My Ex-Boyfriend

My Ex-Boyfriend
27. Reza cepat sadar



...Selamat membaca...


Dua hari telah berlalu


Reza masih terbaring dikasur putih rumah sakit


Tidak ada tanda tanda kesadarannya setelah menjalani oprasi dua hari lalu.


Bianka masuk kedalam ruangan dia menatap kearah orang yang masih saja menutup matanya.


Dia duduk disampung kasur Reza.


"Kapan kamu akan sadar dan menyuruhku untuk pergi lagi hah?" tanya Bianka walau dia sekarang tahu laki laki itu tidak akan menjawab pertanyaannya.


Tiba tiba, dia menangis dengan cukup keras


Erina masuk kedalam ruangan itu dan kaget melihat Bianka.


Dia langsung menghampiri dan bertanya ada apa dengannya?


"Kamu kenapa?" ucap Erina panik.


"Kapan dia akan sadar? Aku ingin melihatnya mengomel lagi" sahut Bianka.


Erina memegang kedua tangan Bianka dan membuat gadis itu kaget dengan tingkah Erina.


"Dia akan segera sadar dan kembali memarahimu lagi seperti yang kamu mau" ucap Erina menenangkan.


Bianka menarik tangannya, dia menghapus air matanya.


Erina menatap kearah Reza.


"Terima kasih telah membantuku kemarin


aku tahu kamu orang yag kuat dan bisa melewati ini semua" ucap Erina


"Tentu saja, dia orang yag sangat kuat bahkan untuk mengusirku saja dia bisa" sahut Bianka


Kini mereka berdua tengah duduk bersama ditaman rumah sakit.


Erina membelikan Bianka Es Krim dan memakannya bersama sama.


"Apa kamu perlu yang lain? biar aku ambilkan untukmu dan membawanya kesini" tanya Erina.


Bianka menggelengkan kepalanya


dia belum pernah mempunyai teman selama ini karna itulah dia sedikit canggung saat bersama Erina seperti ini.


"Kamu dan Reza memiliki hubungan apa? terlihat sekali kamu sangat perhatian dengannya dan juga sebelum dia kehilangan kesadarannya dia mengatakan namamu" tanya Erina yang langsung membuat Bianka gugup


"Sepertinya aku salah bertanya seperti itu


aku hanya ingin menghiburmu saja" ucap Erina


Bianka menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tidak terbebani dengan pertanyaaan itu.


"Aku dan dia tidak mempunyai hubungan apa pun hanya karna rasa iba yang menggejolak saja untuknya itulah alasannya" sahut Bianka


"Reza memang orang yang sangat baik" ucap Erina menambahi


"Dia juga sangat menyebalkan dari aku masih bayi dan sampai berumur sekarang dia itu adalah orang yang sangat menyebalkan dalam hidupku" sahut Bianka


Erina tertawa mendengarnya begitu juga Bianka yang sangat bersemangat menceritakannya.


"Sepertinya mereka saling suka" batin Erina


Mereka berdua terlihat sangat akrab dan mulai terbuka.


Siang hari pun sudah tiba.


Rama datang dengan membawa makanan untuk orang orang yang sudah menjaga Reza beberapa hari ini.


Begitu juga dengan Raisya yang membawakan kopi untuk semua orang.


"Erina" panggil Raisya.


Erina dan Bianka menghampirinya, Rama memberikan makanan kearah Bianka dan juga Erina tidak lupa Raisya walau dia semepat menolak.


Mereka berempat makan bersama.


"Nona makanlah dengan banyak!" ucap Rama kearah Bianka.


"Iya" sahut Bianka.


Rama menatap kearah Erina dia merasa sangat senang jika melihat wajah cantik gadis ini.


Bekas makanan tersisa diwajah Erina


dengan cepat Rama memberitahu gadis itu agar membersihkannya.


"Dimana?" tanya Erina.


"Sini biar aku bantu" ucap Rama membersihkan


Mata mereka berdua saling bertemu, Rama terseyum begitu manis begitu juga Erina.


Daniel sampai dan menatap kearah mereka berdua.


Dia berdehem dan membuat Erina juga Rama kaget.


"Makan yang benar!" ucap Daniel menatap kesal


Bianka tertawa kecil dia tahu jika Daniel itu terlihat cemburu dengan melihat kejadian tadi.


" Daniel sangat menyukai susu coklat bisa berikan kepadanya!" ucap Bianka kearah Erina.


Gadis itu langsung mengiyakan dan masuk kedalam ruangan untuk menemui laki laki itu.


Daniel menatap kesal kearah ponselnya dia benar benar sangat cemburu.


Erina menyodorkan susu coklat itu kearah Daniel.


Dia mendongak dan menatap kearah gadis yang tengah berdiri didepannya.


"Ini untukmu" ucap Erina.


"Aku tidak suka" sahut Daniel.


Daniel langsung berdiri dan menahan Erina agar tidak keluar ruangan.


"Aku mau kok" ucap Daniel merebutnya dari tangan Erina.


Gadis itu duduk disamping Daniel dan raut wajah Daniel seketika sangat bahagia


Erina menatap kearah Daniel dan membuatnya sangat salting.


Gadis itu memberitahu ada sesuatu diwajah Daniel.


"Dimana? bisa kamu bantu bersihkan" ucap Daniel.


"Baiklah" sahut Erina


"Plak" terdengar suara itu.


Erina memukul wajah ganteng Daniel.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Daniel


"Maafkan aku" ucap Erina.


"Hah?" sahut Daniel lagi.


"Aku kira tadi ada nyamuk tapi mana mungkin ada nyamuk disini ternyata itu hanya bekas pulpen soalnya sama sama hitam" ucap Erina.


"Apa tidak bisa dilihat baik baik dulu" sahut Daniel mengelus jidatnya.


Erina merasa malu sendiri


Tidak ada pembicaraan hingga akhirnya Erina memberanikan untuk bertanya sesuatu.


"Bagaimana keadaan kakakmu?" tanya Erina.


Daniel terdiam beberapa saat hingga akhirnya dia menjawab dengan wajah yang tetap terseyum walau dia sendiri merasa sakit melihat kakaknya.


➖➖➖➖➖


Dikantor polisi


Daniel sampai ditempat kakaknya berada


terlihat kakaknya itu duduk bersadar didalam sel nya sendirian.


Daniel menghampirinya dan memanggil Lion


seketika dia berdiri dan menatap tajam kearah Daniel.


Seakan banyak sekali kebencian untuknya dari mata Lion


"Sedang apa kamu disini? ingin menertawakanku jika benar kamu lebih baik pergi dari sini!" ucap Lion kasar


"Kenapa kakak ingin sekali membunuhku? Apa yang telah ku perbuat?" tanya Daniel


Lion tertawa "Karna kamu telah menghancurkan mimpiku bahkan ibu menjauhiku karna dia lebih peduli denganmu putra kesayangannya hanya kamu dan kamu saja" teriak Lion


Daniel menghembuskan napasnya yang berat


kakaknya ini benar benar keras kepala


"Semua yang ada dipikiranmu itu salah


ibu menyanyangi kita berdua, ibu berharap sekali kita bisa sukses bersama sama tapi itu sendiri karna olah kakak yang telah menghancurkan mimpi kakak sendiri" sahut Daniel


"Jika benar, apa buktinya ibu menyanyangiku"


"Ibu sakit karnamu dan dia sekarang dirawat dirumah sakit" ucap Daniel dan berhasil membuat Lion terdiam tidak dapat bicara


"Ibu selalu saja memikirkanmu setiap hari


dia bertanya setiap hari tentangmu apakah Lion sudah makan? dimana dia berada? apa dia sehat? pertanyaan itu yang selalu ibu tanyakan bahkan sampai sekarang" Ucap Daniel lagi


"Aku tidak percaya" sahut Lion


"Ibu lebih dekat denganmu dibandingkan aku


kakak tahu sendiri bukan, apa ini balasan kakak untuk Ibu?" ucap Daniel


Polisi menghampiri Daniel.


"Waktu jengukmu telah habis"


Daniel mengangguk dia berbalik melangkah pergi.


"Tunggu" ucap Lion


"Jangan beritahu ibu tentang keadaanku sekarang bahkan apa yang telah aku perbuat denganmu" Lanjut Lion


"Aku tidak bisa janji untuk hal ini" sahut Daniel


Lion menangis disel meratapi betapa bodohnya dia yang sangat dibutakan keirian didalam hatinya bahkan kepada adeknya sendiri.


"Maafkan Putramu ini bu" ucap Lion


➖➖➖➖➖


Erina paham dengan apa yang telah dirasakan oleh Daniel sebagai adeknya melihat kakak sendiri melakukan hal seperti itu adalah hal yang paling menyakitkan.


"Saat aku dititipkan kepada bibi orang yang paling aku rindukan adalah kakakku tapi saat kami bertemu kembali dia ternyata sangat membenciku" ucap Daniel.


Air matanya keluar tanpa dia sadari.


"Aku tahu kamu bisa melewati semua ini mungkin ini adalah hal yang paling menyakitkan tapi tidak mungkin tidak ada jawaban dari setiap permasalahan" ucap Erina


"Apa kamu percaya aku bisa?"


"Tentu saja, aku akan selalu bersamamu" sahut Erina.


"Terima kasih" sahut Daniel


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya


see you