My Life is Gloomy

My Life is Gloomy
Kegiatan Baru



Bosan ketika harus selalu bertengkar ketika aku bersama dengan Rudy, aku pun berencana untuk mencari pekerjaan. Tak butuh waktu begitu lama, aku pun mendapat pekerjaan menjadi SPG sebuah perusahaan Finance yang bertugas di sebuah pusat perbelanjaan. Sebagai rasa gembiraku, aku pun menghampiri Rudy di toko dan memberinya kejutan dengan membawakannya sebuah kue black forest.


"Hai sayang lagi sibuk apaan sih?"


"Eh Fanda sayang. Ada angin apaan nih mau nemuin aku di toko? Katanya bete ketemu aku."


"Mau kasih kejutan aja. Mau kasih tau juga sih kalo aku udah dapet kerjaan."


"Wah selamat ya sayang."


"Ih kamu tu lagi ngapain sih yank? Aku dateng malah sibuk sendiri. Ini aku bawain kue kesukaan kamu loh."


"Aku lagi taruhan bola yank."


"Kamu kok bisa-bisanya maen judi online gitu sih. Emangnya kamu selalu menang taruhan?"


"Belum pernah sih hehehe."


"Tuh kan. Sayang kan uangnya kamu hambur-hamburin cuma buat hal yang nggak baik gitu yank. Mending kalo ditabung aja."


"Nggak apa-apa yank."


"Aku nggak ikut-ikutan deh. Nanti kalo ada grebekan polisi baru tau rasa."


"Nggak mungkin lah."


Dan tiba-tiba ketika Rudy sedang asik main judi online, beberapa polisi melintas di depan toko.


"Nah loh tuh baru aja aku ngomong langsung ada polisi dateng."


"Sialan. Kamu sih doain."


"Makanya fokus aja jualan nggak usah aneh-aneh."


"Biarin lah yank. Aku tu pengen beli motor sport buat boncengin kamu. Biar keren gitu."


"Alah paling juga mau buat boncengin cewek laen biar keliatan keren."


"Cukup Fandaku tercinta yang mau aku boncengin."


"Gombal lah. Mending kalo hasil jualan kamu simpen buat beli motor itu jauh lebih baik daripada ngandelin judi."


"Ssstt udah kamu diem aja sayang." sambung Rudy sambil mencium bibirku.


Aku pun mulai menyuapi Rudy kue black forest sambil terus mengobrol. Setiap seminggu sekali di akhir pekan aku masih selalu membantu Rudy merekap keuangan toko. Siang itu aku merekap semua keuangan sebelum aku mulai bekerja besok. Ketika merekap semua keuangan toko, aku melihat pengeluaran yang cukup banyak dari penghasilan yang didapat lalu aku pun menanyakannya pada Rudy.


"Sayang kok ini pengeluaran minggu ini banyak banget sih? Nggak sebanding sama pemasukan."


"Aku pake buat keperluan lain yank."


"Keperluan apa emang? Pasti buat maen judi kan, ngaku kamu yank!"


"Hehehe iya sayang."


"Ya ampun yank yank. Gimana toko mau untung kalo gitu caranya. Kalo kamu terus kayak gitu, lama-lama ini toko bakalan tutup."


"Orang kalo udah ketagihan maen judi nggak akan bisa kontrol kebiasaannya itu."


"Oke ini yang terakhir."


"Ah kamu mah janji-janji mulu tapi nggak pernah diterapin."


"Yank aku minta tolong dong."


"Minta tolong apa?"


"Tolong ke atm buat transfer ke nomer ini 200.000."


"Mau buat judi kan? Nggak mau ah!"


"Please tolong yank sekali ini aja ya."


"Ogah!"


"Ayo lah yank aku janji ini untuk terakhir kalinya."


"Beneran ya?!"


"Iya Fandaku sayang, cintaku yang paling cantik paling seksi paling segala-galanya. Tolong ya sayang."


"Oke. Pin nya berapa?"


"Tanggal jadian kita yank."


"Oke tunggu bentar."


"Makasih sayangku."


Aku pun langsung menuju atm untuk mentransfer sejumlah uang itu. Sebenarnya aku benar-benar Rudy bisa berubah seperti dulu lagi, bukan seperti Rudy yang sekarang ini. Setelah selesai aku pun kembali ke toko Rudy. Sesampainya di toko, Rudy sudah bersiap-siap untuk pulang. Semua barang-barang sudah Rudy bereskan.


"Loh kok udah beres-beres aja sih yank kan masih sore."


"Iya aku ada perlu yank. Ada temenku mau ke rumah mau liet-liet beberapa handphone."


"Oh ya udah. Aku ikut dong."


"Besok-besok aja ya sayang. Aku buru-buru banget ini. Lagian nanti aku mau service *handphone yank."


"Ya udah deh. Awas kalo boong."


"Iya iya yank."


*\*\*\*


Esoknya aku sudah mulai bekerja. Aku mencoba berpakaian rapi dan tetap sopan. Sebenarnya aku tak begitu jago berbicara namun sebagai seorang SPG aku diharuskan lebih komunikatif. Di hari pertamaku bekerja aku mulai berusaha membagi-bagikan brosur pada setiap orang yang berkunjung ke supermarket. Ada juga yang bertanya tentang prosedur mengajukan kredit dan aku pun menjelaskannya dengan rinci. Di hari pertamaku bekerja, aku sudah bisa mendapat sekitar 5 orang pengaju kredit. Jam kerjaku berakhir sekitar pukul 8 malam. Setiap selesai bekerja, Rudy selalu menjemputku. Rudy masih bersikap manis padaku, Rudy selalu menurutiku ketika aku memintanya untuk menjemputku. Hal itu tak berlangsung lama, Rudy jadi sering bersikap kasar dan menolak permintaanku untuk menjemputnya. Aku tahu hal itu terjadi ketika dia kalah taruhan. Kadang aku merasa diriku dianggap sebagai pelampiasan amarahnya. Namun aku hanya bisa terus bersabar dengan segala sikapnya yang terkadang membuatku sakit hati. Setiap kali habis memarahiku tanpa alasan, esoknya Rudy bersikap begitu manis padaku setiap kali aku datang ke tokonya atau sekedar menawarkanku jemputan saat pulang kerja. Bahkan Rudy sering menjemputku hanya untuk mengajakku melampiaskan hasratnya saja.


Selama beberapa hari aku bekerja sendiri lalu managerku mencarikanku beberapa teman untuk bisa berganti shift karna selama ini aku bekerja kurang lebih sekitar 12 jam. Esoknya aku mendapat dua orang partner kerja, namanya Stefia dan Brian. Dalam beberapa hari saja kami bertiga sudah akrab seperti sudah berteman lama. Bahkan aku sering kali curhat tentang masalah percintaanku pada mereka. Aku memang butuh tempat curhat untuk mencurahkan segala hal yang menumpuk di hatiku. Dengan adanya Stefia dan Brian, aku bisa cukup lega menjalani hari-hariku yang cukup menjengkelkan karena sikap Rudy yang selalu berubah-ubah.