
Siang itu ketika Ishi, Indri dan Rika berjalan menuju restoran tiba-tiba datang seorang lelaki yang menghampiri mereka.
"Hai, ketemu lagi! Sesuai perjanjian bisakah saya meminta nomor ponsel anda?" Tanya Adri tanpa basa-basi kepada Ishi.
"Apa? Tapi saya tidak pernah berjanji untuk memberikan nomor ponsel saya kepada anda" Tolak Ishi
"Sudahlah, aku tidak terima penolakan" Jawab Adri sambil merebut ponsel Ishi lalu menghubungi nomornya melalui ponsel Ishi.
"Terima kasih" Katanya sambil mengembalikan ponsel Ishi dan pergi meninggalkannya.
"Shi, itu siapa?" Tanya Indri heran
"Penggemar Ishi, ndri" Jawab Rika
"Gila, berani banget ya itu cowo. Main ambil ponsel secara paksa" Puji Indri sambil terus memandang kepergian Adri
"Udahlah ayo makan, keburu masuk" Kata Ishi
"Mampus. Shi lihat!!" Heboh Indri
"Apa sih? Ayo cepetan duduk" Kata Rika sambil menarik tangan Indri lalu mereka duduk di kursi kosong.
"Shi lihat itu?" Kata Indri sambil menunjuk arah dengan lirikannya. Ishi pun mengikuti kemana arah pandangan Indri.
"Mati aku!!" Gumam Ishi ketika melihat Adnan berada satu meja dengan Adri dan akhirnya pandangan mereka pun bertemu.
"Ya ampun shi, bakal ada perang dunia yang kesekian kalinya ini" Kata Rika sambil melihat pandangan Adnan ke arah mereka.
"Pokoknya nanti kalian bantuin aku buat ngejelasin sama Abang" Pinta Ishi
Ishi pun segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke ponsel Adnan
📩 Ishi :" Abang, aku bisa jelasin. Abang jangan marah dulu"
📩 Adnan :"Nanti aja, kita bahas di rumah"
"Kenapa shi? Kok muka kamu jadi murung gitu?" Tanya Indri.
"Lihat ini" Kata Ishi menunjukkan isi pesan Adnan.
"Tenang, ada kita buat jelasin ke laki kamu" Kata Rika
"Iya, tinggal jelasin aja kok susah. Kalau kata orang yang udah nikah, buat menyelesaikan masalah itu gampang, cukup selesaikan di atas ranjang maka semuanya beres" Kata Indri
"Kamu kata siapa?"Tanya Rika
"Ya kata orang yang udah nikahlah" Jelas Indri
"Tumben pinter nak, bisa juga itu dicoba" Jawab Ishi
* * *
Setelah jam pulang kerja, seperti biasa Ishi pulang dijemput Adnan.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya mobil Adnan datang. Ishi pun bergegas untuk masuk kedalam mobil.
"Abang... !" Panggil Ishi dengan suara pelan.
"Hem" Jawab Adnan singkat.
"Kok cuma hem, Abang marah ya? Tadi itu" Kata Ishi
"Abang lagi nyetir, nanti aja jelasinnya kalau udah di rumah" Potong Adnan.
Sesampainya di rumah, Adnan meninggalkan Ishi masuk duluan ke dalam rumah.
"Gini ni kalau laki udah mulai ngambek, bakalan susah buat nenangin bayi besar" Batin Ishi lalu ia menyusul Adnan ke dalam.
"Abang" Panggil Ishi lalu ia berlari mengejar Adnan dan memegang tangannya
"Dengerin penjelasan aku dulu tadi itu aku nggak ada niat kasih nomor ponsel aku, tapi tiba-tiba dia rebut ponsel aku dan"
"Udah, nggak usah bahas itu. Abang capek"
Lalu Ishi pun berinisiatif mengecup bibir Adnan.
Adnan yang kaget dengan tindakan Ishi pun tidak menyia-nyiakannya. Ia juga membalas dengan mesra ciuman Ishi dan berakhirlah mereka diatas ranjang melakukan aktivitas olahraga sore.
"Abang aku bisa jelasin tadi itu " Kata Ishi dengan nafas yang masih tidak teratur.
"Abang percaya kok sama kamu" Potong Adnan sambil mengusap pucuk kepala Ishi.
"Tapi kok tadi Abang cuekin Ishi, aku takut kalau Abang marah sama aku" Kata Ishi dengan mata berkaca-kaca
Cup.
Adnan pun mengecup singkat bibir Ishi
"Mana bisa Abang marah sama kamu" Katanya sambil tersenyum.
"Abang cuma kesel aja lihat kamu dideketin lelaki lain. Ingin rasanya Abang bikin pengumuman kalau kamu itu punya Abang"
"Maafin Ishi ya bang" Kata Ishi memeluk Adnan
"Bukan salah kamu, Abang nggak maksa kamu buat kasih tahu ke orang-orang kalau kita udah nikah. Semua terserah kamu" Kata Adnan
"Ishi janji buat jaga jarak sama laki-laki lain kok, udah nggak ada ruang buat lelaki lain dihatiku" Goda Ishi
"Gombal, hahahaha" Kata Adnan dengan tertawa
"Tu kan nggak percaya" Kata Ishi sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iya abang percaya kok sama kamu. Kamu mau makan nggak? Abang mulai laper ini" Kata Adnan
"Aku capek bang, bisa nggak kita delivery aja?" Pinta Ishi
"Biar Abang yang masak buat kamu aja" Tawar Adnan
"Abang bisa masak?" Tanya Ishi heran
"Kalau buat kamu apa aja Abang bisa kok" Kata Adnan dengan bangga.
"Iya tah" Jawab Ishi tidak percaya
"Udah, lihat aja nanti hasilnya gimana. Kamu istirahat dulu nanti kalau udah siap Abang panggil kamu" Kata Adnan lalu pergi meninggalkan Ishi.
"Ternyata benar, semua masalah akan selesai jika diselesaikan diatas ranjang" Batin Ishi
* * * * *
**Buat para pembaca Tolong dong kasih vote dan like yang banyak buat karya mimin.
Terima kasih 🙆**