My Love My SPG

My Love My SPG
Nyonya Adnan Brawijaya.



Ketika pekerjaan telah selesai Ishi duduk di kursi dekat dengan meja kasier, ketika ia mendengar suara yang familiar untuknya ia pun mencari arah sumber suara yang bersumber dari siaran televisi di dekat kasier.


"Baik kalau begitu satu pertanyaan terakhir. Jika istri anda melihat ini, apakah yang akan anda katakan untuknya?"


"Hai Ishika Maraya, aku tahu kita bertemu tanpa kesengajaan hingga akhirnya menikah. Tapi kau harus tahu bahwa kau satu-satunya untukku. Jangan pernah takut tentang apapun, karena aku akan berdiri didepanmu untuk melindungimu" Ucap Adnan dengan tersenyum.


"Wah, ternyata pak Adnan sangat romantis dengan istrinya berbeda sekali jika dengan koleganya" Ucap reporter.


"Baiklah pak, terima kasih untuk waktunya dan cerita yang menarik tentang kehidupan pribadi anda"


"Sama-sama" Ucap Adnan.


Ishi yang mendengar itu pun terharu dengan ungkapan Adnan di wawancaranya. Bukan hanya Ishi yang mendengar namun semua orang yang berada tidak jauh dari meja kasier pun mendengarnya.


"Cie, yang dapet ungkapan sayang dari suami" Goda Rika.


"Senengnya, yang dapet ungkapan cinta" Ucap Indri.


"Shi, jadi kamu beneran istri big boss?" Tanya Jul dengan heboh.


"Iya kak, perkenalkan Nyonya Adnan Brawijaya " Ucap Ishi sambil mengulurkan tangannya diikuti senyuman.


"Gitu kamu dikerjain sama Mbak Gita kok nggak ngadu sama laki kamu, biar tahu rasa dia" Geram Jul.


"Bukan gaya aku kak dikit-dikit main lapor. Enakan bertindak langsung" Ucap Ishi.


"Wih, ngeri amat Nyonya ini" Goda Jul.


Ting..


notifikasi ponsel Ishi menandakan sebuah pesan masuk.


📩 Adnan :" Abang jemput"


📩 Ishi :" Iya, bawain burger ya"


Adnan pun mengubah dari mengirim pesan menjadi menelpon. Ishi pun langsung menekan ikon hijau dilayar ponselnya.


📞 Adnan :" Itu nggak sehat sayang"


" Jadi nggak mau ini, ini adek bayi yang minta" Ucap Ishi sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kalau nggak mau bawain nggak usah jemput aku, biar aku pulang naik taksi"


📞 Adnan :" Iya, tapi kali ini aja ya. Tunggu Abang nanti Abang beliin. "


"Shi, itu big boss ya,? Kamu berani banget bentak-bentak big boss" Celetuk Jul setelah Ishi mematikan sambungan telepon dari Adnan.


"Itu masih belum ada apa-apanya kak, waktu itu aja Ishi pernah marah-marah cuma gara-gara big boss pulang telat" Ucap Indri sedangkan Jul merasa terkejut dengan penuturan Indri.


"Beneran Shi?" Tanya Jul penasaran sedangkan Ishi hanya menjawab dengan senyuman kikuknya.


Berita tentang Big Boss mereka yang menyatakan bahwa Ishi adalah istri sahnya dan pernyataannya untuk Ishi menyebar dengan cepat di area Mall. Mereka pun melihat Ishi tidak seperti semula.


"Jadi Ishi itu istri big boss?"


"Sejak kapan mereka menikah?"


"Beruntungnya Ishi"


"Jadi kita selama ini termakan gosip itu?"


"Apa kabar mbak Gita yang sering jahat sama Ishi?"


"Tahu gitu aku tadi nggak ngomong aneh-aneh sama Ishi?"


Begitulah kira-kira komentar tentang Ishi setelah mereka mengetahui tentang kebenaran hubungan Ishi dan Adnan.


Hooeekk..


Ishi seperti akan memuntahkan isi perutnya.


"Kamu nggak papa Shi?" Tanya Rika khawatir.


"Nggak papa, aku cuma sering mual kok" Jawab Ishi.


"Apa jangan-jangan kamu hamil shi?" Tanya Jul.


"Emang lagi hamil kali kak Jul" Celetuk Indri.


"Apa.... ???" Kata Jul sedikit terkejut.


"Biasa aja ekspresinya" Celetuk Rika.


"Mereka tadi bantuin aku, jugaan kondisi toko lagi sepi mbak, jadi mohon Mbak kasih sedikit kelonggaran" Ucap Ishi.


Mendengar ucapan Ishi, Gita pun tak dapat berkomentar. Ia pun lalu pergi begitu saja.


"Wih, emang bener-bener nyonya big boss, nyampek Gita aja nggak berkutik begitu kamu bicara shi!" Kata Jul dengan takjub.


"Biasa aja kali kak Jul" Ucap Ishi.


"Kak Jul, jangan tanya terus ih, bikin aku pusing" Kata Ishi sambil memijat pelipisnya.


Dari kejauhan nampak langkah kaki tegas seorang laki-laki berwajah tampan dengan tinggi yang hampir 2 meter. Balutan busana khas pria kantoran pun membuatnya semakin tampan, namun yang merusak pemandangan adalah ketika lelaki itu membawa bungkusan makanan.


Semua orang yang bekerja di Mall yang berpapasan dengannya memberi hormat. Bukan hanya memberi hormat, semua yang melihat Adnan tetpesona dengan ketampanannya.


"Apa kau sakit sayang?" Ucap Adnan yang langsung menghampiri Ishi dan berjongkok didepannya.


"Emm" Gumam Ishi sambil menggelengkan kepalanya.


"Mana pesanan?" Tanyanya tanpa basa-basi.


"Ini nyonya pesanan anda" Ucap Adnan sambil memberikan bungkusan makanan pesanan Ishi.


"Enak?" Tanya Adnan yang melihat Ishi nampak lahap memakannya.


"Iya" Ucap Ishi dengan mulut penuh makanan.


"Hei pelan-pelan sayang, nggak akan ada yang minta kok" Ucap Adnan sambil mengusap pucuk kepala Ishi.


Mereka yang berada disitu nampak heran dengan sikap Big Boss mereka yang sangat lembut pada Ishi.


"Heem, pak kami permisi dulu" Ucap Rika sambil menarik tangan Indri dan Jul.


"Makasih ya buat bantuannya, udah jagain Ishika" Ucap Adnan dengan senyuman.


"Iya pak sama-sama" Ucap Rika sedangkan Jul dan Indri masih terpaku dengan adegan romantis ala Adnan dan Ishi.


"Ayo pergi" Gumam Rika pada Indri dan Jul.


Mau tidak mau Indri dan Jul pun mengikuti Rika.


"Kamu ngapain sih ka ngajak kita pergi" Dengus Indri ketika sudah menjauh dari Ishi dan Adnan.


"Iya, jarang-jarangkan kita ngobrol sama big boss" Timpal Jul.


"Ih, kalian ini nggak ngerti banget, emang mau jadi obat nyamuk buat mereka" Ucap Rika.


"Iya juga ya, hehe" Jawab Indri.


"Udah berasa kaya dunia milik berdualah ya! Yang lain ngontrak. Pokoknya udah berasa lihat drama korea deh!" Celetuk Nata yang datang menghampiri mereka.


"Iri bilang bos" Jawab Adnan.


"Iri? Nggak ada dalam kamus hidup seorang Nata Brawijaya bang!" Ucap Nata bangga.


"Kalian ini ribut terus loh" Dengus Ishi sambil mengunyah burgernya.


"Ya Abang yang mulai kok" Ucap Nata.


"Mana ada, jelas-jelas kamu yang mulai" Bantah Adnan.


"Diem" Bentak Ishi seketika Adnan dan Nata pun diam tak bersuara.


"Aku pusing dengerin Abang sama kak Nata ribut terus. Nggak disini ataupun di rumah pasti cuma ribut."


"Maafin Abang ya sayang, janji nggak kaya gitu lagi" Bujuk Adnan.


"Iya shi, maafin kita ya. Janji deh nggak kaya gjtu lagi" Tambah Nata.


"Gila si Ishi, berani banget dia maki big boss!"


"Sebenarnya apa hub ngan antara kak Nata dan big boss ya?"


"Kapan aku punya jodoh kaya gitu ya?"


"Bener-bener nyonya Adnan Nrawijaya"


"Beruntungnya Ishi dapet jodoh orang kaya"


Begitulah Kira-kira tanggapan mereka yang melihat kedekatan antara Ishi, Adnan dan Nata.