My Love My SPG

My Love My SPG
Stempel Kepemilikan



* * *


Ayo dong buat para pembaca jangan pelit-pelit buat kasih like, biar mimin tambah semangat UP nya.


🐢🐢🐢


Setelah selesai bekerja, Ishi pulang bersama Nata.


"Shi, kamu masih marah? Abang itu memang banyak penggemarnya tapi Abang itu nggak pernah ngeladen sama mereka" Jelas Nata


"Nggak kok kak! Biasa aja!" Jawab Ishi singkat


"Bukannya Kakak mau ikut campur, tapi Kakak itu tahu Abang kaya apa. Jadi nggak mungkin Abang main gila dibelakang kamu" Nasehat Nata


"Haah" Suara Ishi menghela nafasnya dengan kasar


"Tapi kenapa Abang nggak ngomong sih sama aku kalau meetingnya cuma berdua apalagi sama cewe" Gerutu Ishi


"Abang itu nggak pernah meeting sendiri, biasanya ada kak Doni" Jelas Nata


"Tapi tadi itu Kakak lihat sendiri, mereka cuma berdua terus mesra banget. Bini mana yang nggak sewot lihat lakinya makan berdua sama wanita lain" Jelas Ishi dengan suara tinggi.


"Cie, berarti udah mulai cinta ini?" Ledek Nata mencoba mencairkan suasana.


"Kakak ini, orang lagi emosi malah diajak becanda" Kesal Ishi


"Biar nggak tegang, ntar keriput kalau marah-marah terus" Goda Nata.


Sesampainya di depan rumah Ishi.


"Makasih ya kak" Kata Ishi sambil keluar dari mobil Nata


"Sama-sama. Besok bareng Kakak aja lagi" Tawar Nata


"Oke" Jawab Ishi meninggalkan Nata


"Udah pulang yang?" Tanya Adnan menyambut Ishi


"Iya" Jawab Ishi sambil berjalan melewati Adnan


"Kamu pasti capek, ayo kita makan dulu. Abang sengaja nungguin kamu pulang" Ajak Adnan


"Abang makan duluan aja. Aku capek mau langsung istirahat" Kata Ishi lalu menuju kamar mereka


"Kenapa Ishi bersikap acuh, nggak biasanya dia kaya gini. Aku harus cari tahu kenapa dia kaya gitu" Fikir Adnan


Adnan pun mengeluarkan benda pipih di saku celananya dan langsung menghubungi Nata, karena ia berfikir pasti Nata tahu penyebab sifat Ishi menjadi seperti itu.


📞 Adnan: "Apa terjadi sesuatu di tempat kerja Ishi, kenapa dia pulang-pulang jadi cuek kaya gitu ke Abang?"


📞 Nata:" Makanya kalau udah punya bini itu nggak usah jalan berdua sama cewek lain"


📞 Adnan: " Maksud kamu apa?"


📞 Nata:" Abang ini kura-kura dalam perahu! Coba inget-inget tadi siang makan sama siapa? Tadi kita lihat Abang makan berdua sama cewek"


📞 Nata:" Stop! Jangan kasih penjelasan ke aku, tapi ke bini Abang. Nggak penting kalau buat aku"


Tut.. Tut..


Tiba-tiba Adnan memutuskan telepon secara sepihak.


"Dasar, Abang nggak punya akhlak. Udah dibantuin malah nggak ada ucapan terima kasih" Gerutu Nata


* * *


" Sayang, udah belum mandinya. Abang belum makan nungguin kamu! Makan yuk?" Ajak Adnan yang menunggu Ishi di dalam kamar.


"Abang makan sendirian aja, aku capek" Tolak Ishi langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


Adnan pun mengikuti istrinya merebahkan tubuhnya sambil memeluk tubuh istrinya.


"Tadi Abang itu meeting bertiga. Ada Doni juga cuma tadi Doni ke toilet terus wanita yang bareng Abang itu rekan bisnis Abang. Memang dia suka sama Abang, tapi Abang nggak pernah nanggepin mereka. Abang nggak sempet menghindar waktu dia pegang muka Abang. Mau nolak juga nggak enak, kan dia rekan bisnis Abang" Jelas Adnan panjang lebar.


"Aku nggak nanya kok!" Jawab Ishi Ketus


"Tapi Abang mau kasih penjelasan biar kamu nggak salah paham, kan kamu istri Abang!" Jelas Adnan


"Udahlah bang, nggak perlu, nggak ada yang tahu juga kalau Abang udah punya Istri kan?" Jawab Ishi


"Ya makanya kasih tahu mereka kalau Abang ini punya kamu. Kasih tahu mereka kalau kamu ini istri dari Adnan Brawijaya, Nyoya muda Brawijaya" jelas Adnan sambil mencium leher Ishi.


"Abang geli" Ishi pun menghadapkan tubuhnya ke tubuh Adnan dan memeluknya


"Abang nggak malu punya istri kaya aku?" Tanya Ishi


"Kenapa harus malu? Karena pekerjaan? Pendidikan? Apa status ekonomi?" Tanya Adnan penasaran dan Ishi pun menganggukan kepalanya


"Abang bangga punya kamu sebagai istri Abang. Nggak ada rasa malu atau menyesal memiliki kamu. Abang merasa menjadi orang paling beruntung punya kamu sebagai istri" Jelas Adnan.


Ishi pun menitihkan air mata mendengar penuturan suaminya lalu ia mengecup singkat bibir Adnan.


"Makasih ya bang udah mau terima aku dan ini tanda kalau Abang punya aku!" Lalu Ishi memberi tanda kecupan merah dileher Adnan.


Adnan yang mendapat serangan seperti itu hanya tersenyum dan menikmati sentuhan dari istrinya yang jarang untuk memulai terlebih dahulu karena biasanya Adnan lah yang memulai dulu.


"Itu stempel kepimilikan kalau Abang udah ada yang punya. Besok kalau ada yang godain tunjukin aja tanda itu" Gerutu Ishi


"Iya sayang, ya udah makan yuk? Abang laper" Ajak Adnan


"Iya" Jawab Ishi lalu mereka berdua menuju ruang makan.


* * * *


Terima kasih buat para pembaca yang udah membaca karya mimin, tapi tolong kasih like dan vote yang banyak buat karya mimin. biar mimin tambah semangat


🙆