
Setelah selesai memakai bajunya kembali, Ishi menyusul Adnan ke dapur. Melihat Adnan yang sibuk memasak Ishi pun bergegas membantunya.
"Abang, sini biar aku bantuin" Tawar Ishi
"Kan Abang udah bilang kamu istirahat aja, biar Abang yang masak buat kamu" Tolak Adnan
"Ya nggak bisa gitulah bang, terus apa gunanya Abang punya istri tapi masih Abang yang masak" Kata Ishi sambil mengerucutkan bibirnya.
" Kamu ini susah banget sih dibilangin, Abang juga ingin manjain istri sesekali" Kata Adnan sambil mencubit kedua pipi Ishi karena gemas.
"Aw, sakit tau bang" Kata Ishi kesal
"Ya udah ayo sini, bantuin Abang" Akhirnya Adnan mengalah.
"Nah, gitukan enak. Nikah itu artinya mau membagi susah senang berdua" Celoteh Ishi
"Iya Nyonya Adnan Brawijaya" Jawab Adnan
Mereka sibuk memasak sambil diselingi candaan. Berasa dunia milik berdua pokoknya.
Setelah selesai mereka menyantap makanan itu.
"Masakan Abang enak" Puji Ishi
"Kan Abang udah bilang, Abang ini serba bisa kalau buat kamu. Paham!" Kata Adnan
"Hem, gombal" Dengus Ishi
"Hahaha, kamu ini suami mau romantis kok malah jawabnya gombal" Kata Adnan
"Bilang sama aku, udah berapa cewek yang Abang gombalin kaya tadi" Selidik Ishi
"Baru kamu sayang, Abang ini tipe cowok yang nggak mau sembarangan deket sama wanita ya!" Jawab Adnan
"Masa" Kata Ishi tidak percaya
"Kamu ini nggak percaya amat sama Abang" Dengus Adnan
"Percaya sama Abang itu musrik" Sanggah Ishi
"Astaga, ternyata istri Abang ini susah diyakinkan. Banyak wanita yang mendekati Abang, tapi Abang nggak ada niat sama mereka. Mereka bukan tipe Abang" Jelas Adnan
"Terpaksa" Jawab Adnan sambil senyum
"Abang! Jahat banget. Kalau Abang memang terpaksa ya udah aku mau cari lelaki lain yang bisa terima aku tanpa terpaksa" Kata Ishi dengan muka berkaca-kaca.
"Kok ngomong kaya gitu, Abang cuma bercanda kok. Kamu itu segalanya buat Abang" Kata Adnan sambil mengusap pucuk kepala Ishi
"Jangan pernah buat cari lelaki lain. Kalau sampai itu terjadi Abang patahin kaki sama tangan kamu biar kamu nggak bisa pergi" Ancam Adnan lalu mencium kening Ishi
"Ih, Abang jahat betul" Kata Ishi sambil mendorong tubuh Adnan
"Ya makanya jangan pernah berfikir buat cari lelaki lain. Paham?!" Kata Adnan dengan tegas
"Makanya jangan bilang terpaksa buat nikahin aku. Aku udah nggak bisa cinta sama orang lain selain Abang. Kalau Abang bilang terpaksa pasti nanti ada celah buat para debu-debu jalanan nempel sama Abang" Kata Ishi dengan manja.
Mendengar pernyataan Ishi membuat Adnan tersenyum lalu ia pun mencium bibir Ishi dengan lembut.
" Kamu itu segalanya buat Abang, nggak akan ada yang bisa gantiin posisi kamu dihati Abang. Kalau nanti ada wanita yang deketin Abang kamu harus percaya sama Abang. Nggak ada niat buat cari yang lain" Jelas Adnan
"Ya itu kata Abang, tapikan kalau wanita udah suka sama satu cowok pasti bakal dipepet terus" Dengus Ishi
"Ya itu tugas kamu buat nyingkirin mereka dong. Buktiin sama mereka Abang ini punya kamu. Jangan biarin mereka berulah ataupun sampai menindas kamu" Kata Adnan sambil mengusap Kepala Ishi
"Nanti jadi masalah buat Abang. Aku nggak mau nyusahin Abang" Kata Ishi
"Kamu itu istri Abang. Menantu keluarga Brawijaya, jadi jangan takut buat ngelawan orang yang jahat sama kamu. Abang akan selalu ada buat ngelindungi kamu" Kata Adnan
"Makasih ya bang" Kata Ishi sambil memeluk Adnan
"Sama-sama istriku" Jawab Adnan
"Beruntungnya aku mendapatkan suami sepertimu bang. Terima kasih Tuhan Engkau telah memberikan aku suami yang baik" Batin Ishi
* * * * *
Maaf buat para pembaca baru bisa UP sekarang. Mimin lagi sibuk di dunia nyata jadi harap maklum.
Terima kasih buat yang sudah like atau vote buat karya mimin. 🙆