My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
15. Kini aku paham



...^o^ SELAMAT MEMBACA ^o^...


Daniel kaget melihat foto Lion, dia kembali mengambil Handphone Erina


Gadis itu kaget dan sangat marah, dia menatap tajam kearah Daniel


"Kembalikan gak" ucap Erina


Daniel menatap kearah Erina, terlihat mimik wajahnya antara sedih dan takut


Erina terdiam menatapnya, mata mereka bertemu beberapa saat


"Kalian tadi bertemu" Tanya Daniel


Erina mengambil Handphonenya dan dia sangat terlihat marah


"Aku harap kamu jauhi dia, walau dia baik tapi aku takut jika dia melakukan sesuatu kepada kamu" ucap Daniel lagi


Erina merasa kesal, apa hak Daniel berkata begitu tentang orang yang sangat baik apalagi dia sudah lama mengagumi Lion


"Untuk kali ini saja dengarkan ucapanku" ucap Daniel lagi


"Apa hak mu berkata begitu, aku tau dia orang yang sangat baik, malah kamu yang sangat jahat dalam hidupku, tidak usah pedulikan aku, kita hanya Bos dan Karyawan" ucap Erina


Daniel menarik tangan Erina


"Aku tau kamu sangat marah kepadaku karna hari itu tapi aku melakukan itu demi kebahagian kita nanti, jika aku sukses maka kamu gak akan malu nanti" ucap Daniel


Erina menarik tangannya "Aku menerimamu apa adanya Daniel, kenapa kau bisa berpikir seperti itu, sudahlah? Aku tahu kamu itu egois"


Daniel tidak terima jika dia disebut Egois padahal dia juga mempertimbangkan semuanya


"Aku tidak egois, aku mempertimbangkan semuanya dengan baik baik" sahut Daniel


Erina kembali menatapnya "baiklah, ceritakan saja apa yang sudah terjadi"


Daniel terdiam, Erina tertawa dia sudah menduga ini akan terjadi


"Sudahlah Daniel, semua sudah jelas kok, kamu itu Egois, janji mu itu semua palsu dan gak ada yang benar, meninggalkan aku sendirian dengan janjimu itu"


Daniel menunduk "Ini belum tepat bagimu, aku tidak bisa menceritakan itu semua, tapi aku hanya ingin kamu kembali percaya denganku"


Lift kembali hidup, Erina berdiri didepan agar saat dibuka Lift nya dia bisa langsung keluar


Daniel berdiri disampingnya


"Apa kamu bisa memberikan kepercayaanmu itu, aku akan memperbaiki semuanya dari awal lagi, aku sangat menyesal tapi andai kamu tau yang terjadi...


Erina menahan tangisnya, dia menatap kearah Daniel


"Gak? aku gak akan pernah percaya lagi denganmu" sahutnya


Lift terbuka, Daniel menahan tangan Erina


"Aku akan berjanji memperbaiki semuanya"


Erina jalan pergi meninggalkan Daniel yang masih didalam Lift


"Hal yang aku takutkan kini terjadi, ini juga karna aku yang mengambil keputusan terburu buru, bagaimana jika Lion tahu siapa Erina, apa dia akan menyakitinya, aku tidak akan membiarkan itu?"


Erina jalan pulang, bersamaan dia bertemu dengan Rama, laki laki itu langsung menyapanya


"Kamu kenapa disini" ucap Rama


Erina memberitahu kalau dia tengah menyerahkan sepatu milik Daniel


Rama mengajaknya ketaman untuk santai bersama


"Kamu terlihat lebih santai setelah ada koki itu" ucap Erina


Rama langsung mengangguk, tiba tiba dia mengeluarkan sesuatu dan itu adalah sebuah gelang


"untukku" ucap Erina


Rama mengangguk, dia menujukkan gelang yang dia pakai juga


"Gelang persahabatan kita" ucap Rama


Erina langsung memakainya, dia terlihat senang dengan gelang itu


Tanpa sengaja Rama melihat Handphone Erina yang ada walpaper Lion


"Kamu tadi bertemu Lion" tanya Rama


Erina mengangguk dia menceritakan apa yang telah terjadi


"Apa? Harusnya kamu beritahu orang orang. kamu tidak papa" ucap Rama khawatir


"Lion ini sekarang udah tidak terkenal lagi setelah tuan Daniel datang, aku dengar dia ini kakak dari Daniel, tapi tidak ada yang bisa memastikan juga sih"


Erina kaget saat Rama mengatakan Daniel dan Lion saudara


"Ku dengar mereka tengah perang dingin, Lion ini tidak terima dengan kepopoleran tuan Daniel, dia dulu juga pernah berusaha untuk membunuh tuan Daniel karna iri padanya, tidak ada yang tahu tentang dia sekarang, para polisi mencari dia sekarang"


Erina kaget, dia tidak menyangka


"Aku fans sama dia, tapi tidak tahu dengan berita ini" ucap Erina


"Benarkah? jika dia tidak boronan polisi mungkin dia bisa terkenal kembali, di orangnya tampan dan berbakat" ucap Rama yang diangguki oleh Erina


Daniel masuk kedalam ruangan Make Up


Reza merasa takut untuk masuk tapi Daniel berteriak memanggilnya


"Kenapa menyuruh dia" ucap Daniel


"tapi Tuan wajar saja saya menyuruhnya, dia kan karyawan tuan juga, saya juga lagi sibuk" ucap Daniel


"Kamu tahu, dia bertemu dengan Lion" sahut Daniel


Reza kaget, dia tidak menyangka itu


"Apa dia melukai tuan" ucap Reza khawatir


Daniel menggeleng, dia hanya memikirkan Erina saja, takutnya gadis itu akan diganggu oleh Lion orang yang ingin menghancurkan dirinya


"Kenapa dia sekarang berani berkeliaran padahal polisi tengah mencari dia" ucap Reza


Daniel menatap "dia juga kakakku, harusnya pertanyaanmu lebih sopan lagi" ucap Daniel


Lion dan Daniel adalah saudara kandung, tapi karna sesuatu mereka bercerai berai seperti sekarang


"Dengan masih ada kasus ini aku berharap dia tidak mengganggu orang yang ku sayang, tapi sekarang dia mulai muncul, apa mau nya sekarang" batin Daniel


Daniel dipanggil, dia langsung jalan untuk syuting


Erina dan Rama masih bicara ditempat yang sama, tidak berpindah sedari tadi


"Apa kamu tahu dimana keluarga Tuan?" tanya Erina penasaran


"Yang aku tahu, dua cuma memiliki seorang ibu, tapi ibu nya lagi sakit parah, dia ada dirumah sakit, tidak ada yang tahu dimana rumah sakit Ibunya itu, sangar dirahasiakan" ucap Rama


"Menjadi seorang yang terkenal apalagi Seperti Tuan Daniel, perjuangan dia sampai sekarang bukanlah secara instan tapi banyak rintangan yang dia lewati, Andai kamu fans nya pasti kamu tahu, dia sangat mencintai para Fans nya karna merekalah dia bisa sekuat sekarang, Fans dan Idol yang sangat hangat"


Erina tertekun, dia makin penasaran saja


➖➖➖➖➖


teringat Erina saat dia masih bersama Dinda dan Raisya dikedai


"Sudahlah din, dia itu berharga banget dalam hidupmu itu" ucap Raisya


Dinda mengangguk, dia sangat berharga dalam hidup Dinda, siapa lagi jika bukan Erina


"Memang perjuangan apa yang dia lakukan sampai kamu begitu suka padanya" ledek Raisya dan Erina hanya terseyum


"dia selalu mencintai para fansnya, perjuangan dia dari nol sampai sekarang bukanlah sesuatu yang mudah, aku dengar dia merintis karier dengan kakaknya tapi Tuhan lebih memilih Daniel, andai kamu tahu dia rela mati matian untuk memperkenalkan bakat dalam dirinya"


Erina dan Raisya saling menatap satu sama lainnya


"Dia itu bahkan pernah tidak dibayar saat tampil dan saat itu bahkan Hujan deras, tidak ada yang mau memayunginya, dia diperlakukan tidak seperti Artis tapi lebih tepatnya orang biasa saja, dia basah kuyup saat itu bahkan sampai Sakit karna tampil dibawah Hujan"


Erina terdiam mendengarkannya, Raisya mengangguk dia merasa bangga dengan Artis bernama Daniel ini


➖➖➖➖➖


"Aku tahu itu, Daniel memang ingin sekali bisa disayang orang banyak seperti bulan yang dikelilingi Bintang, kenapa aku egois ya? Marah tidak jelas sampai detik ini, dia tidak egois" ucap Erina yang kini telah ada dikamarnya


"Dia memutuskan hubungan denganku karna takut akan mengecewakanku, karna pekerjaan ini akan membuatnya lupa waktu dan aku hanya akan jadi beban baginya, semua itu benar dan tepat, aku merasa bersalah"


Daniel tiba, dia masuk kedalam kamarnya, saat menyalakan lampu kamarnya


Erina berdiri tepat didepannya


📖📖📖📖📖


MAKASIH BAGI YANG SUDAH MAMPIR DAN SETIA DENGAN CERITA INI😘😘


HARAP TINGGALKAN JEJAK YA


BIAR MAKIN RAME


STAY WITH ME