aku juga sadar kalau abang itu sabar nungguin aku. Aku juga merasa bersalah kalau nolak keinginan abang.


Kemarin sih aku udah ngomong sama abang, aku bakal kasih hak dia setelah dateng bulan aku selesai" Jawab Ishi dengan muka merah.


Mereka bertiga berteman sejak kecil, jadi tidak ada rahasia antara mereka. Mereka sudah biasa menceritakan masalah pribadi masing-masing.


"Nah, itu baru bener. Walaupun aku belum nikah tapi kalau soal rumah tangga kalian bisa tanya sama aku" Kata Rika.


"Terus kamu gimana sama pacar kamu Ka?" Tanya Ishi.


"Kalian ini sibuk ngobrol berdua. Aku dianggurin" Protes Indri.


"Uluh-uluh sayang aku mulai ngambek. Sini nak biar Mami peluk" Kata Rika sambil memeluk Indri.


📩 Ishi :" Belom kok bang. Abang kapan pulang?"


📩 Adnan :" Mungkin lusa abang pulang. Kamu ada temennya kan Shi!"


📩 Ishi :" Ada kok bang. Abang hati-hati ya di sana"


📩 Adnan :" Iya sayang, tapi kamu nggak lupa sama janji kamu kan?"


📩 Ishi :" Janji apa bang?"


📩 Adnan :" Nanti abang kasih tahu. Percuma ngomong sekarang nanti pasti kamu lupa lagi. Ya udah istirahat sana, selamat malam sayangku"


📩 Ishi :" Iya bang, selamat malam juga suamiku"


"Kamu ngapain Shi, senyum-senyum sendiri?" Tanya Rika heran.


"Biasa Ka, dapet pesan dari suami" Jawab Ishi.


"Shi, kamu nggak ngerasa takut sama sikap mba Gita kalau liat kamu sama kak Nata?" Tanya Indri.


"Kok kamu tiba-tiba nanya gitu sih In..?" Kata Rika.


"Ya tahu sendiri kayanya mba Gita suka sama kak Nata" kata Indri.


"Nggak kok ngapain takut. Dia belum tahu aja aku ini siapa, kalau dia tahu aku ini kakak iparnya kak Nata pasti dia juga diem" Tanggap Ishi.


"Apa jadinya kalau anak-anak di tempat kerja tahu kalau kamu nikah sama big boss" Kata Indri.


"Pasti hebohlah" Jawab Rika.


"Apalagi kaka Hendri dan mba Gita, bisa pingsan mereka. Hahaha" Kata Indri sambil tertawa terbahak-bahak


"Udah nggak usah difikir, ayo tidut" Ajak Ishi.


"Iya mak, bawel banget emak kita ini" Celoteh Indri.


* * *


Maaf ya mimin jarang up soalnya masih sibuk.


Jangan lupa kasih like dan vote buat karya mimin biar mimin tambah semangat buat up nya.


Terima kasih