My Love My SPG

My Love My SPG
Sadis



Setelah selesai istrirahat Ishi, Rika dan Indri melanjutkan pekerjaan mereka.


"Shi, kamu pulang sama siapa?" Tanya Nata menghampiri Ishi


"Nebeng kakak aja ya, soalnya Abang lagi ada meeting" Jawab Ishi


Dari kejauhan nampak Hendri sedang memperhatikan mereka lalu ia menghampiri Ishi dan Nata.


"Jadi karena Nata kamu nolak saya shi?" Tanya Hendri


"Kak Hendri apaan sih. Nggak usah bawa-bawa orang lain. Aku memang nggak bisa terima perasaan kak Hendri" Jawab Ishi. Nata pun bingung kemana arah pembicaraan mereka. Ia hanya mendengarkan saja tanpa berkomentar.


"Kamu tega banget sama kakak. Kurang apa kakak sama kamu? Kalau memang dibandingkan dengan Nata kakak memang kalah kaya tapi perasaan kakak sama kamu lebih besar dari siapa pun" Kata Hendri


"Kak, aku itu udah punya seseorang yang berarti buat aku dan itu bukan kak Nata. Jadi aku mohon buat kakak jangan ganggu aku lagi" Tolak Ishi dengan tegas.


"Shi, kasih kakak kesempatan buat buktiin perasaan kakak buat kamu" Kata Hendri sambil memegang tangan Ishi namun Ishi menghempaskan genggaman tangan Hendri.


Kejadian itu pun menjadi pusat perhatian bagi karyawan atau customer.


"Kak, nggak usah kaya gini nggak malu apa dilihatin orang banyak" Kata Ishi yang mulai risih dengan tindakan Hendri


"Kakak nggak peduli, yang penting kamu mau kasih kesempatan buat kakak" Kata Hendri


"Udah Kak Hendri jangan mempermalukan diri sendiri. Kasih kesempatan Ishi buat memilih" Lerai Nata


"Kamu ini nggak tahu gimana perasaan aku, aku suka sama kamu udah dari lama shi" Kata Hendri tanpa mempedulikan perkataan Nata.


"Maaf kak aku nggak bisa. Tolong jangan ganggu aku lagi. Semoga kakak bisa dapet wanita yang lebih dari aku" Jawab Ishi


"Ayo kak kita pulang" Katanya lagi sambil menggandeng tangan Nata karena sudah memasuki jam pulang kerja.


"Wah, sadis Ishi" Kata karyawan yang melihat kejadian tersebut.


"Kamu sadis shi. Kamu nolak aku gitu aja. Padahal aku cuma minta kesempatan " Batin Hendri sambil melihat Ishi dan Nata pergi meninggalkannya.


"Kasian amat ya kak Hendri, cintanya ditolak Ishi. Padahal kak Hendri itu cakep loh tapi kalau dibandingin sama kak Nata masih kalah jauh sih!" Kata karyawan A


"Sok cantik banget sih Ishi itu, pakai nolak kak Hendri" Kata karyawan B


"Udah ayo pulang ngapain dengerin ocehan orang nggak jelas" Lerai Rika lalu mereka pergi meninggalkan tempat kerja.


* * * *


"Shi, kamu sadis amat sih nolak orang nyampek segitunya" Kata Nata ketika mereka di dalam mobil.


"Terus aku harus gimana kak? Apa harus aku terima perasaannya? Kan kakak tahu sendiri aku ini istri orang lagian aku nggak ada niat buat nyari pengganti Abang" Jelas Ishi


"Cie, yang udah mulai cinta" Ledek Nata


"apaan sih kak!" Jawab Ishi dengan muka merah


"Tuh kan bener, muka kamu itu nggak bisa bohong" Jelas Nata


"Ya jelas cintalah kak, kalau nggak cinta sama suami sendiri masa mau cinta sama suami orang" Jawab Ishi


"Hahahaha, bisa aja kamu tapi aku nggak nyangka kak Hendri sebegitu lebaynya buat kamu biar terima perasaan dia" Kata Nata


"Iya, aku jadi agak gimana gitu sama kak Hendri. Ternyata dia orangnya lebay maksimal " Sahut Ishi


"Besok pasti banyak gosip tentang kamu" Tebak Nata


"Pastilah kak. Siap-siap buat jadi selebnya Mall Brawijaya" Kata Ishi


* * * *


"Makasih ya kak udah anterin aku, yakin nggak mau mampir" Tanya Ishi ketika turun dari mobil Nata


"Nggaklah, nggak ada Abang. Kapan-kapan aja!" Jawab Nata lalu pergi meninggalkan Ishi.


**Akhirnya mimin bisa UP juga, kasih Like, vote yang banyak biar mimin bisa UP tiap hari.


Terima kasih buat para reader yang udah setia dengan karya mimin. Terima kasih buat like atau vote yang udah para reader kasih itu adalah dukungan buat mimin agar semangat UP terus novelnya.


Salam sayang dari mimin. 🙆**