My Life is Gloomy

My Life is Gloomy
Jahil



Hubunganku dan Rudy sudah berjalan selama setahun. Banyak cerita indah yang terlukis dalam hubungan kami. Hari-hariku selalu lebih indah dari sebelum aku mengenal Rudy. Rudy sering sekali menjahiliku. Suatu hari dia bercerita ingin membuka ruko untuk berjualan gadget. Dia begitu antusias dan ingin memberi kejutan untukku. Esoknya, Rudy seperti sedang sangat sibuk hingga tak ada kabar. Dari pagi hingga siang, aku tak bisa menghubunginya bahkan semua pesan SMS ku tak pernah dibalasnya. Aku jadi khawatir, gelisah tak karuan. Aku masih bersabar, aku berpikir mungkin Rudy memang benar-benar sibuk mengurus ruko barunya. Sampai malam harinya, Rudy tak kunjung ada kabarnya. Aku mulai kesal dengannya. Aku mencoba untuk meneleponnya lagi tapi masih juga tak ada tanggapan. Kesal dengan sikapnya aku pun mematikan ponselku semalaman.


Paginya, aku mengaktifkan ponselku. Ada beberapa pesan dari Rudy. Aku pun hanya mengabaikannya seperti ia mengabaikanku kemarin. Tak lama ia pun meneleponku. Aku sama sekali tak mengangkat teleponnya. Beberapa kali Rudy mencoba meneleponku, aku terus mengabaikannya. Aku ingin dia tahu rasanya diabaikan seperti halnya dia mengabaikanku kemarin. Beberapa saat kemudian Rudy mencoba mengirimiku pesan SMS.


***Kamu beneran marah ya sayang? Maaf yank, aku kemaren cuma mau becanda aja. Sesekali iseng mau buat kamu bete. Maaf sayang, maaf banget ya. Aku nggak akan ngulangin lagi yank, duhh maaf ya sayang.


Ya.


Tuh kan masih marah.


Nggak.


Ah masih bete nih. Ntar ketemuan yuk, aku jemput kamu siang ini ya.


Oke.


Udah dong jangan ngambek lagi ya sayang.


Sebagai gantinya ntar terserah deh kamu mau ngapain aku biar kamu nggak bete lagi ya.


Ya oke.


Love u yank.


Love too***.


Siangnya, Rudy beneran menjemputku di rumah. Aku masih belum bersiap-siap ketika Rudy datang. Aku memang sengaja membuat Rudy kesal menungguku lama untuk bersiap-siap. Sekitar setengah jam aku bersembunyi di kamar. Rudy pun sudah nampak kesal menungguku.


"Sayang, ayo buruan. Aku mau buka toko ini. Udah siang ini yank, aku mau beres-beres toko."


"Bentaran."


Aku tak menjawabnya lagi. Sebenarnya aku udah siap dari tadi tapi aku sengaja berlama-lama di kamar untuk membuat Rudy kesal. Karna terlalu asyik bermain ponsel, aku tak tahu kalau Rudy sudah masuk ke kamarku.


"Ya ampun yank kamu ini ya sengaja banget bikin aku nunggu lama, kamu malah asyik di kamar."


"Biarin lah kamu aja kemaren udah bikin aku bener-bener bete. Gantian yank, biar kamu tau rasa."


"Iya deh maaf yank. Aku bener-bener salah."


"Makanya lain kali kalo iseng jangan gitu dong, bikin badmood tau yank seharian."


"Iya iya sayang. Sini peluk biar adem nggak bete lagi."


Aku pun memeluknya begitu erat dan Rudy membalas pelukanku sembari mengusap rambutku. Aku merasakan pelukannya seperti dia begitu menyayangiku. Lembut dan penuh kehangatan. Aku memang sudah benar-benar mencintainya saat itu.


Kami pun bergegas pergi ke toko Rudy untuk beres-beres. Sesampainya di toko, aku membantu Rudy menata etalase dan menyapu seluruh sudut toko. Besok adalah hari pertama Rudy memulai berjualan. Aku berharap segala harapannya tercapai pada Tahun Baru esok. Saat sedang menyapu lantai, Rudy kembali menjahiliku. Dia berteriak padaku, "Awas sayang disitu ada kecoa!". Sontak hal itu membuatku terkejut dan spontan melempar sapu dan berlari. Melihatku begitu terkejut, Rudy justru tertawa terpingkal-pingkal. Aku jadi kesal karna Rudy masih saja terus menjahiliku.


"Nggak seru ah! Bete aku tiap saat kamu jahilin yank. Aku pulang aja lah!"


"Et tunggu dulu yank. Jangan marah yank, maaf maaf yank aku khilaf."


"Bodo amat."


"Habisnya kamu ini serius banget mukanya. Yang ceria kayak biasanya aja dong. Aku kangen tau sama kamu malah dicuekin mulu."


"Suruh siapa diemin aku seharian? Rasain sendiri."


"Tadinya aku mau bikin surprice tapi malah kelewatan akunya. Maaf sayangku."


Rudy mencoba menenangkanku dengan memelukku dari belakang. Aku pun kembali luluh karna sikapnya. Rasanya aku seperti perempuan paling beruntung karna mendapat kekasih seperti Rudy yang begitu memanjakanku dengan sikap lembutnya dan juga perhatiannya.