
Di kontrakan.
"Ka, hari ini libur ya?? " Tanya Indri
"Iya, kenapa?" Tanya balik Rika
"Kapan kita liburnya bareng. Pengen liburan bareng-bareng kalian" Rengek Indri.
Indri memang paling manja diantara mereka.
"Nanti tunggu kalian punya pasangan, nanti kita liburan bareng. Haha" Kata Rika
"Heeemm, mentang-mentang pacarnya dateng, apa-apa ngomongnya sekarang pacar" Tambah Ishi.
"Iya dong, udah 2 tahun nih LDR an. Wajar dong kalau sekarang apa-apa yang diomongin pacarnya" Jawab Rika sambil senyum-senyum.
"Jadi kapan ini kita ditraktir, kan Rido udah pindah kerja di kantor pusat Brawijaya. " Tanya Indri
"Nantilah kalau kalian ada waktu kita makan-makan" Jawab Rika.
"Ya udah kalian atur aja. Aku berangkat ya, mau cari recehan dulu" Pamit Ishi yang akan berangkat kerja.
"Hati-hati Mak, salam kalau ada cowok ganteng di jalan" Jawab Indri.
"Iya, nanti aku bungkus satu buat kamu, " Jawab Ishi sambil meninggalkan mereka
Di tempat kerja
"Dek, kayaknya Abang ini udah lama loh nggak liat kamu, kan Abang jadi rindu" Kata Bang Sdi saat bertemu dengan Ishi.
"Heleh gombalah Bang. Urusin sana bini dirumah. Haha" Jawab Ishi sambil tertawa.
"Coba abang ini belum nikah, udah abang lamar kamu dek" Ledek Bang Adi
"Ogah ah ama Bang Adi" Jawab Ishi
Disaat bersamaan terlihat Nata yang memperhatikan tingkah mereka.
"Ternyata Ishi lumayan terkenal disini" Batin Nata
"Hai Shi, baru dateng? Pagi Bang Sdi? " Sapa Nata pada Ishi dan Bang Adi.
"Eh Pak Nata yang ganteng, pagi juga Pak," Jawab Bang Adi.
"Hai juga Kak, ni baru aja nyampek" Jawab Ishi sambil tersenyum.
"Bang Adi pagi-pagi udah gombalin Ishi aja" Oceh Nata
"Tapi sayangnya yang digombalin nggak mempan Pak. Haha" Jawab Bang Adi
"Hahaha, gombalan Bang Adi standar sih. Udahlah aku mau masuk dulu, ayo Kak " Jawab Ishi sambil melangkah meninggalkan Bang Adi.
"Mari Bang" Sapa Nata sambil menganggukan kepala nya.
"Kayanya kamu lumayan deket ya Shi sama pegawai sini" Tanya Nata
"Ya lumayan Kak, semakin banyak temen semakin bagus Kak" Jawab Ishi.
"Kak Nata, baru dateng? Kok datengnya barengan Ishi? " Tanya Gita
"Hem,,, mulai deh si Nyonya Lampir" Batin Ishi
"Iya, tadi nggak sengaja ketemu di belakang" Jawab Nata singkat yang terlihat malas menanggapi Gita. "Aku masuk dulu ya Dhi" Pamit Nata pada Ishi.
"Iya Kak" Jawab Ishi yang agak risih dengan pandangan tak suka Gita.
"Sejak kapan kamu dekat dengan Kak Nata? Nggak usah coba-coba buat deketin Kak Nata ya. Dia itu punya saya, awas aja kamu kalo berani deketin dia. " Ancam Gita.
"Nggak kok Mba, deket saya sama dia cuma sebatas temen kerja" Jawab Ishi
"Ya pokoknya awas aja kalau kamu berani deketin dia. Kamu berurusan sama saya" Ancam Gita lagi sambil meninggalkan Ishi.
"Shi, hati-hati mending jangan cari masalah sama si Nyonya, ribet urusannya nanti " Nasehat dari karyawan A yang tak sengaja mendengar percakapan antara Ishi dan Gita.
"Iya tahu kok, makasih ya. Tapi jangan ngomong sama yang lain ya, takutnya jadi gosip" Jawab Ishi.
Maklum namanya juga kerja di tempat yang mayoritas adalah kaum hawa, kadang tembok pun bisa bicara dan mendengar.
"Iya tenang aja Shi" Jawab karyawan A.
Siang hari setelah shift siang masuk, di Mall tempat Ishi bekerja dibagi menjadi 2 shift, jadi ada pertukaran shift di jam makan siang.
"Shi, istirahat gih. Aku gantiin" Kata Indri yang baru datang karena dia masuk shift siang.
"Iya. Aku istirahat dulu ya. Kak Jul duluan ya" Pamit Ishi pada Indri dan Jul.
"Shi, mau makan dimana? Makan bareng yuk? " Ajak Nata
"Nggak usah kak, aku makan sama yang lain aja. Nggak enak nanti kalo ada yang salah paham" Tolak Ishi dengan sopan.
"Salah paham gimana?" Tampak Nata bicara sambil mengerutkan keningnya.
Dan ternyata disisi lain ada Gita yang memperhatikan mereka dengan pandangan tidak suka. Tiba-tiba ia mendekati Nata.
"Kak makan bareng aku aja yuk, ngapain sih makan bareng pramuniaga, mending sama aku kan level kita sama. "
"apaan sih Git, orang aku maunya makan sama Ishi" Jawab Nata sambil menarik tangan Ishi meninggalkan Gita.
Ishi tidak dapat berbuat apa-apa dengan tindakan Nata yang tiba-tiba.
Gita terlihat kesal dengan tingkah Nata tapi ia berfikir akan melampiaskan ke Ishi.
"Awas kamu Ishi" Batin Gita dengan ekspresi menahan amarah.