My Life is Gloomy

My Life is Gloomy
Jalang (4)



Baru juga pacaran, Farid langsung saja ingin melahapku. Dalam pikirku, orang ini tidak benar-benar menyukaiku tapi ingin bermain-main saja. Tanpa ambil pusing, aku dan Farid pun sering melakukan hubungan badan. Aku memang begitu dimanjakan selama menjadi pacarnya walau ujung-ujungnya dia selalu meminta "jatah". Bersama Farid aku lebih merasa dijadikan sebagai alat pemuas nafsu saja. Lebih banyak gombalan manis, aku pun merasa biasa saja. Saat main ke kos Farid aku mulai banyak mengenal teman-temannya yang kebetulan juga satu kos dengan Farid. Aku mengenal dekat salah satu teman Farid yang bernama Jerry. Awalnya aku hanya ingin berteman saja dengan Jerry. Hingga suatu hari saat Farid pulang ke rumahnya, Jerry memintaku untuk datang ke kos karna ada hal penting yang ingin dia bicarakan. Tanpa ada rasa curiga, aku pun langsung menghampiri Jerry di kosnya. Sesampainya disana, Jerry langsung menyuruhku masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Aku masih belum merasa curiga saat itu, justru aku berpikir dia sedang melindungiku dari teman-teman kos yang lain karna merasa tak enak hati membawa pacar teman satu kosnya ke kamarnya.


Di dalam kamar, kami mengobrol banyak hal. Memutar musik dan menonton film. Sedang asik menonton film action, tiba-tiba Jerry menggantinya dengan film porno. Aku mulai curiga dengan gelagatnya yang mulai aneh.


"Hey kenapa jadi bokep sih filmnya!"


"Loh katanya lo seneng nonton film bokep? Kan asik kalo nonton berdua gini."


"Gila lo!"


Kami pun meneruskan menonton film porno itu. Aku mulai gelisah dan ingin segera pulang tapi aku tahu kunci kamarnya sudah disembunyikan Jerry. Aku sudah merasa bahwa Jerry akan melahapku kali ini. Demi Tuhan, aku rasanya tak ingin menghianati Farid. Saat aku sedang lengah, Jerry mulai menciumku dan ingin melepas pakaianku. Aku terus menolaknya, menendang, menampar tapi kekuatanku tak sebanding dengannya.


"Bukannya lo sering nge-sex sama Farid? Kenapa sama gue lo malu-malu??"


"Karna gue pacarnya Farid! Tolong lepasin gue!"


"Nggak akan! Sebelum gue nyobain lo nggak akan gue lepasin."


"Brengsek! Lepasin gue! Kalo nggak gue teriak!"


"Brengsek!" sambil terus meronta dan mencari jalan untuk kabur.


"Nggak ada jalan keluar sayang. Lebih baik lo puasin gue dulu. Kita puas bareng baru gue antar lo pulang."


Merasa tak ada cara lain lagi, aku hanya bisa pasrah menghadapi Jerry yang mulai menciumku dan melepas semua pakaianku. Mulut Jerry mulai bergerilya liar di sekujur tubuhku. Aku masih terus meronta tapi aku juga mulai menikmatinya. Saat Jerry mulai melakukan aksinya, aku tak bisa berpura-pura lagi untuk terus menolaknya. Aku mulai menikmati adegan demi adegan sambil terus menonton film porno. Aku mulai berpikir, kali ini aku benar-benar menjadi gadis jalang seutuhnya. Cukup puas dengan service Jerry, aku hanya merebahkan tubuhku di kasur.


"Makasih sayang udah puasin adek aku."


"Sialan lo!"


"Tapi nikmat kan?! Nggak usah pura-pura lagi lah tadi aja lo nikmatin bgt kok. Besok kalo cowok lo lagi pulkam, gue siap kok jadi serep buat puasin lo."


"Ngimpi!" Aku langsung mencoba tidur saat itu karna Jerry tak kunjung membukakan pintu dan mengantarku pulang.


Melihatku mulai terlelap, Jerry pun mulai tidur di sampingku dan memelukku erat sambil berbisik. "Pantes aja banyak yang ngejar-ngejar elo. Liat body lo aja bikin cowok horny."