
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Senangnya hari ini aku bisa bersama ibuku walau hanya sebentar. Ibu menemaniku untuk masuk sekolah TK. Rasanya masih begitu asing, aku belum bisa menyesuaikan diri. Banyak anak yang menangis tidak mau ditinggal ayah ibunya. Ada juga yang sudah duduk di dalam dan bermain di dalam kelas. Diluar ada beberapa guru yang menyambut kedatangan murid baru. Mereka begitu ramah dan lembut kepada setiap anak. Aku sendiri masih mengawasi sekeliling. Sesekali aku masih tidak ingin ditinggal ibuku. Aku masih ingat saat itu ibu sempat tersenyum padaku dan berkata, "Tenang saja! Duduk yang benar!". Aku mulai menurut dan mulai memperhatikan anak-anak yang lain juga Bu Guru yang sudah ada di depan kelas.
Jam 7 tepat bel sekolah berbunyi diikuti panduan Bu Guru menyuruh anak-anak untuk berbaris. Ada beberapa guru yang menuntun beberapa anak untuk berbaris yang benar. Setelah itu semua diijinkan masuk ke dalam kelas. Ada yang mulai menangis karena ingin ditemani orangtuanya. Ada yang begitu antusias duduk di kursi paling depan. Ada juga yang berlarian kesana kemari. Aku hanya duduk diam di kursi sambil memperhatikan ibuku. Saat itu mungkin sama saja dengan anak lain, aku ingin menangis tidak mau ditinggal ibu. Tapi tetap saja aku harus ditinggal ibu bekerja. Karena sekolahku dan sekolah tempat ibu bekerja berada begitu depan, ibu bisa ijin sebentar mengantarku sekolah. Sebelum ibu pergi, dia berkata padaku, "Nanti kalau sudah selesai sekolah, ibu akan menjemputmu". Begitu senang akan janji ibu yang akan menjemputku sekolah, aku mengangguk tanda setuju.
Pagi itu para guru mencairkan suasana dengan mengajak para murid bernyanyi. Setelah semua terlihat tenang, Bu guru mulai mengajak berkenalan. Diawali dari para guru yang memperkenalkan diri.
"Halo selamat pagi anak-anak!" kata salah satu guru menenangkan semua murid.
"Wah belum ada suaranya ini. Coba sekali lagi ibu sapa ya! Jika Bu guru bilang selamat pagi, kalian jawabnya, selamat pagi Bu guru! Gitu ya! Coba kita ulangi lagi!". "Selamat pagi anak-anak!".
"Wah masih ada yang menangis nih. Tenang ya nak! Hari ini kita bermain bersama dulu". Bagaimana kalau kita kenalan dulu yuk! Perkenalkan nama ibu, Bu Sinta dan yang disamping ibu adalah Bu Anita".
"Halo anak-anak perkenalkan nama ibu, Bu Anita. Senang bertemu kalian semua. Ayo biar semua bisa kenal kita perkenalkan diri ya! Ibu akan bertanya nama kalian satu per satu dimulai dari yang paling depan dulu ya!".
Bu Anita mulai bertanya nama semua murid. Setelah sesi perkenalan, para guru mengajak kami bermain dan bernyanyi. Perlahan suasana mulai mencair. Semua murid mulai menikmati waktu pertama sekolah mereka, termasuk aku. Tak terasa waktu sudah menunjuk jam 9 tepat, yang artinya jamnya pulang sekolah. Para guru mengajak kami duduk yang rapi dan mengajarkan kami berdoa sebelum pulang. Setelah selesai semua mulai keluar dari kelas. Semua anak sudah dijemput oleh orangtuanya, kecuali aku. Aku belum melihat kehadiran ibu. Aku mencari kesana kemari tapi belum melihat ibu. Menyadari aku begitu kebingungan, Bu Sinta menghampiriku dan menenangkanku. Tak lama ibuku benar muncul menjemputku.