My Life is Gloomy

My Life is Gloomy
Play Girl (3)



Aku dan Awan sering menghabiskan waktu di kamar Awan untuk mengobrol dan berhubungan badan. Sebenarnya tidak ada kesan menarik ketika aku bersama Awan. Aku hanya merasa kami saling memanfaatkan saja. Awan butuh pelampiasan nafsu dan aku butuh pelarian. Hubungan kami biasa-biasa saja hingga suatu hari Awan mulai menghilang. Ada salah seorang teman cowokku yang berkata bahwa Awan sudah bersama perempuan lain. Aku hanya menanggapinya dengan biasa. Toh, di antara hubunganku dan Awan tidak ada rasa 'Cinta' meski kami berpacaran. Dua minggu berlalu sejak kami berpacaran. Selama beberapa hari Awan tak ada kabarnya, pesan tak pernah dibalas dan telepon pun selalu di-reject. Yah, mungkin dia sudah bosan. Akhirnya hubunganku dan Awan pun putus dengan sendirinya. Tak lama aku putus dengan Awan, aku sudah dekat dengan seorang laki-laki yang bernama Faisal. Tadinya aku sempat tak peduli ketika ia mendekatiku. Entah dari mana dia tahu nomor teleponku. Katanya dia sudah sering memperhatikanku dari rumah kos-nya yang kebetulan bersebelahan dengan rumahku. Dia selalu peduli denganku, bahkan dia sering mengajakku untuk berkumpul bersama teman-temannya. Aku merasa senang karna dia begitu perhatian. Hingga suatu malam ketika Faisal mengajakku untuk menemaninya menjenguk temannya di rumah sakit, dia begitu memanjakanku. Banyak hal manis yang dia lakukan untukku. Kali ini aku sudah dibuat jatuh cinta olehnya. Aku merasa sangat nyaman saat didekatnya karna aku merasa dilindungi dan diperhatikan. Setelah dari rumah sakit, Faisal mengajakku ke taman kota. Sambil berjalan mengelilingi taman, Faisal menggandeng tanganku dengan begitu erat. Aku benar-benar merasa bahagia karna selama ini tak ada seorangpun yang memperlakukanku seperti ini. Aku benar-benar sudah terbius oleh pesonanya. Ditengah jalan, Faisal berkata padaku.


"Kamu tau nggak apa yang bikin spesial malam ini?"


"Apa emangnya??"


"Yang spesial itu karna ada kamu bersamaku saat ini."


Aku hanya membalasnya dengan senyuman. Tak tahu harus berkata apa lagi karna aku sudah terbuai oleh kata-katanya.


"Fanda, Wo ai ni, I Love you, aku cinta kamu, aku tresno kowe nduk!"


"Apaan sih kamu ini." Aku merasa malu mendengar kata-kata Faisal.


"Kamu mau nggak jadi yang spesial di hati aku?"


"Nggak perlu alasan buat aku cinta sama kamu. Jadi kamu mau nggak jadi pacar aku?"


"Iya aku mau. Aku mau jadi pacar kamu. Aku mau jadi yang spesial di hati kamu!"


Sambil mendekapku, Faisal berkata dengan sangat gembira.


"Aku seneng banget kamu mau jadi pacar aku. Makasih sayang. Love you. I love you, Fanda!"


"Love you too, Faisal." Aku pun balas mendekapnya.


Sejak aku berpacaran dengan Faisal, banyak hal romantis yang ia lakukan untukku. Aku merasa benar-benar disayangi. Bahkan dihadapan teman-temannya pun aku selalu dimanjakan. Aku sudah benar-benar mencintainya saat ini. Namun aku merasa ada yang aneh ketika aku ingin tahu nama Facebook - nya. Dia tak pernah memberitahukannya, bahkan saat aku tanya dia selalu saja mengalihkan topik pembicaraan. Awalnya aku merasa tak curiga hingga suatu ketika saat aku sedang online Facebook dan tahu salah satu akun Facebook salah satu teman Faisal, aku akhirnya tahu nama akun Facebook-nya. Saat sedang melihat-lihat timeline Facebook-nya, aku tak sengaja melihat foto seorang perempuan yanh ternyata adalah kekasih Faisal di kota asalnya. Bagai petir di siang bolong, aku merasa ditipu. Setelah aku benar-benar mencintai seseorang, justru aku harus menerima kepahitan akan rasa cinta itu. Sejak saat itu aku jadi susah sekali menghubungi Faisal. Aku mencarinya di kos-nya tapi kata teman-temannya, dia lagi pulang ke kota asalnya. Aku terus meneleponnya tapi tak pernah diangkat, bahkan kadang di-reject.