
"Sayang, Abang ada perjalanan bisnis di negara S, berangkat pagi ini" Kata Adnan sambil memakan sarapannya.
"Kok dadakan sih bang" Jawab Ishi.
"Iya, disana ada sedikit masalah dan nggak bisa diwakilkan jadi Abang harus turun tangan sendiri" Jawab Adnan "Kamu mau ikut abang..?"
"Nggaklah bang, kan aku kerja" Jawab Ishi
"Nanti biar Abang urus izinnya, atau kalau tidak kamu dirumah Ibu aja, Abang nggak tega biarin kamu dirumah sendirian" Kelas Adnan.
"Nanti malah semua orang curiga kalau ikut Abang, aku di rumah aja ditemenin Rika sama Indri boleh?" Izin Ishi.
"Boleh, tapi inget jangan macem-macem" Kata Adnan.
"Abang berapa lama perginya, terus sama siapa..?" Tanya Ishi penasaran.
"Paling cepet lima hari paling lama satu minggu. Abang pergi sama Doni sayang" Kata Adnan sambil membelai kepala Ishi.
"Awas jangan macem-macem disana" Perintah Ishi.
"Siap Nyonya Adnan Brawijaya" Jawab Adnan.
Lalu mereka berangkat kerja.
Sesampainya di dekat gerbang Mall Ishi turun dari situ karena ia takut kalau ada yang melihat.
"Bang, aku turun dulu" Pamit Ishi lalu mencium punggung tangan Adnan "Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam" Jawab Adnan.
"Ishi...!" Teriak Rika yang melihat Ishi
"Hai..." Sapa Ishi
"Hem, yang sekarang jadi Nyonya boss antar jemput terus" Kata Indri.
"Ya gimana aku nggak bisa bawa mobil, pake motor juga nggak dibolehin. Nanti malam nginep dirumah ku yuk, Abang pergi ke luar negeri jadi aku dirumah sendirian" Ajak Ishi.
"Nerapa hari pak Adnan perginya..?" Tanya Rika.
"Paling lama satu minggu" Jawab Ishi.
"Uluh-uluh ditinggal..?" Ledek Indri.
"Ya gimana tugas negara. Hahaha" Canda Ishi.
Sesampainya di tempat kerja.
"Pagi Ishi?" Sapa Hendri.
"Pagi kak" Jawab Ishi singkat.
"Nanti mau makan siang bareng Kakak nggak shi?" Tawar Hendri.
"Nggak kak makasih, aku ada janji sama Rika" Tolak Ishi.
"O gitu," Jawab Hendri lalu pergi meninggalkan Ishi.
"Cie yang diajak makan siang bareng sama penggemar" Ledek Indri.
"Apaan sih, aku juga masih inget laki dirumah kali, haha" Jawab Ishi sambil tertawa.
"Ya kali Shi kamu khilaf kan" Tambah Indri.
"Dari segi mana pun, kayanya masih jauh dibawah laki aku, haha" Jawab Ishi.
"Cie yang udah mulai banggain lakinya" Kata Rika
"Udahlah, buruan kerja ntar dimarah lagi" Jawab Ishi.
Ketika akan memasuki jam pulang Nata menghampiri Ishi.
"Aku sama Indri Rika, kenapa kak..?" Tanya Ishi.
"Kata Ibu kalau nggak kamu nginep aja dirumah." Jawab Nata.
"Iya nanti kalau Indri sama Rika nggak bisa aku nginep di rumah Ibu" Jawab Ishi.
"Kak Adnan siapin sopir ngga buat kamu..? Soalnya Abang itu nggak pernah pake sopir biasanya cuma kak Doni aja yang jadi sopirnya" Tanya Nata lagi.
"Aku belom nanya kak, tadi lupa juga mau nanya" Jawab Ishi
"Kamu nggak bisa bawa mobil apa...?" Tanya Nata.
"Nggak kak, kan nggak pernah mimpi punya mobil" Jawab Ishi tersenyum nyengir.
"Ya udah nanti kalau kita satu shift atau libur bareng aku ajarin bawa mobil" Tawar Nata.
"Tapi boleh nggak sama Abang?" Tanya Ishi.
"Soal itu biar Kakak yang urus, ya udah Kakak tinggal dulu ya, hati-hati dirumah. Kalau ada apa-apa jangan lupa hubungin Kakak atau rumah Ibu. Inget kamu ini tanggung jawab kami kalau Abang pergi, nanti Abang ngoceh lagi" Kata Nata panjang lebar.
"Iya kak, siap" Kata Ishi sambil mengangkat hormat tangannya sedangkan Nata hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Ishi.
"Nggak usah sok akrab sama kak Nata bisa nggak..? Jijik banget sih liat kamu yang sok manis" Kata Gita menghampiri Ishi.
"Mbak, saya bukannya sok akrab tapi kan kalo kak Nata nanya masa iya saya diem aja. Saya tahu kok Mbak kalau saya nggak manis jadi buat apa saya sok manis kan yang punya muka manis mbak Gita" Jawab Ishi.
"Males banget sih sama mahluk tuhan paling narsis ini" Batin Ishi.
"Jangan pernah mengkhayal buat dapetin kak Nata ya, sadar diri kamu itu" Oceh Gita.
"Iya Mbak, saya sadar diri saya juga nggak ada niatan buat punya hubungan lebih sama kak Nata" Jawab Ishi
"Jelas aku sadar diri, secara aku loh udah dapetin Abangnya" Batin Ishi.
"Bagus deh kalau kamu sadar diri" Kata Gita langsung pergi meninggalkan Ishi.
"Gila sih lampir, kayanya gencar banget buat dapetin kak Nata" Kata Rika
"Biarin aja, pusing aku dengerin dia" Jawab Ishi.
"Ayo pulang, !" Ajak Indri.
"Ayo, kita pulang naik apa Shi?" Tanya Rika.
Sesampainya mereka di parkiran belakang.
"Ntah, naik angkot aja yuk kalau nggak naik ojol" Tawar Ishi
Drrrt drrt...
Ponsel Ishi bergetar.
📞 Ishi :"Assalamualaikum Abang"
📞 Adnan :"Wa'alaikum salam sayang. Jemputan kamu udah dateng belum, kalau belum hubungin sopir Ibu aja tadi Abang udah ngomong sama Ibu, Abang lupa siapin sopir buat kamu"
📞 Ishi :" Nggak usah bang, hari ini aku naik ojol aja. Besok aja jemputnya"
📞 Adnan :"Ya udah hati-hati di rumah ya"
📞 Ishi :"Iya, inget jangan macem-macem disana"
📞 Adnan :" Siap Nyonya Adnan"
"Mesra amat " Goda Indri
"Ya wajar ndri, kan sama laki sendiri bukan laki orang lain" Jawab Rika.
Lalu mereka pulang menuju rumah Ishi.