
Pagi yang cerah dengan sinaran matahari yang malu-malu menatap bumi.kicauhan burung yang berteger di balcon kamar Widya.membuatnya membuka mata dengan malasnya.dengan langkah gontai dia pergi ke kamar mandi menatap diri di cermin.rambut yang acak-acakan wajah kumel inilah kecantikan Widya dipagi hari.
Dia meraih sikat gigi lalu mulai menyikat giginya yang rapih dan tidak lupa mencuci mukanya .brrrrrr....terasa dingin air tersebut membuat Widya merasa segar lalu mengikat rambut,berjalan keluar.
Hari weekend kadang membuat Widya merasa malas untuk beraktifitas.apalagi semenjak dia putus dari Kevin.semua yang dilakukan kurang bersemangat.
Sudah satu minggu mereka putus dan sekarang tanpa ada saling kontak.hanya terkadang jika disekolah tidak sengaja bertemu mereka masih saling menyapa.Widya membuka jendela balkon kamarnya sambil menatap langit cerah dan menghirup udara segar ,membuat dirinya ingin bersepeda.
"pagi sayang..."sapa seorang wanita cantik sambil menyiapkan roti dan susu putih.
"pagi ma.."Widya berkata sambil menyomot roti tawar dengan selai coklat lalu berjalan keluar.
"mau kemana kamu pagi gini?"
"mu bersepeda ma.."ujarnya lalu berlalu.
Tidak lupa memasang handseat ketelingan lalu menekan layar dihandphonenya tanda play.dia mulai mengkayuh sepedanya keliling komplek.karena weekend banyak orang yang mulai lalu lalang.bersepeda,joging atau hanya jalan-jalan dengan hewan peliharaanya.komplek tempat tinggal Widya cukup ramai dan juga dekat dengan apartemen mewah.jadi banyak orang menikmati hari weekend ditaman tersebut.
Sudah 5 kali Widya berkeliling taman,dia sudah merasa lelah lalu dia duduk di kursi pajang yang sudah tersedia disana.glek..glek..Widya meminum air yang dibawah tadi.keringat bercucuran dia tidak menyangka akan menguras tenaganya.
"boleh saya duduk disini?"ujar seorang Laki-laki yang sudah cukup dewasa dengan suara bass.
Widya mendongak menatap laki-laki tersebut dan anehnya wajah laki-laki tersebut bersinar sangat menyilaukan mata Widya ,lalu mengangguk.dalam hati berkata tampan.dia menelan ludah merasa kagum dengan laki-lki tersebut yang sudah duduk disampingnya.namun anehnya Widya merasakan hawa dingin yang membuat dirinya merinding.seperti ada hantu.masa laki-laki tampan tersebut hantu ah...tidak mungkin.Widya menggelengkan kepalanya mencoba menyingkirkan perasaan tersebut.
Widya meraih air minumnya lalu meminum lagi dan tanpa sengaja menoleh kesamping.dan betapa terkejutnya dia laki-laki tadi yang disampingnya sudah tidak ada,Widya merasa takut.dia langsung meraih sepedanya cepat-cepat mengayuhnya lalu berteriak.
"HANTUUUUUUUU......."
"Wid...kamu kenapa?"
"ada hantu ma..."teriaknya
"hantu?masa pagi-pagi gini ada hantu.ngaco kamu"
"ih beneran ma.."kekeh Widya sambil kepalanya mendongak kebawah dari tangga.
"halusinasi kamu...makanya jangan suka nonton film horor kan jadinya gitu"ujar mamanya lalu kembali ke ruang tamu menonton tivi.
Widya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berfikir sejenak.mungkin benar yang dikatakan mamanya.lalu dia pergi mandi setelah merasa segar dia membuka computernya.mencari sebuah pelajaran yang kemarin pak Sapto suruh.dengan sekilas menatap jendela dan anehnya wajah laki-laki tersebut muncul disana membuat Widya mengucek matanya lalu berteriak kembali.
"mama ...ada hantu"ujarnya langsung membenamkan diri keatas bantal.
Mamanya datang dengan tergesah-gesah membuka pintu.
"mana hantunya?"
"di jendela ma.."tunjuk Widya.
"ga ada...ah ngaco kamu"ujar mamanya merasa kesal lalu pergi.
"masa sih...tadi beneran aku lihat deh."sambil menoleh menatap jendela.
"iya...kok ga ada...ah mungkin aku halusinasi lagi "