My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
chapter 9



Aku ingin menjadi bintang dihatimu..


Yang terus bersinar


Dan menjadi penyemangat mu


Yang tidak akan pudar..


Dengan wajah cemberut Widya mengikuti Randy masuk ke mobilnya.Dalam hati dia berguman.Kenapa malah sekarang terjebak dengan lelaki rese ini?.


Randy tersenyum melihat Widya,"Tambah cantik ketika kamu marah"


"What?"matanya melotot mendengar gombalan Randy.Dasar playboy.Sedangkan Randy hanya memainkan sebelah matanya kemudian dia menyetir.Dan herannya kenapa Widya mau-maunya mengikuti Randy?Jadi akhirnya seperti inikan.


Hari ini,hari yang sangat menyebalkan.Tanpa sengaja bertemu Kevin bersama Maria membuat hatinya sakit.Dan sekarang bertemu Randy lelaki yang rese dan arogan.


Apa mungkin kalau Kevin dan Maria sudah jadian?Ah...tidak mungkin!Kevin secepat itu melupakan aku.


Randy melirik Widya terlihat wajahnya yang sedih dan sesekali menggelengkan kepala seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Apa laki-laki tadi pacar kamu?"tanya Randy to the point.Widya memandang Randy,memandang lelaki yang sedang menyupirnya itu.Sambil mengernyitkan dahinya dia membuka suaran,"Bukan urusan kamu"


"Oke.."sambil mengangkat bahunya sepertinya Widya sedang kesal terdengar nadanya yang ketus."Apa kamu tidak lelah menekuk wajah cantikmu itu?"


"Randyyyy...bisa diam tidak!"teriaknya sambil menatap tajam.


"Aku tidak akan diam sebelum kamu tersenyum"ungkapnya.Benar-benar ya..Randy mengangkat satu alisnya menyuruh Widya tersenyum.Dengan terpaksa Widya tersenyum.


"Puas kamu"kesalnya,sedangkan Randy tersenyum senang.


"Tapi sepertinya tidak tulus."


"Igggggghh ..Randy "


"Ha..ha..ha. jangan marah-marah membuat mu cepat tua."Uggggh ingin rasanya Widya menjambak rambut Randy kemudian memukulnya.


Sampainya dirumah Widya langsung turun tanpa mengucapkan terimahkasih karena saking kesalnya.


"Selamat malam sayang"guman Randy sebelum Widya menutup pintu mobil.Kesal,sebal,emosi menjadi satu dia tidak habis pikir dengan Randy.Ada ya lelaki rese seperti itu dimuka bumi ini.Widya hanya bisa mengepal tangannya penuh amarah sambil memandang mobilnya Randy pergi.


"Hiiiiii...tidak lagi-lagi bertemu dengan lelaki seperti itu."guman Widya kemudian masuk kerumah.


****


"Widya.."terdengar suara mama memanggil.Widya terdiam kemudian menatap mamanya.


"Darimana saja kamu?mama cariin di gramedia tidak ada terus mama telepon hape kamu mati?"


"Maaf ma tadi ada urusan mendadak."


"Urusan apa sampai kamu pulang malam?"tanya mamanya kali ini terlihat sorot matanya marah.


"Hmm..tadi tidak sengaja ketemu Randy"


"Randy?"


"Iya Randy anaknya sahabat mama"


"Oh ..dia.Kenapa tidak kamu ajak main kesini ?"


"Enggak enak ma kan sudah malam"ujar Widya berbohong padahal dalam hati dia malas mengajak Randy.Lelaki yang sangat menyebalkan seperti itu.


"Iya ma.."jawab Widya kemudian pergi ke kamar.


"Huh!hari yang menyebalkan"gumannya sambil menatap cermin."Kevin kenapa kamu begitu cepat melupakan aku?"


Air matanya menetes ketika teringat kejadian tadi siang.Pemandangan yang menyesakkan hati,atas kedekatan mereka.Ketika melihat tangan Maria menggantung dilengan Kevin.Memilih-milih buku seperti dirinya ketika dulu masih bersama.Terlihat jelas wajah mereka yang sedang bahagia.


"Begini rasanya sakit hati"sambil mengusap air mata.Dia mencoba mengingat kenangan dulu saat bersama Kevin.Kenangan yang indah.Tetapi sekarang baru ia sadari atas penyesalan yaitu keputusan yang dia ambil.


Mungkin kalau dia tidak putus disaat itu,sekarang tidak akan menangis seperti ini.Merasakan sakit hati yang seperti ditusuk seribu jarum.Tetapi semua itu sudah terjadi.Diibaratkan nasi sudah menjadi bubur.


"Semangat Widya,kamu pasti bisa!"ujar dirinya menyemangati.


***


Pagi hari yang cerah,tetapi tidak secerah suasana hati Widya.Terlihat di wajah cantiknya ada awan hitam.Dia pergi kesekolah diantar oleh mamanya.Dengan muka ditekuk,Widya melangkah memasuki sekolahan.


"Widya.."panggil Silla dan Lily langsung memeluk Widya dari belakang.


"Kamu kenapa lagi wajah kamu di tekuk seperti itu?"tanya Lily memandang Widya.Mereka berjalan bersama menuju kelas.


"Bukan apa"


"Jangan bilang gara-gara Kevin."tebak Silla dan tebakan dia memang benar.Siapa lagi kalau bukan Kevin yang membuat dirinya patah semangat.


"Sampai kapan kamu mau seperti ini terus?"


"Iya Wid,lebih baik kamu move on dari Kevin."timpal Silla.Widya hanya diam memandang sahabatnya itu.


Kalian itu tidak tahu apa yang aku rasakan?.Rasa sakit yang amat dalam.Dan juga perasaan aku kepadanya tidak pernah pudar.Sampai sekarangpun aku masih mencintainya.


***


Suara bel tanda kelas dimulai pelajaran.Pak Iwan datang mengajar mereka.Semua materi yang Pak Iwan beri tidak satupun yang masuk ke dalam otaknya.Pikiran dan perasaan nya seperti berada di tempat lain.Hidupnya terasa hampa.Begini rasanya patah hati menjadi terpuruk hanyut dalam perasaan nya.Selesai pelajaran bel istirahat berbunyi.Semua siswa berhamburan keluar kelas.Silla dan Lily mengajak Widya pergi kekantin.


***


"Ayolah Widya"Silla mendekatkan diri duduk disamping Widya sambil mengamati wajah sahabatnya itu.


"Padahal matahari nya hari ini terlihat cerah,tetapi tiba-tiba ada mendung seperti akan hujan"ledek Lily.Widya tersenyum menatap Lily dia tahu kalau sedang meledek dirinya.


"Nah gitu dong tersenyum"ujar Silla dan Lily.


"Mbak pesen bakso 3 sama minumnya biasa ya mbak"teriak Lily.Sedangkan Silla dan Widya hanya menggeleng kepala.Ya,inilah sifat Lily yang suka blak-blak kan tetapi terkadang paling pengertian.


Sembari menunggu makanan datang.Tiba-tiba ada Kevin bersama teman-temannya datang ke kantin.Mata Widya dan Kevin saling bertemu.Dalam hati ia ingin menjelaskan ke Widya soal kemarin agar dia tidak salah paham.Tetapi dia ingat kalau sekarang bukan pacarnya lagi.Tidak ada hak untuk menjelaskan.


Dan juga Widya dalam hati ia berharap kalau Kevin berusaha untuk menjelaskan.Widya menunggu Kevin datang menghampiri tetapi nyatanya Kevin diam saja.Dia terlihat sedang asyik bersama teman-temannya.


Apakah kau tidak akan menjelaskan soal kemarin?Apa benar kalau kamu sudah jadian sama Maria?Kenapa harus Maria?


Pikiran dan hati Widya berkecamuk.Banyak pertanyaan ada dalam hati yang ingin dia utarakan,tetapi Kevin sepertinya acuh tak acuh.Oh,seperti inikah sebuah kisah cinta?Awal dari pekernalan lalu pacaran dan putus akhirnya seperti semula terlihat saling tidak kenal.


Aku dan kamu seperti orang yang tidak saling mengenal.Seperti orang asing saling tidak peduli.Tetapi sesungguhnya aku masih mencintaimu.


"Pesanan bakso datang "kata mbak tukang bakso.


"Hmmm...aroma bakso yang menggoda"ujar Silla sambil mengendus baksonya."Makasih ya mbak"


"Iya non sama-sama".