My Love My SPG

My Love My SPG
Aku Juga Yang Kena



Bukk..


Ishi pun memukul lengan Adnan.


"Aw, kok kamu pukul abang sih?" Tanya Adnan sambil mengusap lengannya.


"Nggak boleh, Abang nggak boleh kaya gitu. Anak kita harus kenal ayahnya dengan sikap yang baik bukan yang jahat kaya tadi." Bentak Ishi.


"Iya maafin Abang ya" Kata Adnan sambil mengusap pucuk kepala Ishi.


"Nggak usah pamer kemesraan deh depan jomblo" Tegur Nata saat memasuki ruangan.


"Makanya cari istri biar nggak jomblo lagi" Dengus Adnan.


"Tangan kamu kenapa sayang?" Tanya Adnan saat melihat ada bekas cakar di tangan Ishi.


"Nggak papa kok kak, ini cuma luka kecil aja" Balas Ishi dengan muka tersenyum.


"Jangan bohong sama Abang, ini luka cakar. Apa Adri yang lukain kamu?" Tanya Adnan.


"Bagaimana ini? Apakah Ishi akan mengatakan yang sebenarnya?" Batin Gita.


"Bukan bang. Abang percayakan sama aku? Ini cuma masalah kecil aku bisa selesaiin sendiri. " Ucap Ishi meyakinkan Adnan.


"Maaf Pak Adnan, ada yang bisa kami bantu?" Tanya Hanif.


"Tolong carikan es batu" Perintah Adnan.


Hanif pun keluar ruangan lalu mencarikan apa yang diminta Adnan.


"Urusan dengan Adri udah selesai?" Tanya Adnan pada Nata.


"Kak Doni yang bawa dia ke Rumah Sakit. Abang kalau sampai mereka bawa kasus ini keranah hukum bagaimana?" Tanya Nata dengan muka cemas.


"Itu biar jadi urusanku, urusanmu sekarang cuma bantu Ishi buat selesaiin urusan yang disini terus pindah ke kantor pusat. " Ucap Adnan.


"Kan udah Abang bilang buat jagain Ishi, kenapa bisa ada kejadian kaya gini? Ini juga tangan dia kenapa bisa sampai kaya gini" Dengus Adnan sambil memperlihatkan tangan Ishi yang luka.


"Aku itu nggak papa bang, nggak usah terlalu posesive kenapa?" Dengus Ishi.


"Orang Ishi aja bilang biasa aja kok malah Abang yang luar biasa" Jawab Nata.


"Abang kaya gini itu karena takut kalau kamu sama anak kita kenapa-kenapa. Apa Abang salah kalau Abang khawatir sama kalian?" Kata Adnan dengan nada agak meninggi.


"Iya, maafin aku ya, yang belum bisa paham sama niat Abang" Bujuk Ishi.


"Sok manis banget sih kalian ini" Decak Nata sedangkan Hendri dan Gita hanya dapat melihat.


"Pak ini kantung esnya" Kata Hanif saat baru tiba dan memberikannya kepada Adnan.


"Terima kasih" Jawab Adnan.


"Sini biar Abang kompres pipi kamu" Tawar Adnan.


"Maaf pak sebenarnya apa hubungan bapak dengan SPG kita ini?" Tanya Hanif dengan hati-hati.


"Sebenarnya Ishika adalah istri saya. Kami menikah sudah hampir lima bulan karena istri saya ini yang tidak mau mempublikasikan hubungan kami makanya sampai sekarang tidak ada resepsi ataupun pemberitaan karena saya tidak ingin memaksakan kehendak saya" Ucap Adnan sambil memandang Ishi, sedangkan yang dipandang hanya cengar-cengir.


"Jadi saya mohon bantuannya untuk menjaga istri saya karena dia ini sangat keras kepala, mau keluar dari sini setelah pekerjaannya selesai" papar Adnan sambil mengusap pucuk kepala Ishi.


"Bapak tidak perlu khawatir saya akan pastikan istri Bapak aman" Jawab Hanif.


"Tapi kemarin saya dengar istri saya sempat ada masalah dengan orang yang bekerja disini. " Kata Adnan.


Semua orang yang ada disitu kaget, masalahnya Hanif tidak tahu menahu masalah itu, sedangkan Gita dan Hendri nampak cemas.


"Abang kata siapa?" Tanya Ishi kaget sambil menggigit bibir bawahnya.


"Abang tahu semua kalau itu tentang kamu. Jadi jangan pernah sembunyiin apapun dari Abang" Perintah Adnan.


"Maaf pak. Saya tidak tahu tentang masalah itu" Jawab Hanif.


"Abang, kan masalah ini udah kita omongin biar aku yang selesaiin. Abang nggak usah ikut campur." Sanggah Nata.


"Tapi kau lihat apa jadinya kalau Abang tidak turun tangan. Ini buktinya, Abang kayanya terlalu percaya sama kamu" Cibir Adnan.


"Kau banyak alasan tahu nggak" Jawab Adnan.


"Abang, udah nggak usah besar-besarin masalah" Cicit Ishi.


"Baiklah terserah jika mau kalian seperti itu" Akhirnya Adnan mengalah.


"*Selamat, akhirnya Ishika dan kak Nata tidak mengadukan aku ke pak Adnan. " Batin Gita lega.


"Sebenarnya apa* yang terjadi dengan anak ibu" Kata Nita saat memasuki ruangan.


"Ibu kenapa kesini?" Tanya Adnan kaget dengan kedatangan Ayah dan Ibunya.


"Nggak penting Ibu tahu dari mana, sekarang jelaskan apa yang terjadi?" Kata Nita sambil melotot ke Adnan dan Nata.


"Sayang, kamu nggak papakan? Tangan kamu kenapa ada bekas cakarnya? Siapa yang berani buat anak perempuan Ibu kaya gini. Udah bosan hidup apa dia?" Geram Nita saat melihat keadaan Ishi.


Gleek..


Gita pun hanya bisa menelan ludahnya ketika mendengar ucapan dari Ibu Nita.


"Aku nggak papa bu


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Hendro.


Lalu Nata pun menceritakan kejadian tadi. Hanif, Hendri dan Gita merasa canggung berada diantara petinggi perusahaan mereka.


"Sebenarnya apa yang kalian kerjakan sampai anak Ibu bisa luka kaya gini?" Bentak Nita.


"Adnan kerja bu, kan yang kerja deket Ishi Nata" Sanggah Adnan.


"Kok aku bang, kan Ishi istri Abang" Bela Nata.


Mereka berdua jika sudah menghadapi kemarahan Nita hanya bisa saling lempar kesalahan.


"Kalian berdua ini sama aja, untung anak perempuan Ibu nggak papa, kalau sampai Ishi terluka kalian tanggung akibatnya" Ancam Nita.


"Sebenarnya yang anak kandung itu Ishi apa kami sih bu?" Tanya Nata meledek.


"Aw, sakit bang" Rengek Nata ketika Adnan menyenggol lengan tangannya dengan sikut Adnan.


"Diam" Ucap Adnan tanpa suara hanya dengan gerakan bibir. Membantah Ibunya sama saja mengaktifkan alarm yang tidak bisa berhenti.


"Kalian ini nggak ada apa-apanya kalau dibandingin Ishi. Kamu udah kasih pelajaran belum buat orang yang gangguin Ishi?" Tanya Nita.


"Udah bu, udah babak belur dihajar Abang" Kata Nata.


"Seharusnya kamu kasih pelajaran yang lebih buat orang itu karena udah berani usik anak dan cucu Ayah" Kata Hendro.


"Iya yah, mungkin sekarang masalahnya ada di media massa, pasti sekarang udah ada berita yang aneh-aneh mengenai kejadian tadi" Ucap Adnan.


"Baguslah, kalian tinggal adain konferensi pers kasih klarifikasi beres. Yang terpenting selesaiin masalah sebelum ke jalur hukum" Kata Hendro lagi.


"Mau ke jalur hukum atau nggak, pokoknya Ibu mau kalian selesaiin masalah ini secepatnya" Ucap Nita.


"Dan kamu Nata, kalau sampai Ishi dan cucu Ibu kenapa-kenapa di tempat kerja, kamu yang tanggung akibatnya" Ancam Nita sambil melirik Nata.


"Bu, yang suami Ishi kan Abang, kok jadi aku yang kena?" Bantah Nata.


"Kan yang satu kerjaan kamu, jadi kamu yang tanggung jawab" Ucap Nita.


Sedangkan Ishi hanya tersenyum kikuk melihat tingkah laku Ibu mertuanya itu. Hendri, Hanif dan Gita dibuat kagum dengan kedekatan keluarga Brawijaya.


"Aku juga yang kena" Ucap lirih Nata.


* * * * * *


Hai kesayangan Mimin, maaf baru bisa UP.


Ikutin terus ya karya Mimin. Maaf kalau bab yang ini kurang srek, mimin lagi nggak konsentrasi tapi semoga kalian terhibur.


Terima kasih buat yang udah kasih like dan vote buat Mimin.


Salam sayang dari Mimin. 🙆