
...Selamat membaca...
Hari telah berlalu.
Bianka tengah memohon kepada Ayahnya untuk tetap disini dia tidak ingin pulang sekarang.
Ayahnya menolak setiap alasan yang diberikan Bianka. Dia sudah sangat putus asa
Ayah memberikannya paspor untuk keberangkatannya besok pagi.
Dia masuk kedalam kamarnya dan memasukkan barang barangnya dengan sangat terpaksa.
"Ibu akan mengerti semuanya tidak dengan Ayah" teriak Bianka dari dalam kamar.
Reza tengah bersiap siap untuk pulang dia sudah sangat membaik dan bisa pulang.
Dia disambut semua orang saat sampai apartemen.
Reza disuruh untuk istirahat dulu karna besok akan pulang kekota mereka.
Bianka menelponnya.
Reza : Kamu kenapa tidak ada disini
Bianka : Aku akan pulang besok dan harus beres beres lagipula ayahku sudah melarangku untuk pergi kemana mana.
Reza : Aku juga akan pulang besok
Bianka: Aku pulang kenegara ibuku
Reza : kok bisa
Bianka : Kenapa tidak bisa hah
Reza : Padahal aku sudah merencanakan jalan jalan nanti.
Bianka : Aku harus pulang dan aku tidak ingin pisah darimu
Reza : Aku juga
Bianka : Mari diner sebelum perpisahan ini. ajak juga Daniel dan Erina.
Reza : Baiklah sampai jumpa
Bianka : Ingat ya pakai baju itu
Reza : Harus ya
Bianka : Harus donk
Reza : Iya iya
Reza memberitahu Daniel dan dia langsung setuju dan akan memberitahu Erina secepatnya.
Erina kaget kenapa sangat mendadak.
Dinda memeluk tangan Raisya dia sangat iri dengan Erina.
"Kenapa hidupku tidak seberuntung Erina. hilanglah harapanku untuk menikahi Daniel" ucap Dinda
"Makanya kalau fans sadar diri. mimpimu itu kejauhan" ucap Raisya.
Erina mendekati mereka berdua dia terseyum begitu manis dan membuat Dinda kesal.
"Aku akan makan malam"
"Ikut" rengek Dinda
"Mana boleh. kamu makan malam denganku saja" ucap Raisya.
Erina tertawa kecil
"Saat bertemu dengan Daniel kamu harus tampil dengan cantik" ucap Raisya.
"Aku tidak punyak baju yang bagus tapi make up punya" ucap Dinda.
Mereka bertiga sampai dirumah Raisya.
Seketika Dinda tidak bisa menglihkan pandangannya saat melihat lemari temannya yang terlihat cuek ini memiliki begitu banyak pakaian yang indah.
Dia memberikan satu pakaian yang paling indah yang Raisya punya kepada Erina.
Dan gadis itu terlihat sangat cantik saat mengenakannya.
Dinda membantu mendandani
"Cantiknya" ucap Dinda
"Ini versi Erina yang beda" ucap Raisya
"Siapa dulu donk yang dandani Dinda gitu loh" sahut Dinda
Erina menatap dirinya yang sangat berbeda seperti hari lain.
Daniel sampai untuk menjemput Erina dirumah Raisya.
Dinda dan Raisya hanya mengintip
"Dia benar benar Daniel" ucap Dinda.
"Iya masa bukan"
Daniel menatap Erina dia sangat berbeda dan terlihat sangat begitu cantik.
"Aku aneh ya" tanya Erina.
"Kamu makin cantik" ucap Daniel.
Mereka berdua pergi kerestoran yang telah dipesan.
Erina paham sekali.
"Aku akan segera mungkin kesini lagi"ucapnya.
"jika aku merindukanmu maka dramamu adalah obatnya dan suaramu dari lagu yang kamu nyanyikan akan mengurangi rinduku"
"Terima kasih sudah sangat paham" ucapnya.
Mereka berdua sampai. Daniel mengajak Erina masuk. Restoran ini memang sengaja disewa untuk mereka berempar saja.
Erina dan Daniel menahan tawa saat melihat Bianka dan Reza memakai baju yang sama.
"Yang ditunggu datang juga" ucap Reza.
Bianka melambaikan tangannya kearah Erina.
"Apa konsep kalian malam ini" tanya Daniel.
"Itulah pasangan" sahut Reza.
Daniel berbisik kearah Erina.
"Kenapa aku merasa mereka mengerikan" bisik Daniel.
Reza dan Bianka jauh lebih bucin dari Daniel dan Erina hingga makanan tiba.
"Aku akan pulang besok dan akan memuai kehidupan seperti dulu lagi" ucap Bianka.
"Aku yakin saat kami bertemu kembali dengan Bianka dia akan sangat sukses dan kami akan sangat bangga" ucap Erina.
"Apa menurut kalian itu adalah hal yang terbaik untuk hidupku. aku rindu dengan ibuku tapi aku juga suka disini bersama kalian"
Reza mengatakan sesuatu sehingga orang yang ada disini mengarah kedia.
"Ibumu sendirian disana dan dia pasti sudah sangat merindukanmu. kamu bilang haya satu bulan tapi sekarang sudah satu tahun. yang dikatakan ayahmu itu benar. pulanglah dan jalani kehidupanmu seperti yang semestinya"ucap Reza.
Erina dan Daniel saling bertukar pandang mereka membalas senyum satu sama lainnya.
Makan malam berjalan dengan sangat menyenangkan dan itu adalah hal terakhir untuk mereka mungkin saja beberapa tahun lagi baru bisa seperti ini lagi.
"Aku akan kesini lagi jika diizinkan kembali. berjanjilah kita akan kembali bertemu ditempat ini" ucap Bianka.
Reza memberikan sebuah cincin untuk Bianka
"Sampai jumpa lagi" ucapnya.
"Sampai jumpa"
Erina memasangkan gelang yang dia buat ke Daniel.
"Selalulah berusaha menggapai yang kamu inginkan dan ingat aku selalu bersamamu. mungkin butuh waktu yang lama untuk kembali kesini karna waktumu yang sangat padat tapi jangan lupakan aku" ucap Erina.
"Aku akan selalu memakai ini sampai kapanpun dan selalu membari kabar. jaga kesehatanmu dan sampai jumpa lagi"
"Maafkan aku tidak bisa datang kebandara" ucap Erina.
"Tidak papa. Aku mencintaimu"
"Aku lebih mencintaimu" sahut Erina.
Hari telah berlalu.
Bianka dan rombongan Daniel sampai bersamaan dibandara.
Bianka melambaikan tangan kearah Reza.
"Semangat dan sampai jumpa. jaga kesehatanmu" ucap Reza walau suaranya tidak terdengar karna jarak mereka lumayan jauh.
"Kamu juga" sahut Bianka
Ayah berdehem. Bianka berdiri dia memeluknya dengan sangat erat.
"Ini bukan perpisahan nak. tapi akan menjadi awal lagi. saat dengar kamu ingin datang menemui ayah satu tahun lalu itu sangat membahagiakan tapi ayah sangat terbantu denganmu disini" ucap Ayah.
"Ayah datanglah nanti temui kami"
"Jika sempat dan ibumu mengizinkan. belajarlah dengan rajin disana dan jangan hanya cari pasangan saja diotakmu" ledek Ayah.
"Ibu itu lebih tegas dari ayah. mana berani Bianka cari pasangan" sahut Bianka.
"Sampai jumpa lagi"
Daniel selalu saja memandangi gelang yang dibarikan Erina
"Semua terasa lebih mudah saat aku bersamamu" ucap Daniel.
Erina sampai ditempat kerjanya.
Dinda memeluknya dari belakang.
"Drama Daniel akan segera tayang" ucapnya dan membuat Erina bahagia.
Dinda melihat wajah Erina.
"Saat kamu bersama Daniel terlihat jelas kebahagian yang sangat berbeda ada diwajahmu. aku merasa sangat bahagia orang yang aku sayang bisa bersama. apalagi tahu Daniel bersama orang yang tepat. aku sebagi fansnya sangat bahagia" ucap Dinda.
"Daniel beruntung mempunyai fans yang sangat perhatian sepertimu. terima kasih selalu mendukungnya disaat sedih dan bahagia" sahut Erina juga.
Dinda tertawa kecil "Aku berharap Daniel kembali konser kesini. apa kamu bisa mengatakan padanya"
Erina tidak bisa "Aku saja dan dia bisa bertahun tahun tidak bisa bertemu dengannya karna dia sangat sibuk"
"Sabar ya itulah resiko punya hubungan dengan artis.
See you