My Life is Gloomy

My Life is Gloomy
Harapan Baru



Kegiatanku masih sama saja, terpaku di depan komputer. Walau sebenarnya kadang aku merasa bosan tapi aku masih bersemangat untuk harapanku yang baru. Ya, sejak aku mulai bekerja aku sudah tidak terlalu memikirkan hal lain seperti mencari pelarian lagi. Aku mulai belajar banyak hal, kadang aku juga ingin meneruskan sekolah dan bisa sampai kuliah. Harapanku untuk masa depan kembali tercipta dengan adanya motivasi dari Pak Harry.


Sesekali aku juga meminta bantuan Kak Randy untuk mengajariku tentang arsitektur. Semua karyawan kantor begitu baik karna mereka juga mau sedikit membantuku.


"Hai Fanda kamu beneran tertarik sama dunia ini? Kata Kak Randy sambil menepuk pundakku.


"Iya Kak. Dari kecil sebenernya aku udah suka."


"Kenapa nggak lanjut sekolah aja?"


"Kamu tau lah keadaanku seperti apa Kak. Untuk saat ini mana mungkin. Tapi aku masih berharap bisa kayak Kak Randy kayak Pak Harry."


"Aku dukung kamu, Fanda. Apapun yang terbaik pasti aku support kamu."


"Terima kasih banyak Kak."


Aku mulai terus belajar dari link yang Kak Randy tunjukkan. Sekilas aku benar-benar tidak mengerti karna aku belum pernah punya pengetahuan. Kadang kesal juga, tapi semangatku masih begitu besar. Aku belajar dan terus belajar disela-sela waktu luangku. Aku juga sering bertanya pada Kak Randy hal-hal yang tidak aku mengerti. Rasanya mencoba hal baru itu seperti tantangan untukku.


Sebagai Staf Kantor, aku juga harus sering ikut acara-acara pertemuan dengan beberapa partner kerja. Kadang aku merasa minder karna statusku yang bukan tamatan sekolah tinggi. Suatu hari aku harus datang ke pertemuan dengan salah satu anak perusahaan kontraktor terkenal di Indonesia. Aku begitu kaget setelah tahu bahwa hanya aku seorang wanita satu-satunya yang ada pada pertemuan itu. Minder, malu, gugup dan bingung harus bagaimana. Lagi-lagi Pak Harry memberiku semangat. Dia memintaku untuk tetap tenang dan santai karna itu bukan acara formal. Ya, kami hanya akan makan malam bersama saja.


Suatu hari ketika Pak Harry dan karyawan yang lain pergi ke lapangan. Aku mengajak teman-temanku ke kantor untuk menemaniku karna aku merasa sangat bosan tiap hari selalu sendirian di kantor. Bahkan selama beberapa hari aku terus mengajak teman-temanku untuk datang. Pak Harry pun tahu dan dia tidak mempermasalahkan bahkan menyuruh teman-temanku untuk selalu datang menemaniku selama karyawan yang lain sedang bekerja di lapangan.


Aku benar-benar merasa begitu dimanjakan akan semua hal, dari fasilitas, tugas kerjaan dan sebagainya. Aku cukup betah bekerja bersama Pak Harry. Ini benar-benar pengalaman pertama bekerja yang sangat berarti untukku. Aku bekerja tapi tidak terlalu terpaku pada aturan seperti di kantor-kantor pada umumnya. Aku masih bisa bebas melakukan banyak hal yang kuinginkan. Bahkan bisa dibilang, Aku kerja tapi kayak orang yang lagi main aja.


Walaupun gajiku tak seberapa, tapi bagiku itu masih cukup. Bahkan aku masih sering royal dengan teman-temanku. Tiap kali gajian selalu aku habiskan dengan mengajak teman-temanku berpesta. Aku masih belum terfikir untuk mengelola uang gajianku untuk kebutuhanku sendiri. Aku cukup senang dengan keadaanku saat ini.


Dengan gajiku itu aku bisa memuaskan teman-temanku dan juga diriku sendiri. Aku bisa melupakan sejenak traumaku karna perpisahan orangtuaku.