My Love My SPG

My Love My SPG
Ajakan



Setelah menunaikan Sholat magrib berjamaah, keluarga Brawijaya melanjutkannya dengan makan malam bersama.


"Jadi kapan Abang mau pindah" Tanya Nata


"Nanti kalau rumahnya udah siap buat ditempati. Shi kamu udah liat rumahnya" Tanya Adnan sambil makan.


"Udah, kamu nggak usah ngurusin rumah, biar Ibu sama Ishi yang urus, iyakan sayang" Jawab Nita sambil memandang Ishi.


"Iya bu, biar aku dan Ibu aja bang yang urus" Jawab Ishi


"Cepetan kalian ini kasih Ayah cucu, Ayah itu cuma ingin menikmati hari tua Ayah bernain dengan cucu Ayah" Kata Hendro


"Uhuuk,," Ishi tersedak mendengar kalimat dari Ayah mertuanya itu.


"Ayah ini sabar masih dalam proses, bikin anak kok buru-buru" Jawab Adnan dan memberikan minuman pada Ishi "Pelan-pelan makannya"


"Ayah ini nggak sabaran, Abang itu nikah belum juga ada satu minggu" Gerutu Nata.


"Iya, kan Ayah cuma mengutarakan keinginan Ayah. " Jawab Hendro.


"Sabar ya yah, nanti juga punya cucu" Jawab Nita


Setelah selesai makan malam mereka menuju kamar masing-masing sedangkan Nata pergi keluar rumah.


Di kamar Adnan.


"Bang, maaf ya ishi belum jadi istri yang baik" Kata Ishi sambil menundukan kepalanya.


"Iya, Abang tahu kamu belum siap, Abang juga nggak akan maksa kamu" Kata Adnan sambil mengusap kepala Ishi


"Sholat yuk" Ajak Adnan.


"Ayo bang" Jawab Ishi.


Setelah selesai menunaikan Sholat, mereka merebahkan diri di ranjang.


"Besok aku masuk siang bang, jadi pulangnya malem" Kata Ishi.


"Iya, Abang juga besok lembur. Nata masuk apa besok?" Tanya Adnan.


"Kak Nata masuk pagi kayaknya" Jawab Ishi


"Besok kamu diantar sopir aja kalau gitu" Kata Adnan lalu


Cup,,,.


Tiba-tiba Adnan mencium pucuk kepala Ishi.


"Selamat malam" Ucap Adnan sambil tersenyum sedangkan Ishi masih diam mematung.


"Kenapa bengong, kurang ciumannya,,? Mau Abang tambahin apa?" Sontak Ishi langsung menutup badannya dengan selimut sedangkan Adnan hanya tersenyum melihat tingkah Istrinya.


Keesokan harinya, setelah melakukan aktivitas paginya menyiapkan kebutuhan suami Ishi menuju ruang makan untuk membantu Ibu mertuanya.


"Pagi sayang, kamu nggak kerja" Tanya balik Nita.


"Masuk siang Bu" Jawab Ishi.


Setelah semua keluarga berkumpul mereka memualai sarapan dan mereka memulai aktivitas masing-masing.


* * *


"Bu, Ishi pamit berangkat kerja" Kata Ishi sambil mencium tangan Ibu mertuanya.


"Kamu diantar sopir kan nak, hati-hati dijalan" Jawab Nita.


"Iya bu" Jawab Ishi lalu pergi menuju tempatnya bekerja.


Di tempat kerja.


"Shi, berangkat sama siapa kok jalan kaki" Tanya Rika.


"Diantar sopir, tadi berhenti halte ntar kalau berhenti di depan gerbang banyak yang curiga" Jawab Ishi


Setelah selesai bekerja, Ishi berdiri menunggu jemputan di pinggir jalan.


"Belum dijemput,.? Mau kita tungguin nggak?" Tanya Indri yang tak tega melihat Ishi menunggu sendirian.


"Iya, kita temenin sampai jemputan kamu dateng" Tambah Rika.


"Nggak usah kalian pulang aja, bentar lagi jemputan aku dateng" Tolak Ishi.


"Beneran Shi" Tanya Indri.


"Iya, aku tadi udah hubungi orang rumah kok" Jawab Ishi sambil tersenyum.


"Ya udah, kita duluan." Kata Indri sambil melambaikan tangan.


"Ayok bareng kakak, ngapain disini sendirian..?" Sapa Hendri yang juga baru pulang kerja.


"Nggak usah kak, makasih. Aku lagi nunggu jemputan" Tolak Ishi.


"Memangnya dijemput siapa..? Kayaknya tadi Rika sama Indri udah pulang duluan...?" Selidik Hendri.


Belum sempat Ishi menjawab terdengar suara klakson mobil.


Tin...tin..


"Maaf kak, jemputan aku udah dateng, aku duluan ya..!" Jawab Ishi sambil berjalan menuju mobil tersebut.


"siapa yang jemput ishi...?" batin Hendri.


buat para pembaca, dukung karya mimin dong. Jangan lupa kasih VOTE, LIKE biar mimin tambah semangat UP nya


Terima kasih 🙆