
"Don, ke ruangan ku" Panggil Adnan
Doni :"Ada apa bos"
Adnan :"Tolong carikan informasi tentang Ishi, gadis yang semalam bersama ku"
"Apa bos berencana akan menikahinya?" Tanya Doni penasaran.
"Menurutmu apa aku bisa menolak" Jawab Adnan singkat.
"Ntahlah" Jawab Doni.
Di tempat kerja Ishika.
"Semalam kamu kemana? Kenapa nggak pulang? " Selidik Rika
"Jangan-jangan kamu sama kak Nata, hayo ngaku kamu Shi! " Tambah Indri
"Huusst, kalian ini! Jangan kenceng-kenceng ngomongnya ntar jadi gosip, ntar aku ceritain di rumah aja. " Jawab Ishi
"ih, nggak seru. Keburu mati penasaran ini. Hari ini kak Nata juga tiba-tiba nggak masuk, katanya dia ambil cuti satu minggu" Kata Rika
"Masa iya kamu nggak tau, kan semalem kamu sama dia Shi?" Tanya Indri
"Iya, semalem memang aku sama kak Nata tapi habis itu kak Nata pergi tanpa ngomong apa-apa sama aku" Jelas Ishi.
"Terus semalem kamu sama siapa? " Tanya Rika
"Ceritanya panjang, nanti kalau udah jelas pasti aku kasih tahu, nggak enak kalo cerita disini" Jelas Ishi.
Rika :"Ya udah terserah kamu aja. Yang penting kamu harus cerita"
"Iya, pasti nanti aku cerita sama kalian" Kata Ishi sambil memeluk Rika dan Indri.
Di kantor Brawijaya.
Tok... Tok
Suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan Adnan.
"Bos, ini data yang kamu minta" Kata Doni sambil memberikan map yang berisi data diri Ishi.
"Hem, terima kasih" Jawab Adnan sambil membaca data itu
" Ternyata dia gadis yang baik, syukurlah"
"Pilihan ibu memang tidak salah bos, jadi bos akan segera menikah dengan gadis itu? " Tanya Doni
"Menurutmu? Apa aku akan tega menolak permintaan Ibu" Jawab Adnan sambil menyandarkan badannya di kursi.
"Yaa, siapa tahu bos akan memilih gadis lain, Susan misalnya. Haha" Canda Doni
"Ngomong ngomong soal Susan, aku yakin yang memberi obat diminuman itu adalah dia" Duga Adnan.
"Kalau memang benar bos. Kau beruntung bukan bos yang meminum itu, kalau sampai bos yang meminum itu bisa bisa sekarang bos nikahnya sama susan. Haha" Jawab Doni sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hi, nggak bisa ngebayangin kalo dia yang aku nikahi" Ucap Adnan sambil bergidik ngeri
"Hari ini Ishi kerja shif apa Don, coba kamu cari tahu " Perintah Adnan
"Cie, udah mulai kepo sama calon istri. Sabar bos sekarang masih belum saatnya. Haha" Goda Doni
"Ya kali aku nikah tanpa ada kesepakatan dulu sama dia" Jawab Adnan
"Dia masuk malem bos. Apa perlu aku anterin bos?" Tawar Doni
"Nggak usah, kalau kamu ikut nanti bukannya
bantuin malah gangguin" Jawab Adnan
"Emang kalian mau ngapain bos, jangan jangan?!! " Goda Doni
"Sembarangan, aku masih kuat iman ya! Walaupun kemarin hampir goyah, hahaha" Jawab Adnan sambil tertawa.
"Hampir goyah? Aku curiga, apa yang sebenarnya kalian lakukan di kamar hotel kemarin?" Selidik Doni
"Menurutmu...? Kau fikirkan saja sendiri. Haha" Jawab Nata sambil meninggalkan Doni.
"Bos, kau ini sungguh keterlaluan, cepat ceritakan pada ku. " Jawab Doni sambil mengejar Adnan.
Memang begitulah mereka, yang sudah akrab sejak masa sekolah.
Di tempat kerja Ishi.
Terlihat beberapa karyawan sudah mulai keluar pukul 22.00 yang menandakan sudah waktunya pulang.
"Ishi, mau kakak anterin pulang nggak?" Tanya Hendri.
"Nggak usah kak, aku nggak mau ngerepotin aku juga masih mau mampir beli makan sama Rika" Tolak Ishi dengan halus, padahal ia hanya tidak mau diantar Hendri.
"O, ya udah kalau gitu, duluan ya"Pamit Hendri
"Iya kak" Jawab Ishi
Dari kejauhan Adnan memperhatikan Ishi dengan seksama.
"Ternyata dia cukup terkenal" Gumamnya sambil tersenyum.
Ponsel Ishi tiba tiba bergetar.
📞 Ishi :"Halo, assalamualaikum. Siapa ya?"
📞 Adnan :"Ini saya Adnan, saya tunggu kamu di belakang Mall. Ada mobil warna hitam kamu masuk saja"
"Ada apa ini, kenapa dia tiba tiba menghubungi ku" Batin Ishi
"Wiis, ngelamun, awas kesambet setan nanti" Suara bang Adi menyadarkan Ishi.
"Apaan sih bang. Siapa yang melamun" Jawab Ishi sambil tengok kanan kiri mencari mobil yang dimaksud Adnan. Setelah ia menemukannya ia bergegas menuju mobil itu. "Duluan ya bang" Pamitnya pada bang Adi.
"Iya hati-hati neng" Jawab bang Adi sambil memperhatikan Ishi yang menghampiri sebuah mobil yang terparkir tidak begitu jauh dari gerbang Mall.
"Ishi di jemput siapa itu? " Batin bang Adi.
"Permisi Pak" Izin Ishi ketika memasuki mobil tersebut.
"Heeem" Jawab Adnan dengan suara dingin.
"Pelit amat jawabnya untung ganteng " Batin Ishi.
"Jangan mengumpat dibelakang ku, aku tahu itu " Kata Adnan
"Hah?!!" Jawab Ishi dengan kaget.
"Ayo kita cari tempat makan sekalian membicarakan masalah kita. Kamu mau makan dimana?" Tanya Adnan
"Terserah Bapak aja" Jawab Ishi singkat
"Oke, kita makan di warung lesehan pinggir jalan gimana kamu nggak keberatankan?" Tanya Adnan sambil melihat ke arah Ishi.
"Terserah Bapak saja" Jawab Ishi
"Kau tidak perlu bersikap formal padaku, diluar aku bukan atasan mu" Kata Adnan.
Sampailah mereka di warung makan pinggir jalan.
"Aku kira lelaki kaya yang terkenal angkuh seperti dia tidak mau makan di tempat seperti ini" Batin Ishi.
"Hei, kenapa kau tidak turun? Apa kau tidak suka makan di tempat seperti ini?" Suara Adnan membuyarkan lamunan Ishi.
"Iya, bukan begitu Pak, saya sudah biasa makan di tempat makan seperti ini " Jawab Ishi lalu turun dari mobil
Mereka mengambil tempat duduk di sudut lesehan di pinggir jalan.
"Pesan apa mas?" Tanya pelayan
"Pecel lele sama es teh aja, kamu mau pesan apa?" Tanya Adnan
"Samain aja" Jawab Ishi
Setelah pelayan itu pergi mereka mulai merasa canggung.
"Ehm" Suara Adnan mencoba mencairkan suasana
"Aku akan ke intinya saja, apa kau akan menerima tawaran ibuku?" Tanya Adnan tanpa basa-basi.
"Saya juga bingung, tante tidak membiarkan saya untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya ataupun menolak permintaan beliau, tapi saya sungguh tidak bermaksud untuk menjebak Bapak, kalaupun Bapak menolak saya tidak akan merasa sakit hati. Saya tahu malam itu tidak terjadi apa apa antara kita. " Jawab Ishi dengan suara menahan tangis karena merasa takut dengan Adnan.
"Maaf mas, ini pesanannya" Kata pelayan sambil membawa pesanan tersebut.
"Makanlah dulu nanti kita bicarakan lagi" Perintah Adnan. Ishi pun hanya menjawab dengan anggukan.
Setelah selesai makan mereka kembali melanjutkan pembicaraan.
"Kau sudah lama kenal Ibuku ?" Tanya Adnan
"Belum pak, saya hanya beberapa kali bertemu dengan tante Nita. " Jawab Ishi.
"Kau tahu hari ini orang tuaku datang kerumah orang tuamu untuk melamar dirimu?" Tanya Adnan sambil menatap Ishi
Ishi yang ditatap oleh Adnan merasa canggung dan dia pun hanya menunduk.
"Saya tidak tahu pak. Apa tante Nita sudah kerumah saya? " Tanya Ishi nampak terkejut "Yang saya tahu tante Nita memang akan ke rumah saya, tapi saya tidak tahu kapan"
"Huuufft" Suara Adnan membuang nafasnya dengan kasar.
"Orang tua ku mungkin sudah sampai di kediaman orang tuamu. Aku juga tidak mungkin untuk menolak keinginan orang tua ku!!"
"Pak saya benar benar tidak tahu kalau semuanya akan jadi seperti ini. Saya benar benar minta maaf" Ucap Ishi sambil menahan tangis.
Drrttt.. Drrrtttt
Ponsel Ishi berdering.
"Angkatlah dulu, aku bisa menunggu" Kata Adnan
"Ini dari orang tua saya pak" Jawab Ishi
"Mungkin akan bertanya tentang kita" Jawab Adnan.
"Assallamualaikum pak " Jawab Ishi
#bersambung