
Pagi itu sinar mentari bersinar dengan cerah menembus tirai jendela kamar 3 dara cantik itu.
"Berisik, aku masih ngantuk, nggak usah teriak teriak ngapa, kaya emak emak aja" Rengek Indri
"Hari ini kita kan masuk siang semua, jadi nggak usah bawel deh, calon pengantin" Goda Rika
"Ya sudah kalau ity mau kalian, " Jawab Ishi pasrah.
Ddrrrrtt... Drrttt
Suara ponsel Ishi bergetar
📩 Adnan : "Kapan kau ada waktu luang untuk membeli cincin pernikahan"
Deg,,,
Jantung Ishi berdetak dengan cepat, ia masih tak percaya kalau ia akan segera menikah.
📩 Ishi:" Hari ini saya masuk siang, gimana kalau besok saja. "
📩 Adnan :"Baiklah, semua terserah padamu atau kalau kau sibuk biar aku saja yang membelinya?"
📩 Ishi :"Begitu lebih baik pak, karena saya masih shift malam"
📩 Adnan:" Oke"
"Dasar lelaki nggak peka" Gerutu Ishi.
Rika :"Kenapa ngomel ngomel sendiri" Tanyanya sambil mengedipkan mata khas orang bangun tidur.
"Bukan apa-apa" Jawab Ishi.
Di kediaman Brawijaya.
Adnan berjalan menuruni tangga menuju meja makan,
"Tuan mau sarapan, biar bibik siapkan" Ucap bik Nah ART di rumah Brawijaya.
"Tidak usah bi, aku sarapan di kantor saja. Rumah ini terasa sepi " Kata Adnan lalu pergi meninggalkan kediaman Brawijaya menuju kantor.
" Pagi bos," Sapa Doni yang sudah menunggu Adnan di depan rumah.
"Pagi, kenapa nggak masuk aja? " Jawab Adnan
"Nggak ada Ibu, malas mau masuk" Jawab Doni
Mereka pun menuju kantor Brawijaya.
"Nata belum pulang bos? " Tanya Doni
"Belum, sebenarnya ada masalah apa dengan dia, kenapa dia nggak ngasih kabar" Kata Adnan.
"Kenapa bos nggak cari tahu apa yang sebenarnya terjadi" Kata Doni
"Biarin aja, nanti juga dia cerita" Ucap Adnan
"Bos, Nata belum tahu kalau bos akan menikah dengan gadis yang dia bawa di pesta" Kata Doni sambil melirik Adnan "Kira-kira dia akan bereaksi seperti apa ya?"
" Dia belum tahu, aku juga tidak tahu akan seperti apa ekspresinya" Jawab Adnan sambil tersenyum membayangkan muka Adnan.
"Bos, hari ini kita meeting dengan PT. MAJU LANCAR " Ucap Doni
"Baiklah, siapa yang akan mewakilinya? Apa Susan? Kalo Susan cukup kau saja yang berangkat. Aku sedang tidak ingin bertemu dengannya" Jelas Adnan.
"Tapi ini proyek penting bos, masa iya aku yang mewakili bukan bos" Tolak Doni
"Kalau aku yang bertemu dengan Susan bisa jadi prahara nanti, aku tidak peduli itu proyek penting atau apa, kau saja Yang urus, aku sibuk mengurus pernikahanku" Jelas Adnan
"Cie, yang bentar lagi nikah, emang mau nyiapin apa lagi kan udah disiapin Ibu" Tanya Doni
"Aku belum beli cincin nikah, tadi aku mau ajak dia tapi dia masuk siang" Kata Adnan.
"Kirim modelnya, terus pesen aja bos, kan bos bisa buat modelnya sendiri" Ide Doni
"Kau benar juga. Aku memang sudah punya gambaran akan seperti apa cincin nikah ku nanti" Jawab Adnan.
Mereka pun sampai di kantor dan langsung menuju ruang CEO. Sepanjang perjalanan setiap orang yang bertemu dengan adnan memberi hormat kepada CEO mereka.
Drrrrt.. Drrrt
Ponsel Adnan berdering.
📞 Adnan :"Kenapa kau baru menghubungi ku? "
📞 Nata :" Maaf bang, ada sedikit masalah dengan Andin, disini dia tidak punya orang lain"
📞 Adnan : "Sampai kapan kau akan terus bersama dia, kau tahu dia sudah menyakiti mu tapi kau masih tetap membelanya"
📞 Nata : "Ya gimana bang kahanan. Hahaha"
📞 Adnan :" Minggu depan Abang nikah, kamu pulang nggak?"
📞 Nata : "Abang nikah sama siapa, pacaran aja nggak pernah?"
📞 Adnan :" Kalau mau tahu siapa calon kakak iparmu, pulang"
Di tempat kerja Ishi.
Ishi yang berjalan bertiga tiba-tiba dihadang oleh bang Adi
Bang Adi :"Dek, semalem kamu dijemput siapa?"
" Temen bang " Jawab Ishi sambil berjalan meninggalkan bang Adi.
"Nanti aku coba mau ke ruangan minta izin cuti" Kata Ishi saat sudah berada di tempat kerja.
"Mau kemana kamu, kok ambil cuti? " Tanya Jul
"Ada urusan keluarga kak" Jawab Ishi
"Keluarga apa keluarga, kalau mau liburan ajak-ajak ngapa?" Kata Jul lagi
"Tanya sama Indri Rika, yang cuti cuma aku bang. Kalau mau liburan pasti mereka ikut" Sanggah Ishi.
"Bang Jul ini ngintilin aja kalau orang mau cuti. Haha" Kata Indri
"Ya kali pengen ikut juga, bosen kerja terus tapi nggak kaya-kaya. Hahaha" Kata Jul
"Kuy, liburan atur waktu cuuus kita OTW" Tambah Rika.
"Udahlah aku mau keruangan SPV dulu, abis itu ke bagian personalia" Pamit Ishi.
"Permisi kak" Izin Ishi sesampainya di depan ruangan SPV.
"Masuk" Jawab Gita.
"Maaf kak mengganggu, saya mau izin ambil cuti 4 hari" Kata Ishi
"Mau kemana Shi? " Tanya Hendri yang ada di ruangan itu juga.
"Mau pulang kampung kak, ada acara keluarga" Jawab Ishi.
"Kok kamu cutinya bareng kak Nata sih, apa jangan-jangan kalian janjian" Selidik Gita
"Loh apa hubungannya sama kak Nata, saya itu kan cutinya sekarang sedangkan kak Nata udah beberapa hari ini" Jawab Ishi sambil mengerutkan keningnya.
"Ya udah sih, ngomongnya biasa aja nggak usah pake otot" Jawab Gita sinis.
"Nggak usah ribut kenapa, cuma cuti aja, kamu mau ajuin cuti 4 hari?" Kata Hendri
"Nggak, kasih cuti 2 hari aja kak, bulan ini udah banyak yang ambil cuti " Ide Gita
"2 hari itu nggak cukup mba, belum di perjalanannya, belum acaranya belum juga balik kesininya, terus kapan saya istirahatnya" Kata Ishi
"Ya itu terserah kamu, sangka kamu ini Mall punya Bapak kamu apa, mau semau sendiri" Oceh Gita
"Memang bukan punya Bapak ku mbak, tapi punya Bapak mertua ku, malau kamu tahu pasti nanti kamu pingsan" Batin Ishi.
"Emang udah banyak yang cuti Gita? " Tanya Hendri
"Banyak kak, ya salah sendiri kenapa dia ambil cuti dadakan" Jawab Gita
"Maaf ya shi, cutinya cuma bisa 2 hari kan harus dibagi sama yang lain, apalagi kamu cutinya mendadak" Kata Hendri dengan nada lembut sambil memberikan kertas tanda izin cuti.
"Iya kak makasih, kalau begitu saya permisi dulu" Pamit Ishi
"Jangan lupa minta tanda tangan personalia dulu" Kata Gita.
Setelah selesai dengan urusan cutinya, Ishi kembali ke area kerjanya.
"Kesel banget sih sama si Lampir itu" Oceh Ishi ketika tiba
" Kenapa dateng dateng kok marah marah" Kata Rika
"Masa aku cuma dikasih cuti 2 hari, mana cukup" Kata Ishi
"Gila, nggak sempet ngapa ngapain dong, orang nikah kok cuma 2 hari, emang kamu nggak ngomong kalau kamu mau nikah" Jelas Indri
"Indri sayang, kalau Ishi ngomong dia cuti buat nikah pasti nanti heboh, kan dia mau nutupin pernikahannya" Oceh Rika
"Iya juga ya, ya udah cuti 2 hari cukup, malem pertamanya ditunda dulu" Goda Indri
"Apaan sih in, nggak jelas siapa juga yang mikirin malem pertama. Aku itu mikirin nggak bisa kumpul lama sama keluarga" Jelas Ishi dengan muka merah mendengar perkataan Indri.
"Gini aja kamu ambil shift pagi aja, abis itu sore berangkat ke rumah, 2 hari disana lusanya kamu ambil shift siang, " Ide Rika
"Iya juga ya, bisa lah kalau gitu"Jawab Ishi.
"Maaf ya shi kita nggak bisa ikut, sebenarnya pengen kesana" Kata Indri
"Nggak papa, nanti kalau resepsi aja, ini juga cuma akad kok, resepsinya nanti disini tapi nggak tau kapan" Jawab Ishi
"Kok nggak tau kapan? Pastiin geh" Kata Rika
"Itu fikirin nanti aja" Jawab Ishi
"Lampir lewat, ayo bubar" Kata Indri dan mereka pun membubarkan diri.
#bersambung